Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Coba-coba Aplikasi Hijau, Malah Tertipu Uang sampai Jutaan Rupiah

Arif Mashudi • Sabtu, 18 Mei 2024 | 20:05 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JONO (nama samaran), 30, adalah karyawan swasta di Probolinggo yang terbilang lugu. Dia sudah menikah. Tetapi dia punya sisi liar. Ini terlihat saat dia penasaran dengan aplikasi berwarna hijau.

Hingga akhirnya kesempatan terjadi saat Jono tengah dinas luar kota beberapa hari. Tetapi nasib apes dialaminya. Baru mengawali mencoba aplikasi hijau tersebut, dia malah menjadi korban penipuan hingga mengalami kerugian jutaan.

Jono sebenarnya sudah bahagia dengan pernikahannya. Meksipun belum memiliki momongan, dia sangat mencintai istrinya.

Begitupula dengan istrinya. Sangat setia dan selalu berusaha menjadi istri soleha.

Namun, karena pergaulan dan perkembangan teknologi, Jono penasaran dengan aplikasi hijau. Aplikasi ini jamak bagi pria hidung belang.

Jono tertarik karena begitu mudah. Hanya tinggal install, klik, lalu bisa order cewek. Transaksinya juga lebih aman.

Ini terjadi sekitar tahun 2023 lalu. Jono pun tengah tugas ke luar kota beberapa hari.

Dengan fasilitas penginapan di hotel, Jono pun mulai terpikir dan terbayang bisa mencoba aplikasi hijau tersebut. Akhirnya, Jono menginstall aplikasi hijau itu di smartphonenya.

Tentunya, untuk amankan identitasnya, dia memakai dengan nama palsu. ”Saya pakai nama akun palsu. Cuma saya tidak ada nomor lagi, jadi daftar aplikasi itu tetap nomor saya,” kata pria yang seharinya tinggal di Kota Probolinggo.

Setelah terinstal, Jono pun langsung tak sabar untuk mencari cewek di aplikasi hijau di sekitar tempatnya menginap. Beberapa akun atau nomor yang muncul di aplikasi itupun muncul langsung foto profilnya. Dari situ, Jono langsung chatting beberapa cewek yang dirasa sesuai seleranya. Termasuk menanyakan tarifnya.

”Harganya kalau di kota besar, ternyata mahal-mahal. Ada yang sampai 1 juta ke atas,” ujarnya.

Rupanya, tarif cewek di aplikasi ijon itu bervariasi. Jono pun berupaya untuk menawar harga supaya dapat dijangkau.

Hingga akhirnya, ada cewek cantik sesuai seleranya yang dirasa cocok. Harganya pun dapat dijangkau. Sekitar Rp 800 ribu untuk sekali kencan.

Si cewek itupun meminta untuk pemesanan harus ada uang jaminan yang harus dibayar di muka melalui transfer. Nilainya cukup besar yakni Rp 1 juta.

Uang jaminan itu akan dikembalikan setelah transaksi dengan si cewek aplikasi selesai. Karena Jono lugu, akhirnya manut dan mentransfer sebesar Rp 1 juta. ”Saya transfer sejumlah njilai yang diminta dan tidak ada rasa akan ditipu,” ujarnya.

Si Jono menunggu kabar kedatangan si cewek itu tak kunjung datang. Ternyata, saat di chat, si cewek mengaku baru selesai melayani tamu lain.

Selain itu, si cewek mengaku, uang Rp 1 juta yang ditransfer ada kekeliruan. Alasannya, tanpa ada kode di belakangnya.

Sehingga, dia harus mentransfer lagi sebesar Rp 1 juta dengan kode angka di belakangnya.

Jono awalnya enggan. Tapi karena si cewek itu menjanjikan uang jaminan Rp 2 juta dan pasti akan kembali, Jono luluh.

”Mungkin karena penasaran dengan si cewek itu dan supaya cepat datang, akhirnya saya transfer lagi. Ternyata, setelah ditransfer, si cewek beralasan lain. Dari situ, saya sadar sudah ditipu. Saya langsung hapus aplikasi hijau itu dan mikir sendiri di kamar,” ungkapnya.

Dari situ diakui Jono, dirinya tidak bisa langsung tenang. Karena sempat ada yang menghubungi nomornya dan mengancam akan menyampaikan ke kantor tempat kerjanya, karena sudah transaksi aplikasi hijau.

Dirinya pun berusaha tak menghiraukan dan memblokir nomor itu. ”Dari situ saya berpikir ambil hikmahnya saja. Mungkin Allah masih menyayangi dan melindungi saya dari perbuatan yang berdosa. Kalau sampai cewek itu datang, saya bisa jadi malah berzina dan dosa besar. Untungnya Allah masih sayang dan saya tidak sampai berzina,” ungkapnya. (mas/fun)

Editor : Jawanto Arifin
#Aplikasi hijau #kencan #tertipu