Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Segini Rekonstruksi dan Pemeliharaan Jalan yang Dilakukan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Kab Pasuruan di 2024

Rizal Syatori • Selasa, 10 September 2024 | 05:33 WIB

 

SUKORENO: Rekonstruksi jalan Sumbersuko - Mendalan di Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen tuntas dilakukan dengan sumber anggaran dari DAK.
SUKORENO: Rekonstruksi jalan Sumbersuko - Mendalan di Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen tuntas dilakukan dengan sumber anggaran dari DAK.

Pemkab Pasuruan melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi merealisasikan sejumlah kegiatan fisik selama 2024. Di antaranya berupa rekonstruksi jalan dan pemeliharaan berkala. Pembiayaannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

KEGIATAN fisik rekonstruksi jalan dilakukan di empat titik tahun ini. Sementara pemeliharaan berkala dilakukan di satu titik saja. Total anggarannya mencapai Rp 14,2 miliar.

Empat titik rekonstruksi jalan antara lain di ruas jalan Mendalan–Belik; Sekarjoho-Sumberrejo dan Sumbersuko–Mendalan. Ketiganya berada di Kecamatan Prigen. Satu lagi yaitu ruas jalan Tambaksari–Tambakwatu di Kecamatan Purwodadi.

Sedangkan kegiatan fisik pemeliharaan berkala dilakukan di satu ruas jalan saja. Yakni, ruas jalan Sumberejo–Tambakwatu di Kecamatan Purwosari.

“Rekonstruksi di tiga ruas jalan yang ada di Kecamatan Prigen dilakukan karena tiga ruas jalan itu merupakan jalan alternatif Kabupaten Pasuruan menuju Kabupaten Mojokerto dan sebaliknya. Ruas jalan ini berperan penting untuk menunjang kegiatan ekonomi warga,” terang Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi Kabupaten Pasuruan Hanung Widya Sasangka.

Sedangkan ruas jalan Sumberrejo –Tambakwatu dan Tambaksari –Tambakwatu, merupakan akses jalan menuju Arjuno Agro Techno Park (AATP). Juga akses penting untuk kegiatan pertanian dan perkebunan bagi warga sekitar.

“Warga sekitar ini kan penghasil durian, alpukat, kopi, dan beberapa lagi. Karena itu, rekonstruksi jalan dan pemeliharaan berkala di dua titik itu sangat penting,” lanjutnya.

Saat ini, menurut Hanung, semua rekonstruksi jalan dan pemeliharaan berkala yang dananya bersumber dari DAK, sudah selesai dikerjakan.

Pekerjaan fisik lima proyek tersebut dikerjakan pihak pelaksana melalui proses lelang.

Untuk rekonstruksi jalan dan pemeliharan berkala, ada sejumlah item yang dikerjakan. Di antaranya, pengaspalan hotmix, rigid atau cor bahu jalan, dan pembangunan tembok penahan tanah (TPT). (zal/hn/*)

 

Pemeliharaan Rutin Jalan Kabupaten Lebih dari 150 Kilometer

SAMA dengan tahun–tahun sebelumnya, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan melakukan kegiatan pemeliharaan jalan kabupaten tahun 2024. Tahun ini, anggaran dialokasikan melalui APBD Kabupaten Pasuruan sebesar Rp 10 miliar.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan Hanung Widya Sasangka mengatakan, pemeliharaan jalan kabupaten ini merupakan kegiatan rutin tahunan. Kegiatan ini merupakan upaya untuk mempertahankan kemantapan jalan.

“Anggaran sepenuhnya dari APBD dan dilakukan di 24 kecamatan yang ada di Kabupaten Pasuruan,” lanjutnya.

Saat ini, menurutnya, pemeliharaan rutin jalan kabupaten dilakukan di 104 ruas jalan dengan panjang total 150 kilometer. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu.

Pada 2023, pagu anggaran pemeliharan jalan kabupaten hanya Rp 8 miliar. Dilakukan di 85 ruas jalan dengan panjang lebih dari 115 kilometer.

“Saat ini pemeliharaan jalan di 104 ruas jalan itu sebagian besar sudah dikerjakan. Sisanya yang belum masih dalam proses,” katanya.

Salah satu titik yang sudah ditangani yaitu di Desa Ketanireng dan Sukolilo, Kecamatan Prigen. Pekerjaan fisiknya sempat dicek oleh Pj Bupati Pasuruan Adriyanto bersama rombongan.

Penanganan pemeliharaan jalan ini berupa lapis penetrasi makadam pada ruas jalan dengan kerusakan kurang dari 30 persen. Terutama pada ruas jalan yang lalu lintas hariannya ramai dan menghubungkan dua titik simpul perekonomian serta memberi manfaat bagi pengguna jalan,” ujarnya. (zal/hn/*)

Anggarkan Rp 50 Miliar dari DBHCHT untuk Infrastruktur Jalan

SELAIN rekonstruksi jalan dan pemeliharaan berkala yang bersumber dari DAK, pemeliharaan rutin jalan kabupaten juga dianggarkan dari APBD Kabupaten Pasuruan 2024.

Tahun ini, kegiatan infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten Pasuruan juga dianggarkan lewat dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBHCHT).

“Untuk insfrastruktur jalan tahun ini juga dianggarkan dari DBHCHT dengan pagu anggaran total sekitar Rp 50 miliar,” beber kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan Hanung Widya Sasangka.

Adapun insfrastruktur jalan yang diperbaiki dari DBHCHT ini terdiri atas 35 ruas jalan ada di wilayah Kabupaten Pasuruan. Seperti ruas jalan Bangil– Wonokerto, Kalisat–Kenduruan, jembatan Bulukandang – Ketanireng, Pager–Sumberejo, dan lain sebagainya.

Titik-titik jalan itu diusulkan dan disurvei tahun sebelumnya. Baru tahun ini direalisasikan pekerjaan fisiknya di lapangan.

Adapun pembangunan fisiknya mayoritas berupa hotmix. Juga ada beberapa titik jalannya yang dicor atau rigid. Lalu di beberapa spot ada pembangunan bahu jalan dengan cara di-rigid atau dicor, dibangun tembok penahan tanah (TPT), serta saluran atau drainase tepi jalan.

“Untuk pembangunan infrastruktur jalan dengan sumber anggaran dari DBHCHT ini kegiatan fisiknya masih berlangsung atau sedang dikerjakan. Sebelum akhir tahun, harus tuntas semua,” tuturnya. (zal/hn/*)

Editor : Muhammad Fahmi
#pemeliharaan jalan #bina marga #pemkab pasuruan #jalan pasuruan