Diakui, mayoritas masyarakat masih belum mengetahui bahaya dari tawon vespa. Bukan hanya bentuknya saja yang besar. Lebah ini sangat berbahaya karena memiliki sengat yang mengandung racun.
Sengatan tawon memiliki reaksi yang berbeda. Mulai sedang hingga berat. Hal ini tergantung imunitas individu. Perlu penanganan cepat dan tepat agar efek yang ditimbulkan dari sengatan tawon vespa bisa tertangani.
https://radarbromo.jawapos.com/daerah/kraksaan/31/10/2022/balita-di-gading-meninggal-usai-disengat-tawon-vespa/
Medik Veteriner Muda Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto menjelaskan, gejala awal sengatan yang dapat dirasakan menyebabkan kulit kemerahan, bengkak, dan gatal. Efek dari sengatan menyebabkan rasa panas dan rasa sakit yang kuat. Efek tersebut dapat meluas dalam jangka waktu 2 sampai 3 hari.
“Kalau gejala awal saat tersengat, biasanya akan terasa panas. Kemudian disusul dengan efek lainnya seperti pembengkakan pada area yang tersengat,” katanya.
Namun, jika sengatan tersebut tak ditangani atau sengatan dalam jumlah banyak, maka akan terjadi hiperalergi dan berlanjut menjadi anafilaksis. Atau reaksi alergi berat yang bisa menyebabkan risiko sistemik atau merusak organ tubuh.
Jika tak secara tepat ditangani, sengatan bisa merusak organ tubuh. Seperti edema paru akut dan gagal ginjal dalam hitungan hari. Edema paru akut merupakan kondisi adanya penumpukan cairan di paru-paru yang menyebabkan kesulitan bernapas. Sementara gagal ginjal akut mengakibatkan fungsi ginjal menurun secara drastis.
“Tawon vespa mempunyai racun sengat, sehingga orang yang tersengat berisiko mengalami kematian. Sengatan tawon vespa tidak dapat disepelekan,” ujarnya.
Pada saat seseorang terkena sengatan tawon vespa ini, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Di antaranya, jika terkena sengatan tawon vespa harus dilakukan pengompresan dengan air dingin atau es. Hal ini berguna untuk meminimalisir bentol, rasa panas, dan bengkak pada titik sengatan.
Selanjutnya memberikan baking soda dan madu pada titik sengatan. Kemudian diobati dengan obat anti radang dan obat corticosteroid.
Seseorang yang tersengat lalu harus segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit apabila tubuh masih merasakan rasa sakit yang berlebihan. Pasalnya jika sengatan lebah terlampau banyak dan tidak ditangani dengan tepat, maka akan menyebabkan kematian.
Belakangan laporan keresahan warga akan sarang tawon vespa kian banyak. Ini menandakan bahwa masyarakat mulai tahu bahwa betapa bahayanya tawon vespa. Jangan ambil risiko untuk menangani sarangnya, jika tak mengetahui caranya. Ada baiknya melapor ke animal rescue damkar, yang kini menjadi “pekerjaan sampingan” personel.
Begitu melihat sarang tawon vespa, kita harus waspada. Jangan sampai sarang diganggu, seperti yang terjadi di Desa Kertosono terulang. Karena tawon vespa sama seperti lebah lainnya. Akan menyerang jika terusik.
Komandan Regu Pemadam Kebakaran Kabupaten Probolinggo Suharsono mengatakan, tawon vespa umumnya akan menyerang saat merasa terusik. Kendati berbahaya, sarang tawon vespa dapat dipindah dengan aman. Namun harus tetap berhati-hati.
Evakuasi bisa menggunakan kantong plastik bening agak tebal atau karung, pisau dapur, kapas yang direndam dengan BBM (bisa bensin, Pertalite, atau Pertamax). Kemudian secara behati-hati disumbatkan pada lubang sarang. Bau yang menyengat pada BBM untuk membuat tawon pingsan.
Selanjutnya setelah lubang sarang tertutup, sarang kemudian disemprot dengan cairan pestisida. Setelah menunggu beberapa menit, sarang bisa dipotong dan dimasukkan dalam wadah yang sebelumnya sudah disiapkan.
Namun, pemindahan sarang lebih bagus harus dilakukan dalam kondisi gelap. Pastikan semua tawon telah berada di dalam sarangnya sebelum memindahkan.
“Jika ingin aman, paling mudah jangan mengusik sarang tawon vespa, dapat dipindahkan dengan berhati-hati. Tetapi lebih aman lagi jika menghubungi animal rescue pemadam kebakaran. Petugas nantinya akan mengevakuasi tawon dengan menggunakan alat pelindung diri (APD),” bebernya.
Ia pun mengatakan jika banyak kasus sengatan tawon vespa terjadi karena minimnya pengetahuan masyarakat. Banyak orang meremehkan dan menganggap tawon vespa seperti tawon pada umumnya. Saat hendak melakukan evakuasi atau pemindahan sarang tawon, tanpa persiapan.
Sialnya saat sarang telah diangkat, tawon keluar dan menyerang secara berkelompok. Kejadian seperti ini jika tidak ditangani secara serius akan mengakibatkan dampak fatal bagi kesehatan dan tubuh warga yang tersengat.
“Tawon vespa lebih ganas. Efek sengatannya dapat langsung dirasakan. Satu tawon vespa yang menyengat dapat menyebabkan bengkak dan demam,” imbuhnya.
Mengenal Tawon Vespa
- Tawon vespa (Vespa Affinis) atau tawon endhas, memiliki warna hitam dengan corak gelang di perut berwarna kuning atau oranye. Dengan ukuran tubuh sekitar tiga sentimeter.
- Dijumpai semua habitat, baik di hutan, padang rumput, kawasan hutan mangrove, lahan pertanian, hingga ke kawasan permukiman penduduk. Tawon vespa memiliki karakteristik hidup dalam koloni.
- Tawon ini termasuk ke dalam serangga pemangsa (predator), yang memangsa larva Lepidoptera (kupu-kupu) dan jenis serangga lainnya.
- Sarang tawon vespa terbuat dari material tumbuhan dan juga lumpur. Tawon vespa ini memiliki karakteristik sarang yang besar bisa lebih dari 60 cm dan memiliki struktur sarang yang sangat kuat.
- Tawon ini membuat sarang di atas bangunan tinggi, di bawah atap, atau di alam liar seperti pohon, semak-semak, dan permukaan batu.
Bahaya Sengatan Tawon Vespa
- Menyengat secara berkelompok saat sarang merasa terancam.
- Tawon vespa ini berbahaya karena memiliki sengat yang mengandung racun.
- Efek dari sengatan menyebabkan kulit kemerahan, bengkak, dan gatal. Jika tidak segera ditangani akan mengakibatkan demam;
- Lebih fatal dari sengatan tersebut di antaranya menyebabkan reaksi sistemik dan disfungsi dari organ-organ yang ada di dalam tubuh. Hingga menyebabkan komplikasi pada hati, ginjal, jantung, dan menyebabkan kematian;
Cara Penanganan Cepat saat Disengat
- Kompres kulit yang terkena sengatan dengan air dingin atau es.
- Sisa sengat yang menempel dicabut, kemudian berikan baking soda dan madu pada titik sengatan;
- Selanjutnya diobati dengan obat anti radang dan obat corticosteroid;
- Jika masih merasakan sakit dan tubuh merasa tidak nyaman segera ke puskesmas atau rumah sakit.
Sumber: Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo
Tak Masuk Kerja Gara-gara Disengat
Sengatan tawon vespa memang tak bisa disepelekan. Apalagi jika sengatan itu banyak. Nyawa bisa melayang. Insiden bocah di Kertosono, Gending, salah satunya.
Mereka yang sudah pernah kena sengatan tawon vespa juga bakal sulit melupakannya. Contohnya seperti yang dirasakan Dina Putri Utami, 32, warga Desa Curahsawo, Kecamatan Gending.
Insiden itu terjadi saat Abdul, 53, seorang pekerja di rumahnya menjadi korban sengatan tawon ini. Akibat sengatan ini, korban mengalami demam dan bengkak sampai tiga hari.
Sengatan tawon ini bermula saat Abdul bersih-bersih pekarangan rumahnya. Dahan dan ranting pohon sekitar rumah satu persatu dibersihkannya. Kemudian tersisa sebuah pohon pisang setinggi 3 meter. Saat hendak memotong pohon, tak terasa tangannya memegang sarang tawon sebesar bola sepak yang tersembunyi dibalik dedaunan pohon pisang.
"Memegang sarangnya gak sengaja. Soalnya letak sarang memang tersembunyi di balik dedaunan. Saat dilihat cukup besar," kata Dina menceritakan kejadian tersebut.
Mendapat getaran karena tak sengaja disentuh,”si pemilik sarang” keluar, kemudian melakukan dua sengatan. Di telapak tangan dan dengkul. Khawatir terkena sengatan lagi, Abdul kemudian menghindar dan menjauh dari sarang.
Beberapa menit setelah kejadian tersebut, tangannya kemudian bengkak. Disusul dengan badan yang tidak enak, seperti demam.
Dina yang mengetahui kejadian itu langsung mendatangi dan memberinya minyak tawon. Maksudnya untuk mengatasi bengkak. Sayang upayanya tak tidak berhasil. Dia lalu memberikan jamu untuk meredakan sakit serta memberikan obat tradisional lainnya. Namun, tetap saja bengkak.
"Pak Dul biasanya pulang sore hari. Namun, karena tangan kirinya bengkak dan rasa sakit, akhirnya badan terasa tidak enak. Dia lalu pulang dan bekerja setengah hari," katanya.
Selama tiga hari, pekerja asal Desa Mranggon Lawang, Kecamatan Dringu, ini harus beristirahat dari kerjanya. Hingga akhirnya kondisi badan mulai pulih dan bengkak mulai mengempis. Pada hari keempat kondisi sudah pulih betul dan bisa bekerja lagi. Namun, bekas sengatan tawon vespa meninggalkan bekas warna hitam.
Untuk mengantisipasi kejadian tidak terulang kembali, Dina dengan suaminya kemudian memutuskan untuk menyisir semua bagian rumah. Mencari sarang tawon vespa lainnya yang masih tersisa. Rupanya, Dina kembali menemukan sarang tersebut di plafon teras rumah.
Sarang tawon itu berwarna putih. Dari jauh terlihat samar. Kemudian saat didekati ukuran seperti bola kasti. Namun tak disangka, sarang utamanya yang cukup besar ada di dalam plafon. Karena itulah dirinya memutuskan untuk memanggil damkar untuk melakukan evakuasi.
"Karena sudah ada kejadian, saya tidak berani melakukan tindakan sendiri. Akhirnya menghubungi pemadam, Alhamdulillah langsung dievakuasi. Sehingga tidak ada korban lagi," tuturnya.
Seiring dengan mulai pahamnya warga akan bahaya tawon vespa, kini damkar menjadi andalan. Seperti kemarin, damkar Kota Pasuruan segera meluncur ke Kelurahan Tapaan, Bugul Kidul, usai menerima laporan ada sarang di salah satu atap rumah warga.
“Mungkin karena tidak ada pengaman, warga tidak berani mengevakuasi,” ujar Kalaksa BPBD Kota Pasuruan Samsul Hadi.
Sebenarnya tidak hanya sekali personelnya mengatasi sarang tawon. Tawon yang bersarang di rumah warga memang harus dievakuasi untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. (ar/riz/mg/fun) Editor : Jawanto Arifin