===============================
“MOMENTUM ini sangatlah penting bagi UPM Probolinggo. UPM Probolinggo merupakan Kampus Merdeka Belajar Menuju Indonesia Jaya. Karena itulah, dalam momentum penting ini, sangat kita tekankan bagaimana sih Merdeka Belajar, khususnya di kampus UPM di masa pandemi seperti ini,” ujar Rektor Universitas Panca Marga (UPM) Probolinggo Prof. Dr. Ir. HR. Abudul Haris, M.M.
Pandemi Covid-19 sudah setahun lebih melanda. Karenanya, UPM menerapkan metode pembelajaran secara online alias dalam jaringan (daring). “Merdeka Belajar, UPM Probolinggo telah membuka pandangan baru. Bahwa, kami harus berkolaborasi antarperguruan tinggi satu dengan yang lain. Dan, ini yang sudah berjalan sejak 2019 lalu,” ujarnya.
Ia mengaku, telah bekerja sama dengan Uniwara Pasuruan dan Unars Situbondo. Kerja sama ini memungkinkan untuk saling tukar menukar dosen. Bisa saja dosen UPM mengajar di perguruan tinggi yang sudah bekerja sama. Atau sebaliknya. Penerapan Merdeka Belajar, diawali dengan memorandum of understanding (MoU) kemudian ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Karena terkendala masa pandemi Covid-19, selama ini yang Merdeka Belajar baru dosennya. Mulai tahun ajaran baru 2021, Merdeka Belajar UPM Probolinggo bisa antarmahasiswa dengan perguruan tinggi atau mahasiswa dengan instansi.
Merdeka Belajar oleh mahasiswa, memungkinkan mahasiswa UPM belajar di perguruan tinggi yang telah bekerja sama. Atau, sebaliknya. Mahasiswa perguruan tinggi yang ikut kerja sama ikut pembelajaran di UPM.
GUDANGNYA INOVASI: Tim juri lomba Inovasi Daerah Kabupaten Probolinggo saat meninjau kreasi mahasiswa UPM
Selain pertukaran mahasiswa, dalam praktik Merdeka Belajar, memungkinkan mahasiswa UPM magang. Magang ini dianggap kuliah di instansi atau di perusahaan yang juga sudah bekerja sama. “Di PLTU Paiton, misalnya. Tapi, nanti ada konversinya. Tergantung mata pelajaran apa yang masuk dalam pekerjaan yang digelutinya,” ujar Prof Dr. Haris.
Ia mencontohkan, organisasi perusahaan dan struktur organisasi. Menurutnya, di jurusan teknik, ada pembangkit tenaga listrik dan sebagainya. Teknisnya, tetap mahasiswa yang memutuskan. “Namanya saja Merdeka Belajar. UPM tidak punya kewenangan memaksa mahasiswa belajar di pergruan tinggi yang sudah kerja sama ini,” jelasnya.
Diketahui, penerapan Merdeka Belajar UPM, telah dapat hibah MBKM dari Kemendikbud Dikti. Ada dua program studi (prodi) yang mendapatkannya. Prodi Teknik Industri dan Prodi Manajemen. Dengan total hibah senilai Rp 129.950.000.
PRESENTASI: Dua mahasiswa UPM presentasi saat kunjung lapang juri lomba inovasi daerah beberapa waktu lalu. Mereka akhirnya meraih juara pertama.
Adanya Merdeka Belajar, menurut Prof Dr. Haris, supaya mahasiswa bisa bergerak dengan baik mewujudkan Indonesia unggul. Dengan adanya Merdeka Belajar, banyak efek domino yang positif. Bila dulu mahasiswa hanya banyak mendapat teori, kini bisa langsung praktik, seperti ke perusahaan.
Sejauh ini inovasi yang dihasilkan mahasiswa UPM tidak diragukan lagi. Banyaknya inovasi yang dilahirkan UPM, membawa kesan UPM satu-satunya kampus di Probolinggo yang paling getol berinovasi.
Baru-baru ini, mahasiswa UPM mampu menghasilkan satu unit mobil solar energi dan sudah berhasil diujicobakan. Dalam waktu hampir bersamaan, dalam Kompetisi Bisnis Plan Unesa Tahun 2021, dari 100 peserta, tiga di antaranya adalah tim UPM. Mereka berhasil menjadi nominasi dari 3 kategori.
Ada informasi penting bagi lulusan SMA sederajat yang ingin memperluas wawasan sesuai minat bakatnya. Daftar saja menjadi mahasiswa di UPM Probolinggo Tahun Akademik 2021/2022. UPM Probolinggo membuka pendaftaran gelombang I pada Februari-Mei 2021. Gelombang II dibuka pada Juni-Agustus 2021.
Ada tujuh fakultas yang dimiliki UPM. Di antaranya, Fakultas Pertanian, Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Teknik, Fakultas Hukum, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi, serta Fakultas Sastra dan Filsafat.
Pendaftaran online : https:// www.upm.ac.id. Untuk informasi pendaftaran lebih lanjut bisa hubungi WA Joko Wahyudi di nomor 081 336 054 968; Dodi Joko di nomor 081 944 933 330 dan Misdiyanto di nomor 085 791 630 162. (el/adv) Editor : Muhammad Fahmi