MAYORITAS orang pasti sudah mengetahui apa itu hiking. Aktivitas outdoor yang dulunya hanya dilakukan oleh pecinta alam, kini aktivitas ini sudah mulai bergeser menjadi sebuah lifestyle yang dapat dilakukan saat ada waktu senggang, akhir pekan, atau saat liburan.
Hiking merupakan aktivitas berjalan kaki di jalur yang sudah ada, melalui pegunungan, semak-semak, dan daerah pedesaan.
Dengan medan landai serta kondisi jalan yang sudah cukup nyaman. Karena itulah, aktivitas ini pada umumnya tidak memerlukan waktu yang lama sampai seharian. Melainkan hanya dengan hitungan jam.
“Sama halnya dengan lari, hiking yang dulunya hanya dilakukan oleh orang-orang tertentu, kini menjadi salah satu gaya hidup sehat yang rutin dilakukan,” kata Janur Rosultan, 39.
Warga Kelurahan Kanigaran, Kota Probolinggo ini menjelaskan hiking bertujuan rekreasi atau bersenang-senang.
Dengan prinsip kembali ke alam, menikmati panorama alam untuk menjernihkan pikiran.
Aktivitas ini tidak membutuhkan banyak peralatan dan perlengkapan. Ada dua alternatif dalam melakukan hiking ini.
Bisa dilakukan dalam waktu setengah hari atau lebih. Hal ini mempengaruhi peralatan yang harus dibawa.
Untuk orang yang melakukan hiking setengah hari, barang yang dibawa biasanya berupa tas yang ringan dengan sebotol air minum, cemilan, dan obat-obatan seperlunya untuk berjaga-jaga.
Sementara untuk hiking yang melewati satu hari, perlu membawa pakaian ganti, lebih banyak makanan, tenda, kantong tidur, dan peralatan lainnya yang dibutuhkan untuk bermalam.
“Hiking ini merupakan aktivitas healing tipis-tipis. Jadi lebih fleksibel. Barang yang dibawa menyesuaikan durasi atau lamanya waktu hiking,” bebernya.
Janur menuturkan jika dirinya sudah melakukan aktivitas hiking, sejak dirinya masih duduk di bangku SMA.
Bahkan saking sukanya dengan aktivitas ini, sampai saat ini pun masih dilakukannya.
Ia menjelaskan, beda hiking dahulu dengan sekarang. Dahulu hiking hanya dilakukan oleh anak pecinta alam.
Sebab jalan yang dilalui hanya berupa jalan setapak masih belum tersentuh pembangunan.
Namun, saat ini rute hiking lebih mudah dilalui karena sudah dibangun lebih kuat dan nyaman, hal itu pun berubah. Karena aktivitas ini, kian digandrungi oleh warga lintas generasi.
“Hiking sangat baik untuk kesehatan fisik, memperkuat otot, tulang, dan jantung. Serta mampu mengurangi stres, menenangkan pikiran, dan meningkatkan suasana hati,” tuturnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Bahrul, 37, warga Kecamatan Gending. Ia menguraikan, hiking merupakan kegiatan berjalan kaki di jalur yang sudah disiapkan, seperti jalan setapak, jalur taman nasional, atau bukit ringan.
Dengan demikian, orang yang melakukan aktivitas ini, sudah tidak perlu khawatir tentang keamanannya.
Walaupun demikian tidak boleh menyepelekan kegiatan hiking. Tetap harus ada persiapan yang matang.
Khususnya kondisi fisik yang sehat dan logistik yang perlu dibawa selama pelaksanaan hiking.
“Hiking saat ini sudah banyak dilakukan oleh orang. Sumpek setelah sepekan bekerja kemudian rekreasi dengan hiking,” ungkapnya.
Walaupun aktivitas ini tergolong menantang, tetapi mudah untuk dilakukan, tetap saja harus ada aturan yang perlu dijaga selama aktivitas.
Mulai dari menjaga perilaku di sepanjang rute hiking, tidak melakukan aktivitas melanggar susila, serta menjaga lingkungan agar tetap asri dengan tidak membuang sampah sembarangan.
“Dalam melakukan hiking menjaga tingkah laku dan aturan sekitar perlu dilakukan. Seperti, tidak membuang sampah sehingga alam tetap bersih dan asri,” imbuhnya. (ar/one)
Editor : Jawanto Arifin