Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kedai Kopi Open Space, Tempat Asyik untuk Nongkrong dan Nugas

Inayah Maharani • Minggu, 27 April 2025 | 22:05 WIB
TEDUH: Pengunjung salah satu kedai kopi yang ada di wilayah Probolinggo, tengah bersantai di ruang semioutdoor menikmati menu yang dipesan.
TEDUH: Pengunjung salah satu kedai kopi yang ada di wilayah Probolinggo, tengah bersantai di ruang semioutdoor menikmati menu yang dipesan.

KEDAI kopi satu ini memiliki luas tanah hampir satu hektar. Tak heran, jika konsep yang digunakan adalah open space.

Halaman yang luas dengan banyak tumbuhan ditambah bangunan yang sederhana menjadikan tempat ini tampak lebih “homey” untuk sekadar disebut tempat ngopi.

Secara umum, bangunannya model rumah lama. Ada beberapa yang direnovasi, namun kesan kunonya masih melekat.

Bagian depan rumah sengaja dibuat transparan dengan dipenuhi kaca-kaca besar agar pengunjung di dalam bisa melihat pemandangan hijau di luar ruangan.

Koko Yoga Pratama, 24 sebagai head bar mengatakan bahwa sang pemilik menyukai kisah-kisah Yunani kuno.

SANTAI: Suasana yang tenang, membuat Kedai Kopi dengan konsep Open Space tersebut menjadi tempat yang nyaman untuk sekedar nongkrong sendiri ataupun bersama teman.
SANTAI: Suasana yang tenang, membuat Kedai Kopi dengan konsep Open Space tersebut menjadi tempat yang nyaman untuk sekedar nongkrong sendiri ataupun bersama teman.
NUGAS: Tak hanya menjadi tempat nongkrong, karena kedai setempat juga menjadi tempat untuk mengerjakan tugas.
NUGAS: Tak hanya menjadi tempat nongkrong, karena kedai setempat juga menjadi tempat untuk mengerjakan tugas.

Tak heran, tema ruangannya dibuat menyerupai bangunan Yunani kuno. Dalam ruangan itu juga banyak lukisan-lukisan tentang tokoh-tokoh legenda Yunani kuno.

Warna yang digunakan tak banyak hanya coklat dan putih. “Founder-nya memang suka cerita-cerita Yunani. Jadi, terinspirasinya dari sana,” katanya.

Koko menambahkan, bahwa kedai itu memiliki tiga ruangan. Yaitu indoor, outdoor dan semioutdoor.

Kedai tersebut juga memiliki kapasitas besar mencapai 120 orang. Dengan halaman yang luas tersebut, bisa menambung lebih dari 100 orang.

Biasanya mereka datang saat sore hari sampai dengan malam hari. Suasana saat sore hari sangat hangat.

Pengunjung bisa melihat senja ketika sore hari. Dan malam hari, suasananya juga enak untuk mengobrol dengan lampu-lampu taman yang indah.

Segmentasi pasarnya memang diperuntukkan bagi kalangan menengah. Namun yang datang beragam. Mulai dari remaja, pekerja bahkan mahasiswa.

“Ada yang datang untuk nongkrong ada juga yang bekerja sambil nugas. Biasanya yang bekerja atau nugas, memilih di dalam karena lebih enak ruangannya ber-AC,” bebernya.

 

Bercita-cita Tingkatkan Literasi

Sebelum pindah ke tempat sekarang, kedai itu tak hanya sebuah tempat yang menjual kopi.

Namun juga tempat literasi. Semua buku tersedia dan bebas dibaca. Sayangnya setelah pindah, untuk sementara waktu ini, pojok literasi tersebut belum berjalan lagi.

Sam Pangestu, 34, technical Floor, mengatakan bahwa pojok literasi dalam kedai tersebut akan segera dibuka kembali.

“Saat ini sedang vakum, kami masih cari tempat yang nyaman untuk dibuat tempat menaruh buku-bukunya itu,” katanya.

Bahkan, kata Sam, kedai tersebut banyak digunakan untuk acara komunitas. Seperti acara diskusi, womens day dan acara literasi.

Bahkan, nama kedai itu sendiri diambil dari sebuah istilah yang maknanya adalah tempat berkumpulnya para intelektual zaman Yunani dahulu.

Sehingga penggunaannya, juga dibuat sebisa mungkin untuk jadi tempat yang nyaman bagi para pemikir.

Bahkan kedai setempat, punya slogan yang dipegang sebagai nilai yaitu “empowerment for everyone,”

“Kami dahulu menciptakan kedai ini, memang memiliki cita-cita meningkatkan literasi. Karena, kita tahu sendiri bahwa literasi di sini masih cukup minim,” tandasnya. (ran/one)

Editor : Jawanto Arifin
#outdoor #kedai kopi #Kota Probolinggo #nongkrong