TAMPILAN cake semakin berkembang menjadi lebih kreatif dan elegan. Saat ini, cake bukan hanya soal cita rasa, tetapi juga estetika. Salah satu tren yang sedang digemari adalah cake bergaya Korea dengan tampilan minimalis dan sentuhan dekorasi bunga hidup yang elegan.
Seorang pembuat cake estetik asal Kota Probolinggo, Ratih Novrianti, 31, mengaku terinspirasi dari drama korea yang kerap menyuguhkan cake bergaya minimalis dalam alur filmnya. “Kebetulan saya juga memiliki usaha buket bunga, jadi nyambung antara usaha cake ini,” katanya.
Biasanya, ia menggunakan warna-warna paste dengan desain yang simpel, tapi tetap anggun untuk krim pada kuenya. Selain krim, Ratih juga terkadang menggunakan selai.
“Kebanyakan menggunakan dasar warna putih, baru bunganya yang kita hias menggunakan warna yang cerah dan senada,” ujar warga Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo ini.
Untuk hiasan bunga, Ratih biasanya menggunakan bunga peacock. Lantaran bunga ini memiliki ukuran yang pas untuk sebuah cake.
“Ukurannya tidak terlalu besar ataupun terlalu kecil. Sebab, cake yang kami gunakan maksimal biasanya berdiameter 12 hingga 16 sentimeter saja. Selain itu, peacock memiliki daya tahan yang lebih lama ketimbang bunga lain. Kan ada beberapa bunga yang sifatnya cepat layu,” tuturnya.
Ada empat macam warna bunga peacock yang biasa ia gunakan. Meliputi, putih, merah muda, ungu, dan biru. Selain bunga, Ratih juga terbiasa menggunakan dedaunan, seperti daun mint untuk menghias kuenya.
“Bila ada request warna lain, seperti pernah waktu itu kami menerima pesanan minta bunganya warna hitam. Itu bisa kami lakukan asal disampaikan jauh-jauh hari. Sebab, masih butuh disemprot pewarna khusus bunga terlebih dahulu,” katanya.
Sebelum bunga digunakan, Ratih terlebih dahulu mencucinya. Setelah dicuci, bunga lantas dikeringkan. Cake lalu dihias dengan lapisan krim berwarna pastel dan dipadukan dengan bunga peacock yang memberikan sentuhan segar dan natural.
“Bila tidak perlu diwarnai lagi, bisa langsung digunakan di atas kue menggunakan pinset. Ini aman, sebab biasanya memang hanya sebagai hiasan saja. Tidak untuk dimakan. Kecuali daun-daunan yang memang bisa dimakan seperti daun mint,” tuturnya.
Tampilan Imut, Bikin Sayang Dimakan
Tampilan memikat dan rasa yang lezat membuat cake bergaya Korea ini bisa menjadi karya seni. Tak hanya memanjakan lidah, tetapi juga mata, sehingga tak heran membuat penikmatnya merasa sayang bila dimakan.
Hal tersebut disampaikan salah satu pelanggan, Medina Ariyanti, 17, warga Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok. Katanya, cake ala Korea tersebut sangat imut dan lucu.
“Tampilannya bikin sayang kalau harus dimakan, tapi rasanya enak. Manisnya pas,” katanya.
Menurutnya, cake semacam ini bisa menjadi pilihan favorit untuk berbagai acara, seperti ulang tahun, pernikahan, hingga hadiah spesial.
“Selain cakenya yang canti, tampilannya menarik sekali. Ditambah dijual di kafe yang suasananya cozy. Tentu saja momen semacam ini sangat sayang bila tak diabadikan. Terutama cake-nya, wajib difoto dan di-upload di media sosial,” ujar siswi kelas 11 salah satu SMK di Kota Probolinggo ini. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando