Jaket pelindung sinar ultraviolet (UV) semakin populer di kalangan masyarakat yang peduli akan kesehatan kulit. terutama di tengah meningkatnya kesadaran akan dampak buruk paparan sinar matahari.
Bukan hanya sebagai perlengkapan olahraga, jaket ini kini merambah ke dunia fashion sebagai outerwear multifungsi yang stylish dan nyaman digunakan. Jaket UV awalnya dirancang untuk melindungi kulit dari radiasi sinar ultraviolet yang bisa merusak kulit. Sinar UV dikenal dapat memicu penuaan dini, kulit terbakar, bahkan meningkatkan risiko kanker kulit.
Dalam kegiatan luar ruangan seperti bersepeda, lari, atau hiking, jaket ini menjadi andalan untuk memberikan perlindungan tambahan di samping sunscreen.
Namun, seiring berjalannya waktu, jaket pelindung ini tak lagi terbatas pada olahraga. Banyak brand fashion yang mulai mengadaptasi teknologi ini ke dalam desain jaket yang lebih kasual dan fashionable.
“Dalam penampilannya ada berbagai model dan warna yang membuatnya sempurna digunakan sebagai outer, baik dalam suasana santai maupun semi-formal," UJAR salah seorang penggunanya, Deby Azzahra, 20.
Salah satu kelebihan jaket INI sebagai outer adalah bahannya yang ringan dan cepat kering. Sehingga, hal ini menjadikan jaket ini cocok digunakan di iklim tropis, seperti Indonesia, di mana sinar matahari bisa sangat terik.
Menurutnya, jaket ini juga mudah dipadupadankan dengan berbagai outfit. Mulai dari pakaian olahraga hingga jin dan t-shirt. Selain itu, mengenakannya sebagai pelengkap gaya harian saat bepergian atau bahkan saat hangout dengan teman.
“Harganya terjangkau, kainnya tipis. Jadi nyaman untuk buat kegiatan casual. Perpaduannya pun fleksibel, banyak cocok dengan dengan apapun, asalkan warnanya cocok,” ujar warga Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo ini.
Menggunakan jaket UV juga lebih simpel. Terlebih bagi yang suka buru-buru dan merasa ribet dengan sunscreen. “Terkadang ada yang enggan pakai sunscreen, dengan jaket UV, juga aman dari sengata matahari langsung,” ujar salah seorang pengamat fashion, Mega. (don/rud)
Editor : Ronald Fernando