Radar Bromo-Di era digital, puisi seperti menemukan rumah barunya; di platform media sosial seperti Instagram dan TikTok.
Dengan format yang singkat dan visual yang menarik, puisi modern kini semakin mudah diakses oleh khalayak luas, terutama generasi muda.
Platform ini mengubah cara penyair berinteraksi dengan pembaca, seta membawa angin segar bagi perkembangan puisi di Indonesia.
Instagram, misalnya menjadi tempat di mana penyair bisa memadukan kata-kata puitis dengan visual yang estetis.
Dengan fitur gambar dan video, puisi kini hadir bukan hanya sebagai teks, tetapi sebagai karya bisuak yang memikat.
Akun-akun seperti @puisilangit atau @kongsipuisi di Instagram, mengajak pengikutnya merenung dengan puisi-puisi singkat yang membahas tema cinta, kehilangan, hingga kehidupan sehari-hari.
Penyair bisa mengemas puisi mereka dalam format yang ringan dan mudah dibaca dalam sekali gulir, menjadikannya lebih dekat dengan pembaca.
TikTok juga tak kalah berpengaruh. Di platform ini, Puisi seringkali disajikan dalam bentuk video pendek, diiringi musik atau visual yang mendukung emosi puisi.
Penyair seperti Aan Mansyur atau Aditia Yudis, misalnya, memanfaatkan TikTok untuk membacakan puisi mereka. Sambil berinteraksi langsung dengan audiens melalui komentar dan "live sessions."
Dampaknya, puisi menjadi lebih interaktif dan inklusif, memungkinkan penyair untuk merespons langsung umpan balik pembaca dalam hitungan detik.
Tren ini mengubah lanskap puisi modern di Indonesia. Puisi, yang dulu mungkin dianggap sebagai karya sastra yang kaku atau eksklusif, kini lebih cair dan fleksibel.
Generasi muda yang sebelumnya kurang tertarik pada puisi kini terlibat secara aktif, baik sebagai pembaca maupun pencipta.
Platform seperti Instagram dan TikTok juga memungkinkan penyair baru untuk dikenal tanpa harus melewati jalur penerbitan tradisional yang sering kali penuh tentangan.
Meskipun ada kekhawatiran bahwa puisi di media sosial cenderung dangkal atau kehilangan kedalaman, format ini justru membuka ruang baru bagi eksperimen artistik.
Penyair dapat bereksperimen dengan kata, gambar, dan musik menciptakan pengalaman sastra yang berbeda.
Dampaknya terhadap perkembangan puisi modern di Indonesia adalah munculnya gaya baru yang lebih santai, tetapi tetap kaya makna dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Puisi di media sosial bukan hanya tren sementara, tetapi bagian dari evolusi sastra di era digital.
Ini menunjukkan bahwa puisi bisa berkembang dan beradaptasi dengan teknologi, sambil tetap mempertahankan esensinya sebagai ekspresi emosi dan pemikiran. (Fera Dwi Veronica Sari/ Tim Magang Unesa)
Editor : Muhammad Fahmi