Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Imut dan Berkilau, Diamond Gigi Bikin Tertarik

Inneke Agustin • Minggu, 5 Mei 2024 | 19:00 WIB
IMUT: Rista Nur Anggraini, warga Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, menggunakan grillz atau diamond di giginya.
IMUT: Rista Nur Anggraini, warga Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, menggunakan grillz atau diamond di giginya.

DALAM dunia estetika, tren unik dan mengagumkan terus bermunculan. Kali ini perhatian tertuju pada diamond gigi. Fenomena ini menghadirkan kilau mewah ke dalam senyuman seseorang dengan menempatkan berlian kecil di permukaan gigi menggunakan lem khusus.

Meski awalnya terdengar seperti tren yang ekstrem, namun kini banyak orang yang tertarik untuk memasang diamond gigi. Karena dapat menambah sentuhan mewah. Dengan berbagai macam warna berlian yang tersedia, orang dapat menyesuaikan dengan gaya dan preferensi masing-masing.

Dikenal juga dengan sebutan tooth bling, grills, grillz, fronts, atau tindik gigi. Diamond gigi telah menjadi tren yang semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia. Berlian kecil atau kristal diletakkan di sekitar gigi depan untuk menciptakan efek kilau yang mencolok ketika tersenyum.

Salah satu pengguna grillz ini adalah Rista Nur Anggraini, 24, warga Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Ia menggunakan sebuah diamond di gigi seri kirinya sejak delapan bulan lalu.

“Saya memasangnya bersama mama mertua. Kebetulan saat itu kami sedang beli emas, nah pelayannya itu pakai diamond di giginya. Kok imut, jadi kami tertarik untuk pasang juga. Kami juga diberi tahu alamat klinik kecantikannya di mana. Kami langsung meluncur ke sana untuk pasang diamond tersebut,” kata Rista.

Ia memilih memasang warna natural, putih bening. Sementara mama mertuanya memilih warna rainbow atau pelangi.

 

 

“Kalau bening ini ya warnanya cuma putih begitu saja. Kalau rainbow ini jika dilihat dari tiap sisi biasanya warnanya bisa berubah-ubah. Ada juga warna yang lain seperti biru, pink, hijau, tergantung sukanya warna apa,” katanya.

Rista mengatakan, proses pemasangannya terbilang praktis dan terjangkau. Pemasangannya tidak perlu gigi dibor terlebih dahulu, melainkan bisa langsung dipasang menggunakan lem khusus. Satu diamond berserta pemasangannya berkisar antara Rp 30 hingga Rp 75 ribu.

“Tergantung kualitas diamond yang digunakan. Milik saya dan mama yang harga Rp 75 ribu. Alhamdulillah kuat sampai sekarang. Tidak copot. Kuat lemnya meski sering digosok ketika sikat gigi. Warnanya juga tidak pudar,” katanya.

Meski demikian, saat kali pertama menggunakannya, Rista merasa seperti ada yang mengganjal di giginya.

“Seperti ada yang nyelilit di gigi, jadi kadang reflek dipegang. Tapi, lama-lama sudah terbiasa. Banyak orang juga yang tanya ini masang di mana, karena cantik katanya,” tuturnya. (gus/rud)

 

 

IMUT: Rista Nur Anggraini, warga Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, menggunakan grillz atau diamond di giginya.
IMUT: Rista Nur Anggraini, warga Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, menggunakan grillz atau diamond di giginya.

Tak Hanya Fashion, Juga Investasi

TAK hanya perempuan. Cowok juga ada yang memasang diamond gigi. Salah satunya Eko Hidayat, 33. Ia memasang grillz sejak 2018. Memilih memasang diamond jenis rainbow atau seribu warna di kedua giginya. Yakni, di gigi seri sebelah kanan dan kiri.

“Saya pilih warna ini, sebab yang paling mirip dengan warna murni diamond. Jadi, kalau dari samping kadang kelihatan pink. Dari depan kelihatan putih, kadang dari sisi lainnya kelihatan biru. Kan diamond identik dengan kelap kelip begitu,” ujar warga Desa Karanganyar, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo ini.

Ia memasang diamond di sebuah klinik gigi langganannya. Katanya, diamond yang dipasangnya merupakan barang asli, bukan sekadar gaya semata.

“Saya pesan permata di toko emas. Harus menunggu seminggu hingga barangnya ada. Sepasang itu harganya Rp 2 juta. Ini ketiga harga emas belum setinggi sekarang,” katanya.

Eko mengatakan, awalnya mengetahui tren ini dari dokter di klinik langganannya. Ketika memeriksakan karang gigi, Eko ditawarkan memasang grillz. Untuk menjaga kualitas grillz-nya, ia rutin memeriksakannya ke klinik gigi.

“Biasanya empat atau lima bulan saya kontrol ke klinik gigi. Sekali perawatan butuh biaya Rp 50 hingga Rp 150 ribu. Tergantung ada yang perlu diperbaiki atau tidak. Kalau hanya cek biasa, murah. Tapi sampai sekarang alhamdulillah aman-aman saja. Tidak ada kendala ataupun sampai copot,” katanya.

 

 

Selain itu, penggunaan sikatnya pun khusus. Lebih lembut. Harganya sekitar Rp 75 ribu. “Jadi tidak mudah melukai gigi ataupun merusak diamond. Sementara, pasta giginya bisa menggunakan apa saja. Kalau untuk pantangan makanan tidak ada. Hanya rajin-rajin merawat saja,” tambah Eko.

Cara pemasangannya juga tergolong praktis. Biayanya masih terjangkau. Sekitar Rp 500 ribu untuk dua titik. Sebelum dipasang, bisa dicoba dulu.

“Dipasang tidak permanen, nanti dicek kira-kira cocoknya di gigi sebelah mana sambil berkaca. Awalnya saya mau pasang satu saja, tapi kok sepertinya rumpang. Akhrinya pasang dua, lebih serasi saja. Baru kalau sudah cocok, giginya dilaser kemudian diamond dipasang,” jelasnya.

Eko mengaku memasang diamond tak hanya didasarkan tren fashion. Namun juga investasi. “Makanya saya pakai permata asli. Bayangkan sekarang harga emas sudah berapa kali lipat dari 2018. Tentu harga diamond saya ini juga ikut melambung. Bisa dijual sewaktu-waktu ketika butuhkan,” katanya.

Meski demikian, Eko mengaku pada awalnya sempat ragu untuk memasang diamond. Khawatir dipandang berlebihan oleh teman-temannya. “Tapi setelah dipasang, lalu saya berkaca ternyata bagus. Bahkan teman-teman banyak yang bertanya terkait diamond ini,” tuturnya. (gus/rud)

Editor : Ronald Fernando
#fashion #gigi #diamond