KAFE telah menjadi tempat yang populer bagi banyak orang untuk bersantai, bekerja, atau sekadar bertemu teman. Bahkan, nongkrong di kafe telah menjadi gaya hidup tersendiri yang mencakup berbagai aktivitas dan tren.
Salah satu kafe dengan interior cantik terletak di Jalan Diponegoro, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Kafe ini didesain dengan menggabungkan elemen industrial, klasik, dan minimalis. Menciptakan suasana unik yang memikat.
Kafe ini menggunakan perpaduan bata ekspos di dinding eksteriornya. Sementara, penyokongnya menggunakan struktur baja yang dicat berwarna hitam. Tak hanya memberikan perpaduan yang indah, penggunaan bata ekspos dan baja yang tak dikuliti tentunya akan menghemat waktu pengerjaan bangunan.
“Penggunaan bata ekspos dan struktur baja, memberikan sentuhan industrial yang kuat dan menambah karakter kafe modern. Struktur baja juga dibiarkan terbuka, memberi kesan dekoratif dan industrial yang otentik di dalam ruangan,” ujar salah seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Jurusan Arsitektur Anastasia Nadliratul Lail.
Penggunaan plafon yang tinggi membuat sirkulasi udara kafe terjaga. Jendela kaca berukuran besar membuat cahaya matahari menerangi ruangan secara maksimal.
“Ini akan menjadikan ruangan hemat energi. Saat siang tidak perlu bantuan lampu. Bahkan, saat malam pun suasanya akan cantik dengan pemandangan langit malam yang tersorot dari dalam ruangan,” katanya.
Sumber cahaya tak hanya berasal dari jendela. Juga dari penggunakan lampu gantung dan lampu sorot di dalam ruangan. Menurut Tasya, gabungan pencahayaan alami dengan pencahayaan buatan menciptakan suasana yang nyaman dan terang.
“Ada lampu gantung yang estetik di dalam kafe. Terutama untuk lampu yang menggunakan bahan kayu balok dengan ceilling rantai, sangat kuat kesan industrial klasiknya. Sedangkan lampu sorot digunakan pada area bar,” katanya.
Sementara pada interiornya menampilkan kesan klasik yang dihadirkan melalui penggunaan panel kayu di dinding kafe. Kayu ini ternyata terbuat dari kayu bekas yang disusun dan dipres menjadi satu.
“Jadi potongan-potongan kayu, direkatkan kemudian dipres. Lalu dibentuk persegi dengan ukuran sekitar 30 x 30 sentimeter. Baru kemudian direkatkan ke dinding kafe,” kata pemilik kafe, Ansori.
Ia juga menggunakan panel PVC dengan motif kayu senada. Dipasang di dinding ruangan dan menerus hingga plafon. Kemudian dipadukan dengan backdrop televisi bermotif marble yang menambah kesan modern. Lantai kafe pun dibuat seirama dengan warna cokelat bermotif mozaik.
“Meja dan kursinya juga dari kayu Jati. Ini merupakan kayu bekas yang diolah dan didesain ulang. Kayu tersebut digunakan sebagai rangka kursi, ditambah anyaman rotan. Sedangkan, untuk kayu balok kami gunakan sebagai lampu gantung, kesannya tampak klasik,” katanya.
Ia mengaku mendesain sendiri interior kafe dengan bantuan referensi dari internet. Setelah mendapatkan desain yang sesuai, ia mulai membangunnya dengan memanfaatkan lahan parkir hostel miliknya.
“Memanfaatkan lahan yang sudah ada. Dengan adanya kafe ini, kami harap bisa menjadi salah satu destinasi wisata kuliner di Kota Probolinggo yang diminati warga ataupun pelancong. Mengingat Kota Probolinggo ini letaknya juga strategis,” katanya.
Kafe berukuran 200 meter persegi memiliki tatanan ruang yang rapi. Tampak seluruh sudut ruang dimanfaatkan seefisien mungkin. Di dalamnya bahkan dilengkapi live performance stage dengan alat musik lengkap, layar televisi yang cukup besar untuk nonton bareng, ruang karaoke keluarga, ruang rapat, dapur, dan toilet. Bahkan masih tersisa teras bagi penikmat kafe yang ingin menyeduh kopi sambil merasakan semilir angin.
“Jadi, kalau musim bola bisa nobar di sini. Kalau ingin menggunakan sarana live music, juga boleh. Bahkan rencana nantinya, bila ada yang memang mumpuni, akan kami ajak kerja sama supaya bisa tampil setiap minggunya di sini. Jadi anggap saja di sini tempat latihan juga, kami fasilitasi di sini,” katanya. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando