MUSIM pancaroba memberikan tantangan baru dalam menikmati kelezatan degan atau kelapa muda. Meski dikenal sebagai minuman dingin yang menyegarkan, degan atau kelapa muda ternyata juga dapat menghadirkan kenikmatan yang luar biasa saat disajikan dalam bentuk hangat.
Minuman hangat degan bakar menjadi pilihan yang unik dan cocok untuk menyambut perubahan cuaca. Menyuguhkan sensari baru yang memanjakan lidah dan menyegarkan tubuh. Proses pemanasan tidak hanya meningkatkan aroma dan rasa alami dari degan. Tetapi, juga menambah dimensi baru dalam pengalaman menikmati minuman tropis satu ini.
Salah satu penjual degan bakar di Jalan Serma Abdurrahman, Voni Dwi Erawadi, 44, mengaku merintis usahanya sejak 2004. Saat itu, kedai degan bakarnya masih dikelola orang tuanya, Sumanto, 76. Kedai tersebut buka setiap hari tanpa libur. Mulai pukul 17.00 hingga 00.00.
“Tapi karena sekarang bapak sudah sepuh, jadi dilanjutkan oleh anak-anaknya. Meski terkadang bapak masih berkunjung ke kedai untuk memantau suasana,” ujar warga Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo ini.
Voni mengatakan, degan yang digunakan berasal dari para mitra bisnisnya. Degan-degan tersebut diantarkan ketika stok mulai menipis. Voni mengaku menggunakan degan biasa dan degan ijo. Sementara degan jenis kopyor akan dihadirkan bila ada pemesanan saja. Dalam sehari, dapat menghabiskan 50 hingga 100 butir kelapa.
“Pokoknya kalau sudah tinggal sedikit di sini, saya tinggal telepon. Nanti langsung diantar, sebab sudah berlangganan sejak lama. Kalau degan kopyor memang tidak stok, harganya mahal. Jadi, kalau ada yang ingin menggunakannya, harus pesan terlebih dahulu,” katanya.
Untuk mendapatkan kualitas degan bakar yang sempurna, Voni harus membakar degan-degan tersebut. Lamanya sekitar empat jam di dalam tong dengan bantuan bara api. “Dibakar di dalam tong menggunakan api yang berasal dari batok kelapa dan kayu,” katanya.
Voni menjelaskan, sebelum dibakar, bagian bawah degan harus ditipiskan terlebih dahulu hingga maksimal 5 sentimeter dari batoknya. Ini harus dilakukan dengan baik dan benar. Agar matang secara sempurna. Kemudian dimasukkan ke dalam tong untuk dibakar.
“Memotong bagian bawah degan harus hati-hati, jangan terlalu tebal atau terlalu tipis. Kalau terlalu tebal, lama matangnya. Kalau terlalu tipis, bisa pecah degannya,” jelasnya.
Degan bakar yang sudah matang mengeluarkan aroma harum dan cita rasa manis alami. Kemudian dikerok dan airnya diberikan campuran rempah ataupun telur ayam.
“Tapi, ini sesuai selera. Bisa juga request ingin diberi susu atau tidak. Pakai telur atau tidak. Termasuk kalau ingin original alias hanya degan dan airnya saja, juga bisa,” kata Voni.
Harga setiap porsi degan bakar bervariasi. Mulai Rp 18 ribu dengan menu rempah-rempah plus susu dan madu hingga Rp 30 ribu dengan menu rempah ijo original menggunakan degan ijo.
“Kebanyakan konsumen menyukai menu degan bakar yang plus susu dan telur. Terutama bagi kaum pria. Biasanya mereka beramai-ramai nongkrong di sini pada hari-hari weekend, seperti Sabtu dan Minggu,” tutur Voni.
Degan bakar tak hanya sebagai minuman yang memberi sensasi hangat. Namun, juga dipercaya memiliki sejumlah manfaat kesehatan.
“Selain itu, juga membantu menetralkan racun-racun di dalam tubuh. Menambah stamina, menghilangkan pegal linu, dan masih banyak lainnya,” kata Voni.
Salah satu penikmat degan bakar, Muhammad Yudianto, 23, mengatakan, telah menikmati degan bakar sejak 2 tahun lalu. Ia menikmati degan bakar tersebut saat hari sudah larut.
“Hanya untuk menghangatkan badan, sebab ada rempah-rempahnya juga. Biasanya ke sini seminggu sekali, kadang sebulan sekali. Tergantung keinginan,” katanya. (gus/rud)
Editor : Jawanto Arifin