Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Outfit Monokrom Tidak Melulu Hitam-Putih

Fahrizal Firmani • Minggu, 7 Januari 2024 | 18:25 WIB
BOLEH BERWARNA: Etika Hasanah, dengan outfit monokrom serba pink. (Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)
BOLEH BERWARNA: Etika Hasanah, dengan outfit monokrom serba pink. (Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Gaya outfit monokrom tidak pernah gagal menjadi pilihan dalam berpakaian. Penampilan yang terlihat simpel dan minimalis cocok digunakan dalam berbagai acara. Bisa digunakan untuk sekadar jalan-jalan atau pergi kondangan.

 

MONOKROM artinya sesuatu yang tunggal. Berasal dari bahasa Yunani, mono artinya tunggal dan chrome berarti warna.

Warna monokrom merujuk pada mereka yang memakai outift dengan warna senada. Baik putih, hitam, atau abu-abu.

Etikah Hasanah, 23, salah seorang model asal Bangil, Kabupaten Pasuruan, mengaku suka dan berani mencoba hal baru. Termasuk dalam berpakaian. Salah satunya yang disukai adalah look monokrom. Paling digemari warna putih.

“Banyak orang yang tidak mau, karena mudah kotor. Justru saya merasa percaya diri memakainya, karena terlihat berani dan berbeda,” katanya.

Warna putih membuat pemakainya menjadi lebih teliti dan hati-hati. Sehingga, saat duduk atau berjalan, pemakainya bertindak dengan elegan. Kelebihannya, karena simpel, look monokrom cocok dipakai dalam semua acara.

 

 

Saat acara formal, biasanya bercelana dipadukan dengan blazer. Saat acara kasual, seseorang bisa memakai rok atau celana. Pemakaian blazer saat acara kasual adalah pilihan.

Aksesorisnya bebas. Sesuai selera. Etikah mengaku lebih suka memakai kalung mutiara bunga dengan warna putih atau pink. Karena cocok jika dipadukan dengan outift serba putih.

“Kalau pemakaian tas untuk warna bebas. Boleh putih atau memilih warna yang kontras dengan outift yang dipakai,” ujar guru SMK di Bangil ini.

Selain Etikah, ada juga Amelia, warga Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Ia mengaku menyukai outfit monokrom. Namun, lebih memilih warna serba hitam. Lebih percaya diri. “Selera orang beda-beda. Saya cenderung suka warna hitam. Kalau putih kurang cocok,” tuturnya.

Pemerhati fashion asal Kota Pasuruan Sunari mengatakan, gaya outfit monokrom tidak terbatas pada warna dasar seperti putih atau hitam. Meski warna ini memang paling dikenal karena simpel.

Seseorang bisa bereksplorasi dengan warna lain yang senada. Dari atas sampai bawah, sehingga mendapatkan look berbeda dan penampilan bisa semakin kece. “Boleh mencoba tampil dengan outfit monokrom dari warna lain. Seperti merah yang seksi, biru yang kalem atau pink yang feminin,” kata Sunari. (riz/rud)

Editor : Ronald Fernando
#fashion #outfit