Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Mengenal Mobil 4WD, Boros tapi Dongkrak Percaya Diri

Muhamad Busthomi • Minggu, 17 Desember 2023 | 22:25 WIB
BISA UNTUK HARIAN: Mobil double gardan yang jamak ditemui adalah Toyota Hardtop. Mobil jenis ini juga bisa dipakai harian.
BISA UNTUK HARIAN: Mobil double gardan yang jamak ditemui adalah Toyota Hardtop. Mobil jenis ini juga bisa dipakai harian.

TAK sedikit yang menyukai mobil 4 wheel drive (4WD). Jenis mobil ini umumnya hanya digemari kaum Adam. Tampangnya yang macho, membuat pengendaranya merasa keren dan gagah. Mereka yang kadung cinta, seolah cuek dengan fakta bahwa mobil jenis ini boros akan bahan bakar.

Penggemar 4WD ini salah satunya Masykur. Pria asal Kota Pasuruan ini sudah sejak muda menggemarinya. Kendaraan yang dimilikinya saat ini adalah Jeep C7 keluaran 1981. Mesinnya ber-CC 4.200 berbahan bakar bensin.

“Ketika mengendarai jip ini, bisa menghilangkan stres dan kejenuhan. Bisa dipakai harian walaupun boros. Seliternya hanya untuk 5 kilometer,” Kapolsek Bugul Kidul ini.

Sebelum memiliki Jeep C7, Masykur memang pernah mempunyai mobil 4WD lainnya. Seperti Toyota Hardtop. Sejak muda, ia lebih cenderung membeli mobil yang kerap digunakan untuk adventures tersebut.

Alasannya simple. Mobil ini terlihat gagah walapun keluaran tahun lawas. Komunitasnya di Indonesia, banyak. Tak terkecuali di Pasuruan. Karena itu, menurutnya purnajualnya juga tak membuat peminatnya kecewa. “Asalkan kondisinya terawat ya. Mesin mulus dan tidak mogokan,” bebernya.

Ia mencontohkan seperti jip di Bromo atau wisata di Merapi. Jumlahnya masih ada ribuan unit. Rata-rata masih nyaman saat ditumpangi wisatawan. Memang kebanyakan jenis mobil 4WD tak bisa menampung banyak penumpang. Maksimal hanya 4 orang. Kalaupun dimodifikasi, kursi hanya menampung 6-7 orang.

“Asalkan mesin masih bagus dan rutin dirawat di bengkel, mobil 4WD ini bisa digunakan untuk harian,” beber Maskur.

Hal senada diungkapkan Vidi Benyamin. Pria asal Kecamatan Purworejo, ini mengaku lebih senang mengendarai Toyota Hardtop keluaran 1974. Mobilnya, bahkan lebih tua dari usianya. Tapi, Hardtop-nya masih mulus dan orisinil. Ia mengaku beruntung mendapatkan Hardtop, karena pemilik sebelumnya punya perhatian khusus.

“Kebetulan pemilik sebelumnya sudah lansia (lanjut usia) dan merasa tak cocok lagi. Saya dapat harga teman, karena memang kenal sejak lama,” beber Vidi.

Saat merada di belakang kemudi, Vidi merasa begitu percaya diri. ”Memang bukan mobil mewah. Tapi, saat turun, pasti ada cewek yang ngelirik. He…he…he…,” kelakarnya.

Hardtop miliknya juga terbilang boros. Satu liter bensin hanya cukup menempuh 8 kilometer. Tapi, borosnya bahan bakar sebanding dengan rasa nyaman yang didapatkan saat berkendara. “Macho dan keren ikut terangkat. Walaupun perlu ekstra tenaga saat membelokkan setir,” ujarnya.

 

Dipakai Bertualang Juga Asyik

Pemilik mobil 4WD umumnya tak sekadar dipakai untuk harian. Mereka biasanya juga kerap bertualang. Bahkan offroad. Ini juga yang kerap dilakukan Masykur dan Vidi. Selain bergabung dengan komunitas, keduanya juga sering mengikuti offroad.

“Komunitas itu hanya untuk sekadar nongkrong. Tapi agenda lainnya, kami kerap eksplorasi alam. Bisa ajak keluarga pula asalkan tidak ekstrem,” beber Masykur.

Asyiknya lagi, kata Masykur, anak-anak dan istrinya juga menikmati jika diajak bertualang. Terutama bila rutenya menempuh jalur wisata. Seperti Bromo. Berangkat beramai-ramai dan finis di lautan pasir.

DOUBLE GARDAN: Masykur dan mobil Jeep C7 miliknya yang masih terawat. Ia sering menggunakannya untuk berwisata bersama keluarganya.
DOUBLE GARDAN: Masykur dan mobil Jeep C7 miliknya yang masih terawat. Ia sering menggunakannya untuk berwisata bersama keluarganya.

“Kadang-kadang istri malah ngajak. Kalau sudah ng-adventures, jalan-jalan ke mal terkadang kalah nyaman,” imbuh Vidi.

Bagaimana dengan perawatan? Umumnya para pemilik mobil 4WD sudah memiliki bengkel terpercaya. Biasanya yang kerap jadi jujukan komunitas mereka. Nah, di sinilah mereka bisa dapat kemudahan, bila ada spare part yang rusak.

“Paling susah itu kan pengapian. Harus rutin diservis. Oli jangan sampai telat dan paling penting harus selalu bersih. Apalagi setelah digunakan bertualang atau offroad. Wajib dicuci sekalipun hanya dipakai harian,” kata Masykur.

Kemampuan 4WD yang bisa ”hidup” di dua alam, menjadi alasan bagi para pemiliknya untuk mencintai kendaraannya. Katanya, ini tidak bisa ditukar walaupun dengan kendaraan mewah. (tom/rud)

Editor : Jawanto Arifin
#Mobil 4WD #4wd #double gardan