Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Wall Moulding, Berikan Tampilan Minimalis Nan Mewah

Inneke Agustin • Minggu, 19 November 2023 | 17:35 WIB
MOULDING: Penggunaan wall moulding di ruang tamu rumah Devi, warga Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.
MOULDING: Penggunaan wall moulding di ruang tamu rumah Devi, warga Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Wall moulding atau yang sering disebut panel moulding, merupakan elemen dekoratif yang dipasang di dinding. Fungsinya untuk meningkatkan estetika interior rumah dengan menonjolkan bagian-bagian tertentu dari dinding. Bagian dinding inipun terlihat mewah.

 

WALL MOULDING awalnya digunakan untuk melindungi dinding dan menyembunyikan ketidakrataannya. Kehadirannya yang menonjol memberi kesan seakan permukaan dinding rata.

Sekarang moulding banyak digunakan sebagai hiasan interior. Moulding mampu menciptakan tampilan minimalis dan estetis. Memberi kesan berkelas. Bahkan, dapat menciptakan nuansa gaya American, Victorian, atau tema klasik pada hunian.

Penggunaan moulding bisa diterapkan pada segala palet warna. Pada tampilan paling klasik, warnanya disamakan dengan warna cat dinding, sehingga tekstur tampil natural. Desain ini selalu pas untuk diaplikasikan pada gaya interior apapun.

Meski begitu, kini muncul beberapa inovasi penggunaan moulding. Saat ini tampilannya tidak selalu polos. Melainkan ganyak dikombinasikan dengan cermin untuk menciptakan ilusi ruangan yang lebih lapang.

Ia juga dapat menggunakan warna kontras, sehingga menciptakan efek visual yang menarik. Moulding bisa menonjolkan detail-detail arsitektural dan memberikan dimensi tambahan pada ruangan.

Tak hanya menciptakan perbedaan yang menarik, tetapi juga dapat memberikan kesan ruang yang lebih tajam dan terdefinisi. Penggunaan warna kontras dapat membantu menonjolkan pola dan bentuk moulding. Ini menjadikannya sorotan utama dalam ruangan.

Seperti di rumah Devi, 31, warga Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Moulding yang digunakan memiliki kombinasi dua warna. Di bagian dinding, Devi menggunakan warna green sage, sementara moulding-nya menggunakan warna putih.

Mahasiswi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Jurusan Arsitektur Anastasia Nadliratul Lail mengatakan, moulding dapat memberikan ketenangan dan nuansa alam. Cocok untuk menciptakan suasana yang menenangkan dan elegan dalam ruangan.

“Penggunaan green sage pada dinding memberikan sentuhan alami dan damai. Sementara, moulding putih memberikan kontras yang bersih dan klasik. Memberi kesan ruang yang lebih luas. Terlebih ruangan tersebut seolah dapat mereduksi stres,” katanya.

Sementara aksen warna abu-abu pada tirai dan sofa, menurut Tasya, dapat menambah dimensi dan menyelaraskan keseluruhan palet warna. “Warna abu-abu pada aksen tirai dan sofa memberikan nuansa netral yang seimbang, menciptakan ruang yang nyaman dan elegan,” katanya.

Baca Juga: Mengenal Joglo, Desain Nusantara Kaya Filosofi Jawa

Bahan yang digunakan untuk moulding dapat berupa PVC, gypsum, hingga kayu. Hiasan ini berbentuk panel atau pola geometris yang menonjol di dinding. Berdasarkan letaknya, terdapat beberapa jenis wall moulding. Seperti panel moulding, cornice moulding, picture rail moulding, dan baseboard moulding.

Panel moulding terletak di tengah dinding. Biasanya terdiri dari motif geometris atau floral serta digunakan untuk memberi kesan ruangan yang lebih tinggi dan luas.

Sedangkan, cornice moulding ditempatkan di atas jendela atau pintu sebagai perbatasan. Picture rail moulding berfungsi sebagai hanger untuk menggantungkan foto atau karya seni. Baseboard moulding berada di bagian bawah dinding sebagai pelindung dari goresan dan benturan. (mg/rud)

 

Tak Ribet dan Miliki Banyak Manfaat

BAHAN yang digunakan untuk moulding cukup beragam. Ada yang berupa PVC, gypsum, hingga kayu. Semuanya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Dari beragam bahan itu, Devi lebih memilih menggunakan moulding kayu. Menurutnya, bahan kayu jauh lebih mudah pengerjaannya ketimbang menggunakan gypsum.

“Kalau pakai gypsum, harus menggunakan tukang ahli. Kalau tidak bisa tidak rapi hasilnya. Berbeda dengan menggunakan kayu. Masih bisa dikerjakan sendiri meski tanpa tukang profesional,” ujarnya.

Meski terlihat cukup rumit, Devi mengatakan, pemasangan moulding dari kayu cukup mudah. Pertama, harus menentukan desain dan posisi wall moulding. Juga harus menyesuaikan tema rumahnya.

“Kemudian siapkan bahan dan peralatannya. Setelah menentukan posisi pada dinding, bisa digambar dulu polanya. Baru kemudian disesuaikan dengan ukuran kayunya. Barulah dipotong sesuai ukuran,” jelasnya.

Moulding kemudian dilekatkan ke dinding menggunakan lem dan paku fisher. Pastikan wall moulding telah terpasang secara sempurna. Rata dan tidak ada celah antara wall moulding dan dinding. “Kemudian, berikan finishing pada wall moulding menggunakan cat,” kata Devi.

Wall moulding dapat dijadikan pertimbangan untuk mendekorasi ruangan. Sebab memiliki sejumlah kelebihan. Di antaranya, memberikan kesan elegan dan alami pada interior rumah. Wall moulding kayu memberikan kesan hangat dan natural. Sementara yang terbuat dari gypsum memberikan kesan mewah dan elegan.

Ia fleksibel dan mudah disesuaikan kebutuhan dan selera. Bisa dipasang secara vertikal, horizontal, atau diagonal. Dapat pula dipasang dengan jarak yang berbeda-beda, sehingga memberikan kesan berbeda pada interior rumah.

Dengan pemilihan desain dan warna yang tepat, wall moulding dapat menjadi fokus perhatian pada ruangan. Bahkan, ruangan mungil dapat tampil luxury dengan kehadiran wall moulding. (mg/rud)

Editor : Ronald Fernando
#aksesoris rumah #Wall Moulding