Pengendara Harley Davidson kerap mendapat anggapan miring bagi sebagian orang. Dari kesan arogan hingga hanya untuk kaum papa. Apalagi jika menemui touring pengendara motor ini di jalan raya. Suka pemer dan buang-buang uang.
Tetapi realitanya tak sepenuhnya benar. Banyak pemilik Harley Davidson yang sebenarnya memang menggemari motor CC besar ini karena kenyamanannya. “Riding Harley Davidson, itu lega. Percaya diri langsung meningkat. Karena mengangkat kegantengan 99 persen,” seloroh Surya Adi Nugraha, 39, warga Kelurahan Tembokrejo, Kota Pasuruan.
Bagi pengusaha yang juga tinggal di Kabupaten Sidoarjo, ini dari sisi harga, Harley Davidson rata-rata mahal. Angka belinya selalu di atas tiga digit. Bila jenisnya limited edition, bisa tembus miliaran rupiah.
Motor ini sengaja diciptakan untuk high class. Tetapi, Surya tak sepakat jika dianggap motor itu hanya untuk kaum borjuis semata. Sebab, sekarang banyak anak muda yang rela nabung untuk membelinya.
Yang jelas, kata Surya, saat seseorang ingin memiliki, yang utama harus mempunyai duit dulu. Sebab, motor ini perlu perlakuan khusus. Tak bisa sembarangan bengkel. Genuine part-nya juga tak murah, karena rata-rata impor.
Tetapi, bila sudah kadung suka, semua itu tak jadi soal. Apalagi jika bertemu komunitas. “Riding dan touring bareng pasti menyenangkan,” beber Surya.
Pria kelahiran 1 September 1984 ini mengatakan, memang ada stigma konvoi Harley Davidson, arogan. Namun, pemilik motor V-Twin ini megaku selalu ingin berkendara dengan aman. Sebab, mesin motor CC-nya besar dan suara yang keluar dari knalpot juga besar. Motor ini juga melaju pelan, karena ukuran dan bobotnya besar. Karena itu, terkadang diperlukan pengawalan jika menempuh jarak jauh.
Di balik kesan arogan, kata Surya, pemilik atau komunitas Harley Davidson, sebenarnya juga sering melakukan aksi sosial. Entah itu riding dahulu, lalu berkunjung ke panti asuhan, atau saat touring menghadiri anniversary pengurus. Hanya saat aksi sosial yang terkadang tidak terlihat orang.
Pemilik motor buatan Amerika, ini kata Surya, semakin banyak. Bagi mereka yang baru memiliki, biasanya sering mengikuti safety riding yang sering diadakan Harley Davidson Club Indonesia (HDCI). “Safety riding ini bukan hanya mengajarkan berkendara. Tetapi, bagaimana kalau accident terjadi, bagaimana cara penanganannya,” terang Surya.
Tentu saja jika seseorang memiliki Harley Davidson, pasti kendaraan itu akan dirawat. Bukan hanya agar purna jualnya memuaskan. Tetapi, harga suku cadang original bisa menguras dompet.
“Inilah yang dibanggakan pemiliknya. Motornya melegenda, karena ada di seluruh dunia. Brand-nya kuat. Coba saja lihat. Banyak mobil mewah seperti Mercedes Benz atau BMW atau sportcar sekalipun, ditempel stiker logo Harley Davidson. Tetapi jarang, bahkan tidak ada motor Harley Davidson yang ditempeli stiker logo mobil-mobil mahal. Betul tidak?” kata Surya lalu tertawa. (tom/rud)