DULU robot identik dengan industri manufaktur atau penelitian ilmiah. Namun, kini teknologi robotika semakin merambah kehidupan sehari-hari. Dari robot asisten rumah tangga hingga kendaraan pintar, inovasi berbasis kecerdasan buatan semakin dekat dengan manusia.
Tak hanya orang dewasa, anak-anak kini mulai mengenal dan menguasai dasar-dasar robotika. Banyak sekolah menawarkan ekstrakurikuler robotika, bahkan lomba-lomba robotik semakin marak digelar.
Hal ini membuktikan bahwa robotika bukan lagi sesuatu yang eksklusif bagi ilmuwan atau insinyur. Melainkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda yang ingin selalu mengikuti perkembangan teknologi.
Kepala SD dan SMP Shalom Kota Probolinggo M.E. Pervitasari mengatakan, era digital mengharuskan generasi muda untuk siap menghadapi dunia yang semakin terdigitalisasi.
“Kami berharap anak-anak ini bisa siap menghadapi tantangan masa depan yang akan berdampingan dengan robot dan AI. Karena itu, pengenalan robotika sejak dini menjadi sangat penting,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan robotika tidak hanya mengasah kreativitas, tetapi juga membangun karakter. Daya juang dan ketekunan sangat penting. Sebelum memahami teknik, anak-anak perlu memiliki mental pantang menyerah.
“Selain itu, manajemen waktu juga menjadi tantangan dalam setiap lomba robotik. Karena itu, anak dilatih untuk tepat waktu,” ujar Pervitasari. (gus/rud)
Melatih Kreativitas dan Ketekunan
SALAH satu contoh anak muda yang antusias mendalami robotika adalah Fathan Almalky, 14. Sabtu (15/2), ia mengikuti lomba robotika di Kota Probolinggo, dengan penuh konsentrasi merangkai komponen demi komponen untuk membuat robot transporter.
Meski baru empat bulan menekuni dunia robotika, Fathan sudah menunjukkan kemampuannya dengan menyelesaikan robot dalam waktu kurang dari 15 menit.
“Awalnya sulit. Terutama bagian perkabelan dan programming. Kalau salah satu kabel terbalik, robot tidak akan menyala,” ujar Fathan.
Namun, alih-alih menyerah, ia justru menjadikan tantangan itu sebagai bahan pembelajaran. Terus berlatih dengan tekun. Mencoba berbagai metode dan mencari referensi dari internet serta buku-buku robotika. Berkat ketekunannya, ia telah berhasil membuat beberapa jenis robot. Seperti robot pendeteksi hujan dan robot laser.
Dunia robotika tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga melatih kreativitas. Dalam setiap proses perancangan robot, Fathan harus memikirkan bagaimana komponen-komponen yang ada bisa disusun secara efektif agar robotnya bekerja dengan optimal.
Setiap kali mengalami kendala, Fathan mencoba berbagai solusi alternatif hingga menemukan cara terbaik.
Motivasinya untuk mendalami robotika bermula dari media sosial. Tempatnya sering melihat berbagai inovasi teknologi robotik. Rasa ingin tahunya semakin kuat ketika sekolahnya membuka ekstrakurikuler robotika. Kondisi ini memberinya kesempatan untuk bereksperimen langsung.
“Seru karena bisa merakit sendiri dan melihat robot itu bekerja sesuai keinginan kita,” tambahnya.
Robotika bukan sekadar teknologi canggih yang hanya bisa diakses para ahli. Bagi anak-anak muda seperti Fathan, robotika telah menjadi wadah eksplorasi yang menuntut kreativitas, ketekunan, serta kemampuan berpikir logis dan inovatif.
Dunia digital yang terus berkembang membutuhkan generasi yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi. Tetapi, juga menciptakan solusi baru dari teknologi tersebut. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando