Penanggulangan HIV/ AIDS di Probolinggo Hadapi Dua Pekerjaan Rumah Ini

Agus Faiz Musleh • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:33 WIB

 

Ilustrasi AIDS
Ilustrasi AIDS

 

KRAKSAAN, Radar Bromo – Penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Probolinggo menghadapi dua pekerjaan rumah. Keberlangsungan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) yang masih banyak ditopang relawan dan sejumlah program yang mengalami keterlambatan.

Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ mengakui, KPA masih aktif hingga 2026. Namun perjalanannya banyak dibantu relawan.

“Alhamdulillah, di Kabupaten Probolinggo ini sampai tahun 2026, KPA masih aktif dan berjalan dengan baik. Meskipun sebetulnya hidupnya itu lebih banyak dibantu teman-teman relawan,” kata Fahmi.

Menurutnya, pergantian kepengurusan harus menjadi momentum memperkuat koordinasi dan memastikan program berjalan nyata. Termasuk pendampingan bagi masyarakat yang hidup dengan HIV/AIDS.

“Untuk itu, keberadaan KPA harus diikuti dengan dukungan dan kepedulian bersama. Khususnya dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat yang hidup dengan HIV/AIDS,” ujarnya.

Fahmi juga meminta program yang terlambat segera dievaluasi. Memasuki tiga bulan terakhir 2026, capaian, kegiatan tertunda, dan langkah percepatan perlu dipetakan berdasarkan data terbaru.

“Dengan data-data terbarunya itu, mudah-mudahan akan bisa kita kejar kembali. Kalaupun tidak bisa, paling tidak kalau kita tekan dan kendalikan melalui kebersamaan dan komitmen bersama seluruh OPD, Insyaallah itu masih ada harapan,” tuturnya.

Selain pelaksanaan program, Fahmi menyoroti pencegahan HIV/AIDS di kalangan generasi muda. Dia mengungkapkan adanya temuan pelajar yang mendatangi lokasi prostitusi dalam operasi penertiban sebelumnya.

Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian bersama. Pencegahan membutuhkan edukasi mengenai risiko penularan HIV serta keterlibatan sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial.

“Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama karena menyangkut masa depan generasi muda. Upaya pencegahan harus dilakukan secara lebih serius agar persoalan HIV/AIDS tidak semakin berkembang di masyarakat,” tegasnya. (mu/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
pekerjaan rumah hiv aids probolinggo