Perkuat Infrastruktur di Desa Bantaran dengan Buka Akses Warga dan Petani

Inneke Agustin • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 06:00 WIB
NYAMAN: Kasi Kesra Desa Bantaran, M. Ali Basya saat melakukan pengecekan jalan rabat beton di Dusun Raab, Desa/Kecamatan Bantaran. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
NYAMAN: Kasi Kesra Desa Bantaran, M. Ali Basya saat melakukan pengecekan jalan rabat beton di Dusun Raab, Desa/Kecamatan Bantaran. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)

Pemerintah Desa (Pemdes) Bantaran, Kecamatan Bantaran, terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang menunjang aktivitas warga. Salah satunya dengan membangun jalan rabat beton di Dusun Raab RT 12 dan RT 14.

DESA yang dipimpin Abdullah Rofiq ini menyelesaikan pembangunan jalan di dua titik dengan total panjang mencapai sekitar 600 meter dan lebar 2,5 meter. Pembangunan didukung melalui Dana Desa (DD), pokok-pokok pikiran (pokir), serta program afirmasi.

Menurut Kades Bantaran Rofiq, pembangunan jalan tersebut menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat. Sebab sebelum dibangun, kondisi jalan masih berupa tanah sehingga sulit dilintasi, terutama saat musim hujan. “Sebelumnya jalanan tersebut masih berupa tanah. Jadi ketika musim hujan biasanya banjir dan sulit dilintasi. Padahal jalanan ini merupakan jalan tembus ke desa sebelah dan jalan usaha tani,” tuturnya.

Jalur tersebut selama ini menjadi akses penghubung masyarakat menuju sejumlah wilayah sekitar. Di antaranya menuju Desa Jatisari dan Desa Karanganyar. Selain itu, jalan tersebut juga kerap digunakan warga untuk menuju berbagai fasilitas publik, seperti balai desa, puskesmas, kantor kecamatan, pasar, hingga sekolah.

Tidak hanya untuk mobilitas masyarakat, jalan tersebut juga memiliki peran penting bagi sektor pertanian. Para petani memanfaatkannya sebagai akses menuju lahan pertanian, baik untuk melakukan aktivitas bercocok tanam maupun mengangkut hasil panen.

Pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan tidak hanya membuat akses warga lebih mudah. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian diharapkan semakin lancar.

LAYAK HUNI: Kasi Kesra Desa Bantaran, M. Ali Basya berfoto bersama keluarga Agus yang menerima bantuan program RTLH di Desa/Kecamatan Bantaran. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
LAYAK HUNI: Kasi Kesra Desa Bantaran, M. Ali Basya berfoto bersama keluarga Agus yang menerima bantuan program RTLH di Desa/Kecamatan Bantaran. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Selain pembangunan jalan, Pemdes Bantaran juga merealisasikan pembangunan satu unit rumah tidak layak huni (RTLH) di Dusun Timur Curah RT 15. Rumah tersebut merupakan milik Agus yang sebelumnya masih menggunakan dinding anyaman bambu.

“Kami perbaiki melalui program ini. Harapan kami keluarga tersebut dapat tinggal di rumah yang lebih nyaman,” katanya.

Rofiq menegaskan, pembangunan infrastruktur di Bantaran akan terus diarahkan pada kebutuhan masyarakat. Dengan pembangunan yang dilakukan secara bertahap, pihaknya berharap kualitas lingkungan tempat tinggal, akses transportasi, hingga aktivitas ekonomi warga dapat semakin baik.

PEREKONOMIAN: Kasi Kesra Desa Bantaran, M. Ali Basya di lokasi gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Desa Bantaran yang telah terbangun. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
PEREKONOMIAN: Kasi Kesra Desa Bantaran, M. Ali Basya di lokasi gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Desa Bantaran yang telah terbangun. (Foto: Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Koperasi Merah Putih Siap Beroperasi

SELAIN menggenjot infrastruktur, Pemdes Bantaran juga memperkuat program pemberdayaan dan perlindungan sosial masyarakat. Salah satu yang tengah dipersiapkan adalah operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Kepala Desa Bantaran, Abdullah Rofiq mengatakan, pembangunan KDKMP di desanya merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah pusat. Proses pembangunan diawali dengan musyawarah desa untuk menentukan lokasi koperasi yang dinilai strategis dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Hasil musyawarah kemudian menyepakati pembangunan KDKMP di Dusun Krajan, tepatnya di atas tanah kas desa (TKD). Saat ini, pembangunan gedung koperasi tersebut telah rampung dan tinggal menunggu operasional.

“Hingga akhirnya sepakat diletakkan di Dusun Krajan, tepatnya di tanah kas desa (TKD). Saat ini sudah rampung pembangunannya, tinggal operasi saja. Kendaraan dan perlengkapan di dalam koperasi juga sudah lengkap,” kata Rofiq.

Keberadaan koperasi tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya para petani. Pemdes Bantaran berharap koperasi dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu aktivitas ekonomi petani, termasuk dalam penjualan hasil pertanian maupun pemenuhan kebutuhan pupuk bersubsidi.

Menurut Rofiq, penguatan ekonomi masyarakat menjadi bagian penting dari upaya Pemdes Bantaran dalam meningkatkan kesejahteraan warga. Karena itu, pembangunan fisik terus berjalan beriringan dengan program pemberdayaan dan bantuan sosial.

Di sektor perlindungan sosial, Pemdes Bantaran juga menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) kepada delapan warga. Penerima bantuan tersebut ditetapkan berdasarkan kondisi dan kelayakan penerima.

Selain BLT DD, Pemdes Bantaran menyalurkan bantuan pangan berupa beras sebanyak 30 kilogram kepada sekitar 600 penerima. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meringankan beban pengeluaran masyarakat.

“Harapan kami ini dapat membantu meringankan beban dan kebutuhan warga,” ujarnya.

Rofiq menegaskan, Pemdes Bantaran akan terus melanjutkan berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga dengan memperkuat sektor ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

Memasuki tahun mendatang, pihaknya berharap tetap mendapat dukungan anggaran untuk melanjutkan pembangunan berbagai infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat. Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi salah satu perhatian agar roda perekonomian desa semakin bergerak.

“Tentu jika anggaran, kami masih ingin membangun banyak infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat. Termasuk untuk mensejahterakan dan membina UMKM supaya perekonomian warga lebih melesat lagi,” pungkasnya. (gus/fun/*)

Editor : Abdul Wahid
desa bantaran transparansi desa kecamatan bantaran