Kandang Milik Warga Sumberasih Probolinggo Terbakar, Dua Sapi Terpanggang, Pemiliknya Merugi Segini

Achmad Arianto • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 17:16 WIB
LUDES: Personel damkar memadamkan kebakaran di Dusun Krajan II, Desa Sumberbendo, Kecamatan Sumberasih. (Foto: damkar for Jawa Pos Radar Bromo)
LUDES: Personel damkar memadamkan kebakaran di Dusun Krajan II, Desa Sumberbendo, Kecamatan Sumberasih. (Foto: damkar for Jawa Pos Radar Bromo)

 

SUMBERASIH, Radar Bromo - Sebuah kandang milik Tonamar, 68, warga Dusun Krajan II, Desa Sumberbendo, Kecamatan Sumberasih terbakar, Rabu (7/10) siang. Akibatnya, kandang semipermanen hangus terbakar dan 2 ekor sapi mati terpanggang. Korban mengalami kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 150 juta.

Sebelum insiden terjadi, pemilik di pagi hari menyalakan tungku yang berada areal kandang. Selesai menggunakan tungku api kemudian dipadamkan.

Merasa sudah aman, pemilik kemudian meninggalkan kandang lalu pergi ke sawah bersama istri, menantu dan anaknya.

Sekitar pukul 11.03 warga setempat yang lewat jalan dekat rumah Tonamar, melihat api membakar kandang. Kandang tersebut berkonstruksi semipermanen mayoritas berbahan bambu dan kayu. Sehingga api cepat membesar. Sementara kandang tersebut berisi 3 ekor sapi.

Mengetahui hal itu kemudian warga berupaya memadamkan api secara manual dan mencari keberadaan Tonamar.

Tak hanya itu juga menghubungi perangkat desa bahwa telah terjadi kebakaran. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Probolinggo.

“Kandang berada di baratnya rumah. Letaknya berdempetan. Saat kejadian tidak ada orang, 4 penghuni semuanya ke sawah,” kata Kepala Desa Sumberbendo Angga Dwi Reza Saputra saat dikonfirmasi.

Mendapatkan laporan, petugas gabungan langsung mendatangi lokasi tempat kejadian kebakaran. Diantaranya Damkar Unit Dringu dan Unit Tongas serta dua truk damkar juga diturunkan dalam proses pemadaman yakni truk berkapasitas 3.500 liter dan truk berkapasitas 6.000 liter.

Kepala Bidang Pengendalian Bahaya Kebakaran dan Non-Kebakaran Satpol PP Andrea Persaulian mengatakan, percepatan pemadaman dilakukan petugas. Sebab dalam kandang berisi hewan ternak. Serta titik api berdempetan dengan rumah yang dihuni korban.

“Petugas gabungan langsung ke lokasi. Perlu percepatan penanganan karena objek yang terbakar dekat rumah,” katanya.

Begitu di lokasi, petugas bergerak cepat melakukan pemadaman api yang pusatnya berada di kandang. Petugas juga melakukan pemadaman titik rambatan api yang menuju rumah. Selain itu petugas berupaya menyelamatkan sapi yang terjebak di dalam kandang.

Selama satu jam petugas melakukan pemadaman api, akhirnya api berhasil dipadamkan. Namun petugas kemudian melanjutkan dengan upaya pendinginan agar tidak tersisa bara api.

“Kandang sapi ludes terbakar. Api juga merembet menghanguskan sekitar 5 persen bangunan rumah. Sementara 2 ekor sapi mati terpanggang dan 1 sapi masih bisa dievakuasi,” ucapnya.

Andrea menambahkan secara teknis selama pemadaman api petugas tidak menemukan kendala. Hanya saja akses jalan masuk menuju tempat kejadian kebakaran sempit. Sehingga kendaraan tidak bisa leluasa. Juga banyak warga yang menonton kebakaran.

Saat disinggung perihal penyebab kebakaran, Andrea mengungkapkan berdasarkan keterangan awal yang berhasil dihimpun. Kebakaran diduga terjadi akibat pemilik rumah meninggalkan tungku yang ada di area kandang dalam keadaan menyala.

Sementara tungku tersebut berdekatan dengan benda yang mudah terbakar. Bara api akhirnya merembet kemudian membesar.

“Penyebabnya karena pembakaran tungku yang ditinggal. Akibat kebakaran korban mengalami kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 150 juta,” tandasnya. (ar/fun)

Editor : Abdul Wahid
damkar sapi kebakaran terbakar