KRAKSAAN, Radar Bromo-Kemegahan panggung berpadu dengan gemerlap tata cahaya mewarnai penutupan Program Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Prospek) di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mashduqiah, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.
Rangkaian Prospek bagi santri Wustho (SMP) dan Ulya (SMA) yang dimulai sejak Juli lalu itu ditutup melalui Al Mashduqiah Spektakuler, Sabtu (3/9) malam.
Puncak prospek dikemas dalam Pagelaran Seni Akbar yang berlangsung meriah dan disaksikan ribuan warga. Juga dimeriahkan dengan stan UMKM.
Kemegahan panggung menjadi salah satu daya tarik malam puncak tersebut. Panggung berukuran sekitar 22 meter dengan tinggi mencapai 12 meter itu tampil mencolok dengan latar menyerupai bangunan klasik.
Background panggung dilengkapi pilar-pilar tinggi, lengkungan, jendela, serta berbagai ornamen bernuansa klasik.
Menariknya, latar tersebut dibuat menggunakan material triplek yang kemudian dilukis secara detail. Hasilnya memberikan efek visual menyerupai bangunan tiga dimensi.
Di bagian tengah panggung terdapat videotron berukuran besar untuk menampilkan berbagai visual selama acara.
Sementara itu, puluhan perangkat tata cahaya terpasang di bagian atas dan sisi panggung. Sorotan lampu semakin menghidupkan suasana pertunjukan dan penampilan para peserta.
Ketua Penyelenggara Al Mashduqiah Spektakuler, Abd. Hafidz Riady, mengatakan rangkaian Prospek telah dimulai sejak penerimaan santri baru pada Juli lalu. Terdapat lima kegiatan dalam rangkaian Prospek tersebut.
Meliputi Pekan Olahraga dan Seni (Porseni), Apel Tahunan dan Khutbatul 'Arsy, Kuliah Umum Kepondokan (KUKp), Lomba Perkemahan Putra dan Putri (LP3), serta Al Mashduqiah Spektakuler sebagai penutup.
"Prospek dilaksanakan sejak penerimaan santri baru pada Juli lalu, dan ditutup dengan Al-Mashduqiah Spektakuler pada bulan ini," katanya.
Ia menambahkan, Al-Mashduqiah Spektakuler merupakan puncak rangkaian Prospek yang digelar setiap tahun. Peospek bertujuan untuk mengenalkan kepada santri baru berbagai kegiatan yang ada di lingkungan Ponpes Al-Mashduqiah.
“Al Mashduqiah Spektakuler dikomandani santri kelas akhir atau kelas tiga Ulya. Para santri terlibat langsung dalam seluruh proses pembuatan background panggung, mulai dari merancang konsep, mendesain, melukis, hingga mendirikannya,” jelasnya.
Menurutnya, poses penyusunan background membutuhkan waktu sekitar satu setengah bulan. Selain proses pengerjaan, hasil desain juga harus melalui koreksi dari guru yang berkompeten di bidang tersebut.
"Kalau tahun-tahun sebelumnya kami hanya melibatkan guru yang ada di dalam pesantren, tahun ini kami juga memanggil alumni. Alumni tersebut merupakan lulusan arsitek, sehingga memberikan inovasi baru terkait penyusunan background yang kami kerjakan sendiri," ungkapnya.
Selain menampilkan kemegahan panggung, Al-Mashduqiah Spektakuler juga menyuguhkan beragam kesenian. Di antaranya mengaji Alquran, drama,musik, puisi, musikalisasi puisi, hingga seni bela diri.
"Kegiatan Al-Mashduqiah Spektakuler ini mencakup kesenian dari beberapa cabang seni yang diikuti santri dari Wustho dan Ulya," pungkasnya. (uno/mie)
Editor : Muhammad Fahmi