KRAKSAAN, Radar Bromo - Baru dibuka, Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) segmen Gending-Kraksaan-Paiton, langsung dipadati kendaraan.
Namun, pemanfaatan penuh jalur bebas hambatan itu masih harus menunggu tersambungnya ruas berikutnya hingga Besuki, Kabupaten Situbondo.
Antrean kendaraan terlihat di Gerbang Tol Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Rabu (30/9). Ruas sepanjang 23,515 kilometer ini mulai digunakan sekitar pukul 10.00.
Kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga kendaraan logistik bergantian memasuki gerbang tol. Kepadatan di akses masuk menunjukkan tingginya minat pengguna jalan memanfaatkan jalur baru ini.
Salah seorang pengguna tol, Imam mengatakan, keberadaan ruas tersebut memberikan alternatif bagi pengendara yang selama ini mengandalkan jalur arteri.
“Sangat terbantu dengan dibukanya tol ini karena bisa mempersingkat perjalanan dan terhindar dari kemacetan. Semoga yang arah Besuki-Situbondo, juga segera dibuka, sehingga lebih mempercepat perjalanan,” ujarnya.
Harapan tersebut menjadi pekerjaan berikutnya. Sebab, meski segmen Gending-Kraksaan-Paiton sudah memenuhi persyaratan untuk dioperasikan, ruas menuju Besuki masih berada dalam tahap uji laik fungsi.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono mengatakan, ruas Gending-Kraksaan-Paiton memiliki panjang sekitar 23,5 kilometer. Serta, merupakan bagian dari seksi 1 dan 2 Tol Prosiwangi yang telah selesai secara konstruksi. “Saat ini seksi 1 dan 2 yang sudah selesai,” katanya.
Secara konstruksi, pekerjaan ruas tersebut telah mencapai 100 persen. Namun sejumlah fasilitas pendukung masih dalam tahap fungsional. Termasuk kesiapan rest area.
Dari sisi kelayakan operasi, segmen Gending-Kraksaan-Paiton, telah memenuhi persyaratan laik fungsi sebagaimana keputusan Menteri. Persyaratan tersebut mencakup aspek teknis, administratif, dan sistem operasi jalan tol.
Persoalannya, koridor Prosiwangi belum sepenuhnya bisa dinikmati pengguna jalan. Segmen 3 yang menghubungkan Paiton-Besuki masih menjalani uji laik fungsi dan menunggu keputusan dari Kementerian Pekerjaan Umum.
“Mudah-mudahan juga segera mendapatkan izin, Sehingga masyarakat bisa menikmati ruas Tol Prosiwangi dari Gending atau Surabaya hingga Besuki,” harap Rivan.
Segmen Besuki menjadi penting karena semakin panjang ruas yang tersambung, semakin besar pula manfaat tol dalam mengalihkan kendaraan dari jalur arteri.
Terlebih, Jalur Pantura Probolinggo-Situbondo selama ini menjadi salah satu koridor utama pergerakan kendaraan antarkota dan kendaraan logistik.
“Semoga November-Desember mendatang, uji laik fungsi juga segera keluar untuk ruas tol segmen 3, sehingga juga bisa mendukung pelayanan arus mudik Nataru,” ujarnya. (mu/rud)
Editor : Fahreza Nuraga