KRAKSAAN, Radar Bromo- Penantian belasan tahun untuk berangkat haji bisa berujung sia-sia. Jika calon jemaah haji (CJH) tidak memenuhi persyaratan kesehatan, dipastikan gagal berangkat.
Kondisi ini menjadi perhatian Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Probolinggo. terutama menyusul semakin ketatnya persyaratan kesehatan yang diterapkan dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Kepala Kemenhaj Kabupaten Probolinggo Moh. Barzan mengatakan, CJH perlu mempersiapkan kondisi kesehatan sejak jauh-jauh hari. Sebab, kemampuan berhaji bukan hanya menyangkut kesiapan biaya. Tetapi juga kemampuan fisik untuk menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
“Banyak yang sudah menunggu bertahun-tahun. Ada yang sampai menjual apa saja untuk bisa melaksanakan rukun Islam yang kelima ini. Proyeksinya, 1.420 calon jemaah haji di tahun 2027," ujarnya.
Persoalannya, perjuangan tersebut belum otomatis menjamin seseorang bisa berangkat. Setelah menunggu bertahun-tahun dan melunasi biaya yang diperlukan, CJH masih harus melewati pemeriksaan kesehatan.
Di titik inilah, kata Barzan, persoalan bisa menjadi berat. CJH yang telah lama menunggu dapat dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan untuk berangkat.
“Yang paling miris ketika mereka sudah berjuang, sudah membayar, dan menunggu sekian lama, tetapi kemudian dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan. Mereka bisa menangis karena sudah lama menunggu,” ujarnya.
Barzan menjelaskan, Pemerintah Arab Saudi kini semakin memperketat aspek kesehatan jemaah haji. Kebijakan tersebut membuat pemeriksaan kesehatan tidak bisa dipandang sebagai formalitas sebelum keberangkatan.
Karena itu, calon jemaah diminta tidak menunggu sampai mendekati keberangkatan untuk memperhatikan kondisi tubuh. Mereka yang memiliki penyakit tertentu perlu mendapatkan pendampingan dan pengobatan agar kondisi kesehatannya dapat terkontrol.
“Ada yang sehat tanpa pendampingan, ada yang sehat dengan obat, dan ada yang membutuhkan pendampingan lainnya. Harapan kami tentu bagaimana mereka bisa mempersiapkan kesehatan sejak awal,” katanya.
Proyeksi keberangkatan haji 2027, Barzan menyebut antrean CJH yang mendapat giliran saat ini berasal dari pendaftar sekitar Desember 2012 hingga Januari 2013. Sementara itu, pemerintah juga tengah mengupayakan percepatan antrean melalui kebijakan kuota dan pendataan.
“Untuk percepatan, kemarin Menteri sudah menghadap Presiden. Ada pembahasan untuk mempercepat lagi, tetapi datanya masih harus dilengkapi dan diverifikasi,” katanya. (mu/rud)
Editor : Fahreza Nuraga