TNI-Polri Obok-Obok Rutan Kraksaan, Ini yang Dicari

Achmad Arianto • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 08:30 WIB
DIGELEDAH: Aparat gabungan menggeledah kamar hunian warga binaan Rutan Kraksaan, Senin (21/9) sore. (RUTAN KRAKSAAN FOR JAWA POS RADAR BROMO)
DIGELEDAH: Aparat gabungan menggeledah kamar hunian warga binaan Rutan Kraksaan, Senin (21/9) sore. (RUTAN KRAKSAAN FOR JAWA POS RADAR BROMO)

KRAKSAAN, Radar Bromo - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan kembali diobok-obok. Senin (21/9) sore, aparat gabungan dari Rutan, TNI, dan Polri menggeledah sejumlah kamar hunian warga binaan.

Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan Galih Setiyo Nugroho mengatakan, razia gabungan merupakan bagian dari upaya menjaga kondisi rutan tetap aman dan kondusif. Agar lebih maksimal, perlu sinergi bersama TNI dan Polri.

“Dengan adanya sinergi bersama TNI dan Polri, pengawasan dapat dilakukan lebih optimal,” katanya.

Penggeledahan dilakukan pada kamar hunian warga binaan Blok B dan Blok C. Sasarannya narkoba, handphone, serta barang-barang yang dilarang ada dalam rutan.

Sebab, barang-barang tersebut berpotensi disalahgunakan dan mengganggu kondusivitas rutan.

Tim gabungan menyisir semua titik yang berpotensi dijadikan tempat penyimpanan barang.

“Penggeledahan yang dilakukan petugas dengan teliti. Tidak ditemukan barang yang dilarang,” ucapnya.

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas IIB (Ka.KPR) Kraksaan M. Aziz Yulianto mengatakan, tim gabungan juga melakukan tes urine secara acak sejumlah warga binaan. Mengantisipasi potensi penggunaan narkoba dalam rutan.

“Tes urine yang dilakukan hasilnya negatif. Tidak ada indikasi penggunaan narkoba dalam rutan,” bebernya.

Penggeledahan dan tes urine akan dilakukan secara berkala, sebagai langkah antisipasi terhadap masuknya barang terlarang serta potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

“Kegiatan serupa (penggeledahan dan tes urine) akan dilakukan secara rutin,” ujarnya. (ar/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
Rumah Tahanan Negara dan Polri rutan tni