Kebut 27 Paket Proyek, Dinas PUPR Pemkab Probolinggo Optimistis Tak Molor

Agus Faiz Musleh • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 08:28 WIB
LEBIH BAIK: Salah satu pekerjaan Dinas PUPR Kabupaten probolinggo, berupa perbaikan jalan di Kecamatan Pakuniran, sudah rampung. (AGUS FAIZ MUSLEH/JAWA POS RADAR BROMO)
LEBIH BAIK: Salah satu pekerjaan Dinas PUPR Kabupaten probolinggo, berupa perbaikan jalan di Kecamatan Pakuniran, sudah rampung. (AGUS FAIZ MUSLEH/JAWA POS RADAR BROMO)

KRAKSAAN, Radar Bromo- Menjelang tutup tahun anggaran 2026, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo masih banyak mempunyai pekerjaan rumah. Dari 51 paket proyek infrastruktur yang masuk dalam pelaksanaan, 27 paket belum rampung.

Namun Dinas PUPR optimistis jumlah paket yang tersisa bisa terus dirampingkan hingga akhir 2026. Terlebih, sebagian pekerjaan telah memasuki tahap penyelesaian.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Hengki Cahyo Saputra mengatakan, dari 51 paket pekerjaan yang ditangani tahun ini, 24 paket sudah rampung. Rinciannya, 14 paket merupakan pekerjaan Bina Marga dan 10 paket lainnya berada di bidang Sumber Daya Air (SDA).

“Yang sudah selesai 24 paket. Rinciannya, 14 paket Bina Marga dan 10 paket SDA,” kata Hengki.

Sementara, 27 paket lainnya masih dalam proses pengerjaan. Sebanyak 11 paket di antaranya sudah mencapai progres 70 hingga 99 persen. Artinya, paket tersebut tinggal dikebut menuju penyelesaian.

Namun pekerjaan dengan progres di bawah 70 persen masih banyak. Ada 16 paket. Dari jumlah itu, 12 paket pekerjaan Bina Marga dan empat paket berada di Bidang SDA. “Yang masih di bawah 70 persen ada 16 paket,” ujarnya.

Dari sisi bidang pekerjaan, Bina Marga mendominasi paket yang ditangani PUPR. Sebanyak 32 paket berkaitan dengan pembangunan maupun penanganan infrastruktur jalan. Sementara 19 paket lainnya merupakan pekerjaan SDA.

Hengki mengatakan, percepatan pekerjaan juga dipengaruhi proses pengadaan. Tidak semua paket melalui e-katalog dapat diproses secara bersamaan sehingga waktu mulai pekerjaan berbeda-beda. “Lelang e-katalog tidak bisa bersamaan,” katanya.

Untuk seluruh paket dalam APBD murni, anggaran yang disiapkan sekitar Rp 70 miliar. Selain itu, pada Perubahan APBD, direncanakan terdapat tambahan lima paket pekerjaan dengan total anggaran sekitar Rp 4 miliar lebih.

Dengan kondisi tersebut, Dinas PUPR masih harus mengejar penyelesaian paket yang progresnya belum tinggi sekaligus memastikan pekerjaan yang sudah mendekati rampung tidak tersendat di tahap akhir. Terutama paket infrastruktur jalan yang langsung berkaitan dengan mobilitas masyarakat.

Salah satu pekerjaan yang telah rampung adalah penanganan Jalan Gondosuli. Ruas tersebut menjadi bagian dari paket pekerjaan PUPR tahun ini.

Banyaknya paket yang masih berada di bawah 70 persen membuat percepatan menjadi penting. Sebab, semakin dekat dengan batas akhir pelaksanaan, ruang untuk mengantisipasi kendala teknis maupun administrasi semakin sempit.

Dinas PUPR kini dituntut tidak hanya mengejar persentase progres, tetapi memastikan pekerjaan yang dikebut tetap memenuhi spesifikasi dan dapat digunakan masyarakat secara optimal. (mu/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
Dinas Pekerjaan Umum tutup tahun pupr anggaran