BPBD Suplai Air Bersih ke Tigasan Kulon di Tegalsiwalan untuk Ratusan Jiwa

Inneke Agustin • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 10:15 WIB
DROPING: Petugas BPBD Kabupaten Probolinggo saat melakukan pendistribusian air bersih ke Dusun Gonggo, Desa Tigasan Kulon, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (19/9) lalu. (Foto: BPBD for Jawa Pos Radar Bromo)
DROPING: Petugas BPBD Kabupaten Probolinggo saat melakukan pendistribusian air bersih ke Dusun Gonggo, Desa Tigasan Kulon, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (19/9) lalu. (Foto: BPBD for Jawa Pos Radar Bromo)

 

LECES, Radar Bromo-Musim kemarau masih berdampak terhadap ketersediaan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD Kabupaten Probolinggo masih mendistribusikian air bersih. Seperti Sabtu (19/9), BPBD mendistribusikan bantuan air bersih di Desa Tigasan Kulon, Kecamatan Leces.

Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jumadi mengatakan, distribusi air bersih dilakukan di Dusun Gonggo, RT 02/RW 01, Desa Tigasan Kulon. Bantuan tersebut diberikan karena sumber air warga mulai berkurang akibat kemarau.

“Ada sekitar 55 KK atau 160 jiwa yang terdampak di lokasi tersebut,” sebutnya.

Dalam pendistribusian tersebut, BPBD mengerahkan satu unit mobil tangki berkapasitas 6.000 liter. Setibanya di lokasi, warga telah menyiapkan wadah untuk menampung air yang dibagikan petugas.

Mayoritas warga menggunakan drum berwarna biru sebagai tempat penampungan. Air tersebut kemudian disimpan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga beberapa hari ke depan. “Air kemudian ditampung untuk keperluan mereka sehari-hari dalam beberapa hari ke depan,” tuturnya.

Jumadi menjelaskan, Desa Tigasan Kulon merupakan salah satu wilayah yang kerap mengalami kekeringan saat musim kemarau. Kondisi tersebut dipengaruhi berkurangnya debit mata air yang selama ini menjadi salah satu sumber pemenuhan kebutuhan air warga.

Menurutnya, kondisi sumber air di wilayah tersebut cukup sulit. Bahkan, upaya warga mendapatkan sumber air melalui pengeboran sumur dengan kedalaman cukup dalam belum tentu berhasil.

“Bahkan saat mengebor air pun untuk membuat sumur yang dilakukan selama sebulan dan dalamnya sudah luar biasa, itu belum tentu dapat air,” terangnya.

Karena itu, selama musim kemarau, distribusi air bersih dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga di wilayah yang sumber airnya terdampak kekeringan. “Selama musim kemarau kami memang sering mendistribusikan air bersih ke daerah-daerah yang terdampak kekeringan,” pungkasnya. (gus/fun)

 

Editor : Abdul Wahid
bpbd kekeringan kemarau