Diterjang Angin Kencang, Kamar Tidur dan Dapur Warga Bimo Pakuniran Ambruk

Inneke Agustin • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 19:12 WIB

AMBRUK: Petugas TRC BPBD Kabupaten Probolinggo saat melakukan asesmen di rumah milik Jumadin, 37, warga Desa Bimo, Kecamatan Pakuniran, Minggu (20/9).

AMBRUK: Petugas TRC BPBD Kabupaten Probolinggo saat melakukan asesmen di rumah milik Jumadin, 37, warga Desa Bimo, Kecamatan Pakuniran, Minggu (20/9).

 

PAKUNIRAN, Radar Bromo – Angin kencang menerjang Desa Bimo, Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (19/9) sore. Rumah milik Jumadin, 37, warga setempat, ambruk separo akibat terjangan angin kencang.

Bagian rumah yang ambruk yaitu dinding dan atap kamar tidur serta dapur. Beruntung, seisi rumah selamat, tidak ada yang jadi korban.

Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Probolinggo Eko Syanish mengatakan, angin kencang memang menerjang wilayah Desa Bimo, Sabtu (19/9) sekitar pukul 16.30. Saat itu, korban dan keluarganya berada di dalam rumah.

Semula tak ada prasangka bahwa angin akan memporak-porandakan rumah mereka. Tiba-tiba, genting di rumah tersebut satu persatu berjatuhan. Menyadari kondisi berbahaya, mereka langsung berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

“Gentingnya mulai berjatuhan dan akhirnya mereka langsung melarikan diri kelaur rumah. Untung mereka sempat menyelamatkan diri, sehingga tak sampai ada korban jiwa ataupun yang terluka,” ujarnya.

Untuk sementara waktu, keluarga korban beraktivitas di rumah kerabatnya yang lokasinya tidak jauh dari rumah terdampak. Terutama untuk memasak dan beristirahat.

Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, pihaknya telah melakukan asesmen terhadap kondisi rumah korban. Bantuan logistik juga sudah diberikan pada keluarga korban, Minggu (20/9).

Antara lain berupa perlengkapan makan, makanan dan lauk-pauk, hygiene kit, serta perlengkapan kebersihan. Juga terpal dan matras.

“Petugas sudah melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan pada korban. Namun untuk kerugian materil yang dialami korban belum dapat ditafsirkan,” pungkasnya. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
rumah ambruk Pakuniran Bimo angin kencang probolinggo