
KRAKSAAN, Radar Bromo- Upaya mendorong satuan pendidikan terus berbenah dan melahirkan inovasi terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.
Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Bromo, digelar Anugerah SAE Pendidikan 2026.
Ajang kali pertama yang mengusung tema Pendidikan SAE, Aksi Nyata, Probolinggo Berdaya tersebut menjadi bentuk penghargaan pemerintah kepada satuan pendidikan jenjang SD dan SMP, baik negeri maupun swasta.
Terutama bagi sekolah yang memiliki capaian terbaik dalam menerapkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN), tata kelola keuangan yang bersih dan bebas korupsi. Serta aksi nyata dalam mencegah anak rentan putus sekolah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi yang digelar di Ruang Pertemuan Agus Salim, Rabu (16/9).
Baca Juga: Meriahnya FLS3N Kabupaten Probolinggo, Ini Daftar Juara dan Pesan Kadis Dikdaya
Kegiatan itu dihadiri langsung Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono, Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Eksi Wulandari, perwakilan Jawa Pos Radar Bromo Didik Purwanto, serta para pengawas SD dan SMP se-Kabupaten Probolinggo.
Kepala Dinas Dikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono mengatakan, Anugerah SAE Pendidikan bukan sekadar ajang perlombaan antarlembaga.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi, evaluasi, sekaligus upaya melihat sejauh mana satuan pendidikan mampu membangun ekosistem sekolah yang humanis, inklusif, berkeadaban, dan berintegritas.
Konsep SAE sendiri memiliki makna Sejahtera, Amanah-Religius, serta Eksis Berdaya Saing. Filosofi itu kemudian diterjemahkan melalui empat pilar utama.
Yakni Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN), pengelolaan pendidikan berlayanan inklusif, tata kelola keuangan bebas korupsi, serta budaya anak senang sekolah.
“Alhamdulillah, pada prinsipnya kita ingin berkolaborasi melaksanakan kegiatan sesuai dengan program dan visi-misi kepala daerah, yaitu semuanya SAE. Tahun ini kita mengawali kegiatan untuk Anugerah SAE Pendidikan,” kata Hary.
Dia menjelaskan, Anugerah SAE Pendidikan 2026 dibagi dalam dua kategori. Yakni kategori satuan pendidikan tingkat SD dan tingkat SMP.
Melalui kegiatan tersebut, sekolah diberi ruang untuk menunjukkan berbagai inovasi dan praktik baik yang selama ini telah dijalankan.
“Dengan keterbatasan yang ada, kita mencoba memberikan reward kepada lembaga. Harapannya nanti ke depan akan lebih baik lagi. Manakala ada proses lomba atau anugerah lain di tingkat yang lebih tinggi, baik provinsi maupun nasional, kita sudah menyaring adanya inovasi,” imbuhnya.
Menurut Hary, keterlibatan seluruh sekolah menjadi bagian penting dalam pelaksanaan perdana Anugerah SAE Pendidikan. Dari kegiatan tersebut, pihaknya juga ingin memperoleh bahan evaluasi untuk penyelenggaraan pada tahun-tahun berikutnya.
“Semoga Anugerah SAE Pendidikan tahun 2026 yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Dikdaya yang bersinergi bersama Jawa Pos Radar Bromo berjalan sukses, aman, lancar, amanah sesuai dengan apa yang dicita-citakan kita semua. Semoga pendidikan kita akan lebih baik lagi,” harapnya.
Sosialisasi juga menghadirkan dua juri untuk memberikan pemaparan terkait petunjuk teknis (juknis) kegiatan. Keduanya yakni Siti Khusnul Khotimah dari unsur Unit Layanan Disabilitas Kabupaten Probolinggo dan Ketua Asosiasi Pengawas Seluruh Indonesia (APSI) Kabupaten Probolinggo Miswagiyanto.
Sementara itu, Panitia Anugerah SAE Pendidikan dari Dinas Dikdaya, Fitri Nur Shanti, menjelaskan, setelah sosialisasi, tahapan berikutnya adalah pendaftaran peserta. Pendaftaran dibuka mulai 17 September hingga 10 Oktober 2026.
Untuk jenjang SD, peserta ditetapkan satu lembaga per gugus, baik negeri maupun swasta. Sedangkan jenjang SMP minimal dua lembaga setiap kecamatan, juga dari sekolah negeri maupun swasta.
Peserta dapat melakukan pendaftaran secara online melalui tautan yang disiapkan panitia https://bit.ly/Daftar_Anugrah_SAE_Pendidikan. Selain itu, peserta wajib menyerahkan portofolio dan video profil SAE yang telah diunggah di YouTube.
“Untuk penyerahan dokumen fisik portofolio, peserta boleh menyerahkan di Dinas Dikdaya atau di Kantor Jawa Pos Radar Bromo,” ujarnya. (dik/mie)
Editor : Muhammad Fahmi