
BESUK, Radar Bromo - Desa Matekan, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, menjadi lautan manusia Jumat (11/6). Tepatnya di Masjid Darul Muttaqin di Dusun Utara yang menjadi tempat Munajat Kubro Ahlussunnah wal Jamaah bersama Habib Abdul Qodir bin Muhammad Shodiq Al Hamid.
Antusiasme jemaah juga tidak terlepas dari karisma Habib Abdul Qodir bin Muhammad Shodiq Al Hamid. Karismanya seakan menjadi magnet yang menarik para jemaah untuk hadir.
Ribuan jemaah dari berbagai daerah hadir untuk mengikuti munajat yang digelar usai salat Jumat tersebut. Muslimin memenuhi bagian dalam masjid, sementara muslimat menempati halaman masjid. Saking banyaknya, lokasi tidak mampu menampung jemaah.
Yang tidak kebagian tempat, memanfaatkan badan jalan dengan alas seadanya. Membuat jalan di sekitar lokasi macet. Sejumlah jemaah juga memanfaatkan teras rumah warga sekitar lokasi untuk mengikuti kegiatan.
Panitia juga menyebar sound system di sejumlah titik. Tujuannya, jemaah tetap bisa mengikuti meski jauh dari pusat acara.
Di antara para jemaah, juga hadir sejumlah tokoh dan pejabat. Di antaranya, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Habib Mahdi; Kepala KFF Bank Syariah Indonesia (BSI) Genggong Mugar Tunggul bersama perwakilan dari BSI Kraksaan Febria Setiawan; serta tokoh Masyarakat Kecamatan Besuk K.H. Marzuki dan H. Munir.
Habib Qodir dalam ceramahnya mengungkapan, Munajat Kubro di bawah pimpinannya ini sudah memasuki tahun ketiga. Munajat Kubro digelar setiap Jumat terakhir dalam kalender hijriah dengan lokasi bergantian.
“Digelar di tempat yang berbeda setiap bulan, dengan tujuan semuanya bisa bermunajat bersama dan mendapat keberkahan,” katanya.
Selain untuk memohon keberkahan, Munajat Kubro digelar untuk lebih mendekatkan manusia dengan Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Serta, sebagai bekal ketika menghadap Allah SWT. “Hadir di acara ini merupakan salah satu bentuk kecintaan kita kepada Allah SWT dan Rasul-Nya,” katanya.
Habib Qodir mengungkapkan, dalam kehidupan sehari-hari, manusia pasti memiliki masalah. Dengan hadir di Munajat Kubro, diharapkan semua masalah yang dihadapi itu bisa terselesaikan.
“Seperti kesusahan, perselisihan, masalah ekonomi, hingga masalah penyakit. Insyallah dengan hadir di acara ini semua bisa teratasi dan menjadi manusia yang beruntung hingga anak cucu,” katanya.
Munajat Kubro dimulai sekitar pukul 13.00 dan berakhir pukul 16.30 itu, diawali dengan pembacaan Maulid Habsyi, zikir, dan diakhiri dengan tawasul, berupa pembacaan surat Al Fatihah yang ditujukan kepada para nabi, malaikat, dan waliyulloh.
Keberkahan Munajat Kubro juga dirasakan para pedagang yang datang dari berbagai daerah. Baik dengan membuka lapak maupun berkeliling. Salah satunya Ummi Ningsih, warga Desa Sentulan, Kecamatan Banyuanyar. Ia mengaku istiqamah menghadiri Munajat Kubro, sekaligus berjualan untuk mendapatkan tambahan rezeki.
“Alhamdulillah, saya selalu mengikuti Munajat Kubro di manapun digelar. Selain mendapatkan barokah, juga mendapat rezeki. Jadi dapat dua keuntungan dengan hadir di Munajat Kubro ini,” katanya.
Ia mengungkapkan, omzet yang diperoleh saat berjualan dalam acara ini mencapai sekitar Rp 1,5 juta, dengan pendapatan bersih sekitar Rp 1 juta. Jauh lebih besar dibandingkan hasil berjualan sehari-hari.
“Kalau jualan biasa, omzetnya hanya sekitar Rp 250 ribu. Setiap hari saya jualan di sekolah dengan pendapatan bersih sekitar Rp 150 ribu,” ungkapnya. (uno/*)
Editor : Fahreza Nuraga