KRAKSAAN, Radar Bromo – Penantian masyarakat terhadap Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) segera berakhir.
Ruas Kraksaan-Paiton yang menjadi seksi 1 dan 2 dipastikan akan dibuka selama 14 hari gratis sebagai masa sosialisasi.
Pembukaan tol ini juga diproyeksikan menjadi solusi untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas. Terutama karena sejumlah ruas jalan arteri dalam waktu dekat akan diperbaiki, salah satunya Jembatan Pajarakan.
Manajer Operasional PT JPB Tol Prosiwangi Nadila Sevitiria mengatakan, seluruh persiapan operasional telah dilakukan. Mulai konstruksi, transaksi, hingga pelayanan lalu lintas.
“Secara konstruksi maupun persiapan lainnya sebenarnya sudah mantap dan siap dibuka. Untuk pelayanan pun kami sudah menyiapkan semuanya. Seperti layanan transaksi dan layanan lalu lintas,” ujar Nadila.
Kesiapan tersebut telah diuji melalui beberapa kali pengoperasian fungsional. Khusus seksi 1 dan 2 (ruas Kraksaan-Paiton), bahkan sudah tiga kali difungsionalkan. Termasuk saat periode Lebaran 2026.
Baca Juga: Jembatan Pajarakan-Probolinggo Segera Dibongkar, Fungsional Tol Prosiwangi Belum Ada Kepastian
“Secara fisik sekarang sudah 100 persen. PJU sudah, sejumlah hal lain juga sudah berfungsi semua. Kami juga kemarin sudah fungsional saat Lebaran. Untuk seksi 1 dan 2 sudah tiga kali melalui fungsional,” jelasnya.
Saat beroperasi, tol diperkirakan dilintasi sekitar 5.000 kendaraan per hari selama 24 jam.
Kendaraan berat seperti truk dan trailer juga diperbolehkan melintas. Namun kendaraan over dimension over loading (ODOL) akan disaring secara ketat.
Kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan akan diarahkan keluar dari tol dan menggunakan jalur alternatif.
“Kami tetap akan memfilter kendaraan-kendaraan yang over dimension dan over loading. Ini juga menjadi perhatian kami, Kementerian Perhubungan maupun kepolisian dalam rangka mewujudkan zero ODOL,” tegasnya.
Untuk tahap awal, operasional berlangsung gratis selama 14 hari sebagai bagian dari sosialisasi. “Selama 14 hari itu dibuka tanpa tarif, sekaligus sosialisasi sebelum nantinya akan bertarif,” terang Nadila.
Meski persiapan telah rampung, tanggal pasti pembukaan masih menunggu surat dari Kementerian Pekerjaan Umum.
“Kami masih menunggu surat dari kementerian. Sepertinya tidak sampai akhir tahun. Harapannya dalam waktu dekat sudah bisa dibuka,” ungkapnya.
Sementara itu, Paket 3 (Kraksaan – Besuki) Tol Prosiwangi juga telah rampung secara konstruksi. Namun ruas tersebut masih menjalani verifikasi dan uji laik fungsi untuk memperoleh sertifikat laik fungsi dari kementerian.
“Untuk paket 3 secara konstruksi sudah selesai. Sekarang kami sedang proses verifikasi uji laik fungsi. Kalau sertifikat laik fungsi sudah keluar, harapannya nanti bisa difungsionalkan,” pungkasnya.
Nadila menambahkan, pembukaan tol juga dilakukan untuk mendukung arus lalu lintas jalan arteri yang akan diperbaiki dalam waktu dekat. Seperti jembatan Pajarakan.
Sebab sejumlah kepala daerah termasuk kabupaten Probolinggo meminta pembukaan ruas tol ini,” katanya. (mu/hn)
Editor : Muhammad Fahmi