Tempat Penggergajian Kayu di Banyuanyar-Probolinggo Terbakar, Ini Penyebabnya

Achmad Arianto • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 07:40 WIB
HANGUS: Tim Damkar Kabupaten Probolinggo memadamkan kebakaran di tempat penggergajian kayu di Desa Klenang Kidul, Kecamatan Banyuanyar. (DAMKAR FOR JAWA POS RADAR BROMO)
HANGUS: Tim Damkar Kabupaten Probolinggo memadamkan kebakaran di tempat penggergajian kayu di Desa Klenang Kidul, Kecamatan Banyuanyar. (DAMKAR FOR JAWA POS RADAR BROMO)

 BANYUANYAR, Radar Bromo - Insiden kebakaran juga terjadi di Dusun Jatigunung, Desa Klenang Kidul, Kecamatan Banyuanyar.

Minggu (6/9), api melalap tempat penggergajian kayu milik Zahra, 42. Tidak ada korban dalam insiden ini. Namun tim damkar membutuhkan waktu 11 jam untuk memadamkan api.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 12.10. Saat itu, tempat penggergajian kayu kosong karena pekerja sedang libur. Sementara, pemilik bersama keluarganya sedang tidak di lokasi.

Titik api kali pertama diketahui oleh warga berasal dari sisi selatan tempat penggergajian kayu.

Karena angin kencang dan material sisa penggergajian kayu mudah terbakar, membuat api berkobar dengan cepat dan merembet ke wilayah lain mengikuti embusan angin. Hingga kebakaran semakin meluas.

Mengetahui itu, warga berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun api semakin membesar hingga akhirnya warga menghubungi Tim Damkar Kabupaten Probolinggo.

Mengetahui objek yang terbakar tempat yang sangat rawan, petugas bergerak cepat,” ujar Kepala Bidang Pengendalian Bahaya Kebakaran dan Nonkebakaran Satpol PP Kabupaten Probolinggo Andrea Persaulian, Senin (7/9).

Awalnya, Tim Damkar Unit Condong yang merapat ke lokasi. Sebab, paling dekat dengan tempat kejadian kebakaran.

Kemudian, Tim Damkar berkoordinasi dengan Unit Kraksaan dan Unit Dringu untuk mem-backup pemadaman, sehingga ada tiga mobil damkar dan satu mobil tank supply merapat ke lokasi.

“Butuh waktu sekitar 11 jam untuk memadamkan api. Setelah api padam, petugas masih melanjutkan pendinginan bara api di bawah tumpukan kayu dan serbuk kayu hingga api benar-benar padam,” bebernya.

Andrea mengatakan, berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga setempat, api diduga berasal dari sampah yang dibakar orang tak dikenal. Karena angin kencang, akhirnya merembet ke tempat penggergajian kayu.

Yang terbakar serbuk kayu dan tumpukan kayu sisa gergajian. Banyaknya tumpukan serbuk dan kayu membuat petugas kesulitan menggelar slang, sehingga turut memperlambat proses pemadaman,” jelasnya. (ar/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
klenang kidul api kebakaran banyuanyar