Rampung Dirakit dan Siap Digunakan, Jembatan Bailey Pajarakan Probolinggo Belum Boleh Dilintasi

Achmad Arianto • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 08:29 WIB
DIAWASI: Petugas mengawasi jembatan bailey di Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, yang baru akan difungsikan saat rehabilitasi Jembatan Pajarakan dilaksanakan. (Achmad Arianto/ Radar Bromo)
DIAWASI: Petugas mengawasi jembatan bailey di Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, yang baru akan difungsikan saat rehabilitasi Jembatan Pajarakan dilaksanakan. (Achmad Arianto/ Radar Bromo)

PAJARAKAN, Radar Bromo– Jembatan bailey di Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, sudah selesai dirakit dan siap digunakan. Namun kendaraan belum boleh melintas.

Sebab, rehabilitasi Jembatan Pajarakan yang menjadi alasan dirakitnya jembatan darurat itu, dipastikan mundur dari rencana awal.

Untuk mencegah jembatan bailey digunakan sebelum waktunya, petugas pun rutin melakukan pengawasan di lapangan. Pengawasan dilakukan untuk mengantisipasi jembatan disalahgunakan atau dilintasi kendaraan sebelum rehabilitasi Jembatan Pajarakan dimulai.

“Sesuai rencana, jembatan bailey difungsikan kalau jembatan pajarakan sudah ditutup dan direhabilitasi. Karena jembatan pajarakan belum ditutup, maka jembatan bailey belum boleh dilintasi,” terang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 BBPJN Jatim Bali Wahyu Wibowo.

Bahkan, di sisi timur yang merupakan ruas jalan dengan lajur searah, telah dipasang water barrier atau pembatas. Pembatas itu dipasang untuk mencegah kendaraan berbelok ke kiri dan masuk ke jembatan bailey.

“Kami awasi agar tidak dilewati sebelum waktunya. Sebab, penggunaan sebelum waktunya berpotensi mengurangi kekuatan konstruksi jembatan,” lanjutnya.

Wahyu mengatakan, sebenarnya persiapan rehabilitasi Jembatan Pajarakan telah dilakukan sesuai tahapan pengerjaan. Termasuk menyiapkan jembatan bailey yang akan difungsikan sebagai jembatan darurat selama rehabilitasi jembatan utama berlangsung.

Baca Juga: Jembatan Pajarakan-Probolinggo Segera Dibongkar, Fungsional Tol Prosiwangi Belum Ada Kepastian

Jembatan darurat itu memiliki bentang 48 meter dengan lebar lantai 4,20 meter.

Jembatan ini aman dilintasi kendaraan dengan bobot maksimal 10 ton. Artinya, mobil pribadi dan kendaraan bermuatan ringan dapat melintas.

Saat rehabilitasi Jembatan Pajarakan benar-benar dimulai, BBPJN akan memberlakukan portal di dua pintu masuk jembatan. Di sisi timur, portal memiliki tinggi 2,8 meter dan lebar 3,8 meter. Sedangkan di sisi barat, tinggi portal 2,8 meter dan lebar 4,40 meter.

Selain itu, marking kalibrasi dipasang untuk memastikan jembatan bailey tetap kokoh dan tidak mengalami perubahan. Dengan begitu, kendaraan nantinya dapat melintas dengan aman.

“Sambil menunggu petunjuk dari pimpinan kapan pastinya rehabilitasi Jembatan Pajarakan akan dilaksanakan, pengawasan jembatan bailey terus dilakukan. Dengan demikian, saat tiba waktu difungsikan, jembatan bailey bisa digunakan secara maksimal,” tandasnya. (ar/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
pajarakan rehab jembatan pajarakan jembatan bailey probolinggo