Dinkes Kabupaten Probolinggo Terus Pantau Wilayah Rawan DBD

Achmad Arianto • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 08:36 WIB
ILUSTRASI DBD
ILUSTRASI DBD

KRAKSAAN, Radar Bromo- Kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Probolinggo, masih berpotensi bertambah. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, juga terus berupaya menekan penyebaran. Khususnya, di tiga wilayah temuan tertinggi.

Kasus atau bertambahnya pasien masih bisa terjadi. Perlu diwaspadai sekaligus perlu dilakukan tindakan,” ujar Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Probolinggo, dr. Nina Kartika.

Dineks berupaya maksimal untuk menanggulangi temuan penyakit tersebut. Petugas Puskesmas rutin mengecek langsung lingkungan masyarakat. Tujuannya, untuk memastikan bahwa upaya pemberantasan sarang nyamuk berjalan baik, sehingga sebaran DBD bisa ditekan.

Petugas tidak hanya fokus terhadap penanganan pasien. Tetapi, juga berkoordinasi dengan Puskesmas yang turut berperan serta melakukan pencegahan. Seperti, sosialisasi dan edukasi pemberantasan sarang nyamuk. Dengan harapan jentik nyamuk tidak sampai berkembang menjadi nyamuk dewasa.

Nina mengatakan, semua wilayah atau kecamatan di Kabupaten Probolinggo, memiliki potensi sama. Sebaran penyakit DBD dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Dinkes mencatat, sejak Januari hingga akhir Juli terdapat 424 pasien positif DBD.

Ada tiga kecamatan yang menjadi atensi, karena temuan kasusnya menonjol. Yakni, Kecamatan Paiton, Kraksaan, dan Kecamatan Dringu.

Wilayah temuan terbanyak menjadi atensi. Tapi, tidak mengenyampingkan wilayah lain yang temuannya sedikit. Sebab, potensi penambahan kasus masih sama,” ujarnya. (ar/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
dbd penyakit probolinggo dinkes demam berdarah