Ratusan Pesepeda dari Berbagai Daerah Ngontel Bareng di Kraksaan Sembari Berbagi ke Masyarakat

Agus Faiz Musleh • Dipublikasikan Senin, 31 Agustus 2026 | 10:34 WIB
RATUSAN ORANG: Onthelis dari berbagai daerah yang ikut Ngonthel Sambil Berbagi dan berkeliling Kraksaan. Foto:  Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo
RATUSAN ORANG: Onthelis dari berbagai daerah yang ikut Ngonthel Sambil Berbagi dan berkeliling Kraksaan. Foto:  Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo

 

KRAKSAAN, Radar Bromo - Ratusan pesepeda ontel menyusuri jalan sepanjang sekitar 18 kilometer di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (30/8). Mereka tidak sekadar bersepeda. Di sejumlah titik, rombongan berhenti untuk membagikan beras kepada warga kurang mampu yang tinggal di sekitar rute.

Kegiatan bertajuk "Ngonthel Sambil Berbagi" itu diikuti komunitas sepeda ontel dari sejumlah daerah di Jawa Timur, Bali, Jepara, dan Yogyakarta. Peserta memulai perjalanan dari Alun-alun Kraksaan, kemudian melintasi Jalan Raya Panglima Sudirman, Desa Kebonagung, Sidopekso, dan Kelurahan Patokan sebelum kembali ke titik awal.

Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Probolinggo Ahmad Anshori mengatakan, konsep tersebut sengaja dibuat agar aktivitas komunitas tidak berhenti pada olahraga dan hiburan.

"Selama ini ontel hanya sekadar ontel. Kami KORMI Kabupaten Probolinggo mempunyai konsep bahwa ontel saat ini harus berbeda, yaitu ngontel sambil olahraga dan berbagi kepada masyarakat," kata Anshori.

Untuk kegiatan itu, sekitar empat kuintal beras disiapkan untuk dibagikan kepada warga di sepanjang rute. Menurut Anshori, penerima bantuan terlebih dahulu didata agar bantuan tidak diberikan secara acak.

"Ngontel sambil memberikan manfaat kepada masyarakat, yaitu memberikan bantuan beras kepada masyarakat di sekitar yang kita lewati," ujarnya.

Model kegiatan semacam ini membuat olahraga komunitas bersentuhan langsung dengan persoalan warga.

Namun, dampaknya tetap bergantung pada ketepatan sasaran bantuan dan keberlanjutan program. Bantuan pangan yang diberikan sekali belum dengan sendirinya menyelesaikan persoalan ekonomi keluarga penerima.

Bupati Probolinggo Mohammad Haris mengatakan, kegiatan olahraga dapat memiliki nilai lebih apabila manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Kegiatan olahraga akan memiliki nilai lebih ketika mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat," katanya.

Haris juga mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan dan kebersamaan di tengah perbedaan organisasi maupun latar belakang masyarakat.

"Persatuan dan kebersamaan itu betul-betul perlu dipegang, tidak hanya diucapkan. Mari kita jaga persatuan, jaga kebersamaan, meskipun ada beberapa organisasi dan perbedaan di antara kita," ujarnya.

Pesan tersebut menjadi relevan ketika kegiatan komunitas melibatkan peserta dari berbagai daerah. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa ruang publik dapat menjadi tempat bertemunya kelompok-kelompok masyarakat dengan latar belakang berbeda.

Peserta datang antara lain dari Sidoarjo, Jember, Bondowoso, Situbondo, Surabaya, Sumenep, dan Bojonegoro. Komunitas dari Bali, Jepara, dan Yogyakarta juga ikut dalam kegiatan tersebut.

Bagi KORMI Kabupaten Probolinggo, respons peserta menjadi alasan untuk mengembangkan kegiatan serupa dalam skala lebih besar. Anshori bahkan menargetkan kegiatan tahun depan dapat melibatkan komunitas ontel dari berbagai daerah di Indonesia.

"Kami berharap ke depan Pemerintah Kabupaten Probolinggo bisa mendukung. Tahun depan kami ingin kegiatan ini bisa diadakan se-Indonesia," katanya. (mu/fun)

Editor : Abdul Wahid
ngomel pancal Ontel sepeda Kraksaan