Skrining Ratusan Warga Bantaran untuk Deteksi Dini TBC

Achmad Arianto • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:00 WIB
ANTRE: Warga Bantaran mengikuti Active Case Finding (ACF) melalui Mobile X-Ray kasus TBC. (Foto : Istimewa)
ANTRE: Warga Bantaran mengikuti Active Case Finding (ACF) melalui Mobile X-Ray kasus TBC. (Foto : Istimewa)

 

BANTARAN, Radar Bromo – Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo belum lama ini melakukan Active Case Finding (ACF) melalui Mobile X-Ray kasus TBC di Kecamatan Bantaran. Sebanyak 200 orang diperiksa sebagai langkah deteksi dini terhadap kondisi paru. Khususnya pada masyarakat yang memiliki faktor risiko TBC.

Kepala Puskesmas Bantaran Radityo Utomo mengatakan ACF Mobile X-Ray menjadi salah satu upaya jemput bola dalam menemukan kasus TBC di lingkungan masyarakat. Deteksi yang dilakukan secara aktif penting dilaksanakan.

Agar masyarakat yang berisiko tidak harus menunggu munculnya gejala berat atau datang sendiri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

“Dengan Mobile X-Ray masyarakat yang menjadi sasaran. Bisa mendapatkan pemeriksaan lebih mudah sehingga apabila ditemukan indikasi TBC dapat segera ditindaklanjuti,” katanya.

Pemeriksaan melalui Mobile X-Ray membantu skrining terhadap kondisi paru. Apabila dari hasil pemeriksaan terdapat indikasi yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Pasien akan diarahkan untuk mendapatkan pelayanan lanjutan melalui jejaring pelayanan TBC di fasilitas kesehatan.

Penemuan kasus secara aktif penting dilakukan untuk mengendalikan penyakit TBC. Sebab seseorang yang terinfeksi TBC apabila tidak segera diketahui dan mendapatkan pengobatan. Berpotensi menularkan penyakit tersebut kepada orang lain.

Petugas tidak hanya melakukan pemeriksaan menggunakan Mobile X-Ray. Tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai TBC.

Edukasi mencakup tanda dan gejala TBC, cara penularan, dan langkah pencegahan. Serta pentingnya menjalani pengobatan sampai tuntas apabila seseorang dinyatakan positif TBC.

“Ada 200 warga yang diperiksa. Kalau dari hasil skrining ada yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan. Tentu akan ada tindak lanjut sesuai prosedur. Sehingga pemeriksaan tidak berhenti pada skrining saja,” ucapnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Nina Kartika menambahkan, penularan TBC sampai saat ini cukup menjadi atensi.

Oleh sebab itu petugas kerap melakukan pengecekan langsung dengan sistem jemput bola dengan melakukan pemeriksaan setempat pada warga yang berpotensi menderita penyakit tersebut.

“Penularan penyakit TBC masih bisa terjadi. Sehingga patut diwaspadai. Upaya jemput bola langsung ke lingkungan masyarakat untuk menemukan potensi penyakit. Kemudian segera diobati untuk menekan penyebaran,” tandasnya. (ar/fun)

Editor : Abdul Wahid
skrining tbc