PEMERINTAH Desa Sumber Kramat, Kecamatan Tongas, terus melakukan pembangunan secara bertahap dengan mempertimbangkan skala prioritas. Upaya tersebut diarahkan untuk memperbaiki infrastruktur sekaligus mendukung pelayanan dan pengelolaan aset desa.
Salah satu pekerjaan yang dilakukan yakni pengurukan jalan di Dusun Mendek Wetan RT 6 dan 7/RW 3 dan 4. Jalan sepanjang sekitar 1.300 meter dengan lebar 2,5 meter itu sebelumnya masih berupa makadam. Pengurukan diharapkan membuat akses warga lebih mudah sekaligus menunjang aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.
Selain infrastruktur, Pemdes Sumber Kramat juga mulai memperkuat sistem keamanan lingkungan kantor desa dengan memasang kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik strategis. Kamera ditempatkan di area balai desa dan akses jalan keluar untuk memantau kondisi kantor serta lingkungan sekitar selama 24 jam.
“Pembangunan kami lakukan berdasarkan skala prioritas. Selain akses jalan, keamanan aset dan lingkungan kantor desa juga menjadi perhatian agar pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan dengan baik,” kata Kepala Desa Sumber Kramat H. Jumadi melalui Sekretaris Desa Sumber Kramat Salam.
Keberadaan CCTV tidak hanya ditujukan untuk mengantisipasi pencurian dokumen maupun aset desa. Sistem tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari evaluasi internal sekaligus mendorong kedisiplinan perangkat desa dalam memberikan pelayanan. Di kawasan kantor desa juga terdapat Sekolah TK sehingga pemantauan lingkungan dinilai penting.
Di sektor ekonomi, Desa Sumber Kramat mengembangkan BUMDes Sumber Makmur melalui usaha peternakan sapi di Dusun Mendek Wetan RT 5/RW 3. Usaha tersebut mulai berjalan sejak 2025 dan menjadi salah satu upaya desa mengembangkan potensi ekonomi produktif.
Salam menambahkan, pembangunan dan pengembangan usaha desa akan terus diarahkan sesuai kebutuhan masyarakat. “Harapannya, setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat dan berdampak terhadap pelayanan serta perekonomian warga,” pungkasnya.
Gotong Royong Swadaya Bangun Jembatan Nangger
SEMANGAT gotong royong warga Desa Sumber Kramat, Kecamatan Tongas, patut diacungi jempol. Ketika Jembatan Nangger yang menghubungkan Dusun Mendek Wetan dan Mendek Kulon rusak parah akibat diterjang banjir pada Februari lalu, masyarakat memilih tidak tinggal diam dan berpangku tangan.
Jembatan sepanjang sekitar empat meter itu merupakan akses vital bagi warga. Selain menjadi jalur utama aktivitas sehari-hari, keberadaannya juga menunjang mobilitas perekonomian dan akses anak-anak menuju sekolah. Kerusakan jembatan sempat mengganggu aktivitas masyarakat di kedua dusun.
Melihat kondisi tersebut, warga berinisiatif membangun kembali jembatan secara swadaya. Gayung bersambut. Masyarakat bergotong royong sesuai kemampuan masing-masing. Ada warga yang menyediakan kendaraan pik up untuk mengangkut material, sementara lainnya menyumbangkan semen, pasir serta material bangunan lainnya.
Keterlibatan warga tidak berhenti pada penyediaan material dan tenaga. Ibu-ibu turut mengambil bagian dengan sukarela menyiapkan konsumsi bagi masyarakat yang bekerja membangun jembatan.
Kebersamaan itu membuat pembangunan berjalan dengan rasa kepedulian dan semangat gotong royong.
“Keberadaan jembatan ini sangat vital karena menjadi akses utama masyarakat, termasuk untuk kegiatan ekonomi dan anak-anak sekolah. Karena itu, warga berinisiatif membangun kembali secara swadaya,” Kata Kepala Desa Sumber Kramat H. Jumadi melalui Sekretaris Desa Sumberkeramat Salam.
Kini, Jembatan Nangger kembali berdiri kuat dan kokoh serta dapat digunakan masyarakat. Pembangunan itu menjadi contoh kepedulian warga terhadap kebutuhan bersama sekaligus menunjukkan bahwa persoalan infrastruktur dapat dihadapi melalui kebersamaan.
Salam mengapresiasi Kekompakan dan partisipasi masyarakat yang rela menyumbangkan tenaga, material, kendaraan hingga konsumsi. “Ini bentuk kepedulian dan gotong royong masyarakat. Semua bergerak sesuai kemampuan masing-masing demi kepentingan bersama,” Ujarnya.
Perkuat Posyandu, Layanan Menyasar Semua Usia
LAYANAN kesehatan masyarakat melalui kegiatan Posyandu terus diperkuat Desa Sumber Kramat. Dukungan anggaran sekitar Rp 82 juta dialokasikan untuk menunjang pelayanan yang tersebar di tiga pos, yakni Dusun Krajan, Mendek, dan Tanah Celeng.
Pelayanan tersebut didukung 15 kader Posyandu yang secara rutin mendampingi masyarakat. Saat ini, terdapat 179 balita dan 17 ibu hamil yang menjadi sasaran pelayanan kesehatan di Desa Sumber Kramat dengan pemberian PMT bergizi.
Layanan Posyandu juga dikembangkan melalui konsep Integrasi Layanan Primer (ILP). Skema tersebut tidak hanya menyasar balita dan ibu hamil, tetapi mencakup pelayanan kesehatan berdasarkan siklus hidup, termasuk kelompok remaja.
Salah satunya melalui Posyandu Remaja. Remaja putri secara rutin mendapatkan Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai upaya mencegah anemia, menjaga kadar hemoglobin, sekaligus mendukung kesehatan reproduksi. Langkah tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran kesehatan sejak usia remaja.
“Harapan saya untuk Desa Sumberkeramat tentunya mencegah stunting dan membuat gizi lebih baik. Sehingga dapat membuat generasi lebih baik,” ujar Koordinator Kader Posyandu Desa Sumber Kramat Luluk Anisa.
Menurutnya, keberadaan kader menjadi bagian penting dalam mendampingi masyarakat. Selain memberikan layanan dasar, kader juga membantu mengedukasi warga mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan pemantauan tumbuh kembang anak.
Selain sektor kesehatan, perhatian desa juga diarahkan kepada warga yang membutuhkan dukungan sosial. Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) diberikan kepada dua keluarga penerima manfaat yang masuk kategori kemiskinan ekstrem dan merupakan penyandang disabilitas.
Sementara itu, Pemdes Sumber Kramat juga mengalokasikan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk satu unit rumah warga. “Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hunian sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat,” Kata Sekretaris Desa Sumber Kramat Salam”. (dik/fun/*)
Editor : Moch Vikry Romadhoni