Jembatan Curah Bubur yang Menghubungkan Tegalsiwalan-Banyuanyar Perlu Dilebarkan

Achmad Arianto • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 08:34 WIB
CEK LANGSUNG: Bupati Probolinggo Muhammad Haris saat melakukan monev jembatan curah bubur. Jembatan ini bakal dilebarkan. (Foto : Istimewa)
CEK LANGSUNG: Bupati Probolinggo Muhammad Haris saat melakukan monev jembatan curah bubur. Jembatan ini bakal dilebarkan. (Foto: Istimewa)

TEGALSIWALAN, Radar Bromo - Pemkab Probolinggo berencana merehab total Jembatan Curah Bubur yang merupakan penghubung Kecamatan Tegalsiwalan dengan Kecamatan Banyuanyar. Jembatan bakal dilebarkan dari 3 meter menjadi 5,5 meter.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Hengki Cahyo Saputra mengatakan, Jembatan Curah Bubur merupakan akses utama dua kecamatan. Sehingga menjadi akses penting bagi masyarakat sekitar.

Infrastruktur ini perlu dilakukan rehabilitasi karena usianya sudah tua sehingga konstruksinya sudah tidak lagi kokoh.

“Perbaikan atau rehab total jembatan curah bubur tahun sebelumnya sempat tertunda. Saat ini akan direalisasikan dengan persiapan yang matang dan sudah dilakukan uji publik,” katanya.

            Rehabilitasi jembatan nantinya akan disertai dengan pelebaran jembatan. Dari kondisi saat ini yang memiliki lebar sekitar 3 meter diperlebar menjadi 5,5 meter. Dengan adanya pelebaran ini, kendaraan roda empat nantinya dapat bersimpangan dengan aman.

Sementara kondisi saat ini, kendaraan yang melintas harus bergantian karena hanya bisa dilalui satu kendaraan. Selain pelebaran jembatan direncanakan juga peninggian alinyemen jalan dan jembatan.

“Dengan demikian elevasinya lebih baik dan tidak terlalu rendah dibandingkan ruas jalan sisi timur,” ucapnya.

Selama rehabilitasi jembatan, maka akan ada pengaturan lalu lintas dan jalan alternatif yang akan disiapkan. Agar aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan baik selama pekerjaan berlangsung. Khususnya kendaraan dengan tonase besar seperti truk pengangkut kayu maupun tebu agar dapat mematuhi pengaturan jalur kendaraan.

“Demi keamanan dan keselamatan pengguna jalan selama proses rehabilitasi jembatan. Kendaraan bertonase besar kemungkinan akan diarahkan ke jalur lain yang sedikit memutar,” terangnya.

Bupati Probolinggo Mohammad Haris mengatakan bahwa sejatinya penanganan infrastruktur jembatan dilakukan sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Jembatan yang menjadi kewenangan provinsi maupun pusat akan diusulkan kepada pemerintah sesuai porsinya.

Rehabilitasi jembatan curah bubur merupakan salah satu bentuk mitigasi pemerintah daerah. Agar kerusakan infrastruktur tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar di kemudian hari.

“Jembatan porsinya provinsi, nasional, pusat dan sebagainya. Diusulkan sesuai dengan porsinya masing-masing. Nah, ini (rehabilitasi Jembatan Curah Bubur, Red) kewenangan Pemerintah Kabupaten,” tuturnya. (ar/fun)

Editor : Abdul Wahid
jembatan curah bubur tegalsiwalan banyuanyar perbaikan jembatan probolinggo