Ribuan Warga Desa Sentong, Kecamatan Krejengan Turut Meriahkan HUT Kemerdekaan

Agus Faiz Musleh • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 07:00 WIB

MENGULAR: Iring-iringan peserta Karnaval HUT Kemerdekaan RI di Desa Sentong, Kecamatan Krejengan, begitu panjang. (FAHREZA NURAGA/JAWA POS RADAR BROMO)

MENGULAR: Iring-iringan peserta Karnaval HUT Kemerdekaan RI di Desa Sentong, Kecamatan Krejengan, begitu panjang. (FAHREZA NURAGA/JAWA POS RADAR BROMO)

SUASANA Desa Sentong, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (23/8) malam begitu semarak. Ribuan warga tumplek blek di sepanjang jalan kabupaten untuk menyaksikan karnaval budaya dalam rangka Peringaran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Karnaval mengambil titik start dari kawasan Dusun Kedungbringin menuju Dusun Kademangan, Desa Sentong. Sekitar pukul 18.00, ratusan peserta dari berbagai kelompok mulai dilepas, menyusuri rute karnaval. Tidak hanya warga Desa Sentong, masyarakat dari luar desa juga datang untuk menikmati kemeriahan pesta rakyat tersebut.

Lampu warna-warni, dentuman sound system, serta beragam penampilan peserta membuat suasana semakin hidup. Warga yang sejak sore menunggu di sepanjang jalan langsung memenuhi tepian jalan ketika rombongan karnaval mulai bergerak.

Karnaval dibuka oleh Sekretaris Desa Sentong Abdu Rahman bersama Kapolsek Krejengan Iptu Miftahol Rahman. Pembukaan sekaligus menandai dimulainya rangkaian Perayaan HUT RI yang tahun ini dikemas lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Setiap tahun memang ada karnaval. Tetapi tahun ini yang paling meriah. Antusiasme masyarakat sangat luar biasa,” ujar Abdu Rahman.

SEMANGAT MENARI: Sejumlah peserta Karnaval HUT Kemerdekaan RI di Desa Sentong, Kecamatan Krejengan, semangat menari di sepanjang rute.
SEMANGAT MENARI: Sejumlah peserta Karnaval HUT Kemerdekaan RI di Desa Sentong, Kecamatan Krejengan, semangat menari di sepanjang rute.

Menurutnya, sedikitnya 10 grup sound yang ambil bagian dalam karnaval. Setiap sound memiliki kelompok peserta masing-masing. Seluruh peserta berasal dari Desa Sentong, yang terbagi dari empat dusun.

“Dari Dusun Krajan ada satu grup, Dusun Kademangan lima sound, Dusun Kedungbringin satu sound, dan Dusun Selolembu tiga sound,” jelasnya.

Pembagian kelompok ini membuat arak-arakan begitu panjang. Peserta dari masing-masing dusun membawa ciri dan kreativitas kelompoknya. Mereka tampil dengan berbagai atribut dan konsep yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Kemeriahan ini tidak muncul tiba-tiba. Sebelum karnaval digelar, masing-masing dusun menggelar berbagai perlombaan tradisional. Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian Perayaan HUT RI, sekaligus menjadi ajang bagi warga untuk membangun kebersamaan.

Saat rombongan peserta bergerak dari Dusun Kedungbringin menuju Dusun Kademangan, ruas jalan kabupaten yang menjadi jalur karnaval dipenuhi penonton. Mereka berdiri di sisi jalan. Anak-anak hingga orang dewasa ikut menikmati setiap penampilan.

Bagi warga Sentong, kegiatan ini bukan sekadar hiburan. Karnaval menjadi momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan sekaligus merayakan kemerdekaan dengan cara yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Abdu Rahman mengatakan, tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih kuat di Desa Sentong.

TAMPIL MAKSIMAL: Sejumlah peserta mengenakan kostum kesenian dan kebudayaan dalam Karnaval HUT Kemerdekaan RI di Desa Sentong, Kecamatan Krejengan.
TAMPIL MAKSIMAL: Sejumlah peserta mengenakan kostum kesenian dan kebudayaan dalam Karnaval HUT Kemerdekaan RI di Desa Sentong, Kecamatan Krejengan.

“Semua kelompok berasal dari desa sendiri. Masyarakat ikut terlibat dan antusias menyukseskan acara,” ujarnya.

Karnaval berlangsung hingga selesai dengan tetap mendapat perhatian besar dari masyarakat. Dengan jumlah peserta yang mencapai ratusan orang dan penonton hingga ribuan warga, karnaval tahun ini sekaligus mencatatkan kemeriahan tersendiri.

Desa Sentong membuktikan bahwa perayaan kemerdekaan tidak harus digelar dengan konsep mewah, tetapi bisa menjadi pesta besar ketika seluruh warga ikut ambil bagian. (mu/rud/*) 

 

 

 

Jadi Ladang Rezeki, Dagangan Laris-Ludes

GEMERLAP Karnaval HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Sentong, Kecamatan Krejengan, tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat. Keramaian ribuan penonton menjadi berkah tersendiri bagi warga yang berjualan di sepanjang jalur karnaval.

Sejak sore, sejumlah warga mulai membuka lapak di sekitar ruas jalan yang menjadi rute karnaval. Beragam dagangan disiapkan untuk menyambut masyarakat yang datang dari dalam maupun luar Desa Sentong.

Benar saja, ketika karnaval dimulai sekitar pukul 18.00, lapak-lapak warga langsung ramai diserbu pembeli. Kehadiran ribuan penonton yang menunggu rombongan karnaval menciptakan kerumunan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Tidak sedikit warga yang datang bukan hanya untuk menonton. Mereka juga membeli makanan, minuman, dan berbagai kebutuhan lain selama menikmati jalannya arak-arakan. Bahkan, sejumlah pedagang mampu menghabiskan dagangannya sebelum rangkaian acara berakhir.

Sekretaris Desa Sentong Abdu Rahman mengatakan, kemeriahan karnaval memberikan dampak positif bagi warga. Khususnya, mereka yang memanfaatkan momentum tersebut untuk berjualan.

“Banyak warga yang berjualan saat acara. Dagangannya laris, bahkan ada yang sudah habis sebelum acara selesai,” katanya.

Tingginya jumlah penonton membuat perputaran ekonomi masyarakat ikut bergerak. Warga yang sebelumnya hanya menjadi penonton, kini juga dapat memanfaatkan keramaian sebagai kesempatan mendapatkan tambahan penghasilan.

Kondisi tersebut terlihat di sepanjang jalur karnaval. Ribuan warga dari Desa Sentong maupun luar desa memadati ruas jalan kabupaten.

Mereka datang untuk melihat ratusan peserta yang mengikuti karnaval. Dengan adanya kerumunan dalam jumlah besar, aktivitas jual beli pun meningkat.

Abdu Rahman menilai, tingginya antusiasme warga menjadi salah satu faktor yang membuat pelaksanaan tahun ini berbeda. Selain peserta yang lebih banyak dan sound system yang lebih meriah, jumlah masyarakat yang datang menonton juga meningkat.

“Masyarakat sangat antusias,” ujarnya.

Kemeriahan itu menciptakan efek domino bagi warga. Ketika jalan dipenuhi penonton, kebutuhan konsumsi meningkat. Pedagang mendapatkan pembeli, sementara masyarakat yang datang bisa menikmati beragam pilihan makanan dan minuman tanpa harus meninggalkan lokasi.

“Sebelum karnaval, ada lomba-lomba tradisional di masing-masing dusun. Ini kami lakukan untuk mempererat guyub rukun warga," ujar Abdu Rahman. (mu/rud)

 

 

 

RAMPUNG: Jembatan pendukung akses jalan menuju KDMP Desa Sentong, telah selesai dibangun oleh Pemerintah Desa Sentong, Kecamatan Krejengan. (AGUS FAIZ MUSLEH/JAWA POS RADAR BROMO)
RAMPUNG: Jembatan pendukung akses jalan menuju KDMP Desa Sentong, telah selesai dibangun oleh Pemerintah Desa Sentong, Kecamatan Krejengan. (AGUS FAIZ MUSLEH/JAWA POS RADAR BROMO)

Genjot Pembangunan Fisik, Jembatan-RTLH Disiapkan

PEMERINTAH Desa Sentong, Kecamatan Krejengan, terus mendorong pembangunan infrastruktur desa. Tahun ini, sejumlah pembangunan fisik mulai direalisasikan. Tujuannya, untuk menunjang aktivitas masyarakat sekaligus memperkuat fasilitas desa.

Salah satu infrastruktur yang menjadi perhatian adalah jembatan sebagai fasilitas pendukung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Sentong. Keberadaannya diharapkan tidak sekadar menjadi akses penghubung, tetapi juga dapat membuka ruang baru bagi aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.

Sekretaris Desa Sentong Abdu Rahman mengatakan, pembangunan jembatan ini diproyeksikan memiliki manfaat lebih luas bagi warga. Kawasan di sekitar jembatan diharapkan berkembang menjadi salah satu titik keramaian baru di Desa Sentong.

“Pembangunan jembatan ini menjadi salah satu fasilitas pendukung KDMP. Ke depan, kami proyeksikan kawasan tersebut bisa menjadi tempat keramaian baru di desa,” katanya.

Menurutnya, keberadaan infrastruktur pendukung menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan desa. Dengan akses yang lebih baik, aktivitas masyarakat di sekitar lokasi diharapkan semakin mudah dan terbuka.

“Harapannya, tentu bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Tidak hanya untuk akses, tetapi juga bisa berkembang menjadi kawasan yang ramai dan mendukung kegiatan warga,” ujar Abdu Rahman.

Selain jembatan, Pemerintah Desa Sentong juga merealisasikan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Abdu Rahman menjelaskan, pembangunan RTLH merupakan bentuk perhatian pemerintah desa terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Rumah yang layak menjadi salah satu kebutuhan penting dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga penerima manfaat.

Pembangunan sejumlah fasilitas tersebut menunjukkan upaya Pemdes Sentong dalam mengarahkan pembangunan desa agar memiliki manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Infrastruktur dasar terus diperkuat, sementara kebutuhan warga juga mendapat perhatian melalui pembangunan rumah layak huni.

Pemerintah Desa Sentong berharap pembangunan fisik tak sekadar menyelesaikan proyek. Namun juga memiliki fungsi jangka panjang dan mampu memberi dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.

“Yang paling penting, pembangunan yang dilakukan bisa memberikan manfaat dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Abdu Rahman. (mu/rud/*)

Editor : Fahreza Nuraga
Kedungbringin Krejengan karnaval kemerdekaan Sentong