KRAKSAAN, Radar Bromo– Baru resmi dibuka, layanan hemodialisis (HD) atau cuci darah di RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo langsung menghadapi tingginya permintaan pasien.
Dengan hanya lima unit mesin, pemanfaatan layanan tersebut kini bahkan sudah melebihi kapasitas.
Kondisi itu mendorong RSUD Waluyo Jati menambah mesin hemodialisis hingga 10 unit. Harapannya, penambahan itu dapat mengurangi antrean pasien. Sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Layanan HD RSUD Waluyo Jati resmi dibuka melalui grand opening, Sabtu (22/8). Layanan yang beroperasi sejak mendapat persetujuan pada 5 Juni 2026 itu, juga telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Dengan demikian, masyarakat peserta JKN tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mendapatkan layanan tersebut.
Direktur RSUD Waluyo Jati, Dr. dr. Yessi Rahmawati, Sp.OG(K) mengatakan, tingginya kebutuhan masyarakat membuat layanan HD yang baru berjalan sudah kelebihan kapasitas.
“Layanan hemodialisis di RSUD Waluyo Jati sudah overload. Mohon izin, kami juga bisa segera mendapat ACC untuk menambah layanan tersebut,” ujar dr. Yessi saat grand opening layanan Hemodialisis RSUD Waluyo Jati.
Menurutnya, layanan tersebut dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Probolinggo dan sekitarnya. “Tidak ada masyarakat yang ingin sakit dengan layanan berat. Kami hadir untuk memberikan layanan terbaik, termasuk layanan hemodialisis,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, RSUD Waluyo Jati juga melakukan grand opening Poli Eksekutif.
Fasilitas tersebut disiapkan agar masyarakat Kabupaten Probolinggo tidak perlu ke Surabaya atau Malang untuk memperoleh layanan premium.
“Gedungnya sudah dibangun sejak 2017. Sudah cukup lama, dan menjadi PR bagi kami semua. Sejatinya, sejak saya menjabat sudah kami siapkan untuk dibuka. Namun, membutuhkan waktu dua tahun lebih,” jelasnya.
Lamanya pembukaan disebabkan sejumlah kekurangan yang harus dilengkapi. “Akhirnya melalui soft opening pada awal Januari 2026, gedung untuk layanan premium itu mulai berjalan,” katanya.
Selain itu, dilakukan grand opening Sentra Kuliner WJ Sejahtera yang berada di selatan Poli Eksekutif. Sentra tersebut menampung pedagang makanan dan minuman yang sebelumnya berjualan di sisi timur RSUD.
“Di bagian timur rumah sakit ini ada bangunan-bangunan yang mungkin kurang enak dipandang. Kami tata dan kami kumpulkan menjadi satu dalam Sentra Kuliner WJ Sejahtera ini,” kata dr. Yessi.
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris dalam sambutannya saat grand opening mengatakan, pelayanan kesehatan bukan sekadar bangunan bagus dan fasilitas canggih. Namun, juga menyangkut rasa aman, nyaman, dan kepercayaan.
“Saya sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan RSUD Waluyo Jati. Saya juga titip, jangan takut melakukan riset dan survei untuk menjadi acuan keberhasilan rumah sakit,” katanya. (uno/hn)
Editor : Muhammad Fahmi