Kejar Produksi Padi di Kabupaten Probolinggo dengan Percepatan Tanam

Agus Faiz Musleh • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:39 WIB
SEMANGAT: Gerakan tanam padi bersama  di Desa Pesisir. Ini menjadi upaya mendukung swasembada pangan berkelanjutan di Kabupaten Probolinggo. (Foto: Istimewa)
SEMANGAT: Gerakan tanam padi bersama  di Desa Pesisir. Ini menjadi upaya mendukung swasembada pangan berkelanjutan di Kabupaten Probolinggo. (Foto: Istimewa)

 

SUMBERASIH, Radar Bromo-Pemerintah Kabupaten Probolinggo mendorong percepatan tanam padi untuk menambah luas tanam dan produksi beras. Penambahan luas lahan saja tidak cukup untuk memperkuat ketahanan pangan. Produktivitas, kualitas benih, pengelolaan lahan, dan pendampingan petani ikut menentukan apakah target tersebut benar-benar tercapai.

Salah satu upaya itu dilakukan di Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih. dengan penanaman padi pada lahan seluas 2 hektarE, Dinas Pertanian menjadikan percepatan tanam sebagai bagian dari strategi meningkatkan produksi padi daerah.

Kepala Dinas Pertanian Arif Kurniadi mengatakan percepatan tanam harus diikuti peningkatan hasil panen.

“Melalui gerakan tanam padi ini, kami berharap terjadi percepatan tanam, peningkatan luas dan produktivitas padi serta penguatan produksi beras di Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi harus menjadi langkah nyata yang dilakukan secara berkelanjutan,” kata Arif.

Menurut dia, optimalisasi lahan pertanian perlu dibarengi dengan upaya meningkatkan produktivitas. Tujuannya bukan hanya memperbesar produksi pangan, tetapi juga menjaga pendapatan petani.

Kami ingin petani semakin produktif, lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dan produksi beras daerah semakin kuat. Pada akhirnya, peningkatan produksi ini diharapkan juga berdampak terhadap pendapatan dan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Kepala Bidang Sarana Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Diperta Faiq El Himmah menambahkan, percepatan tanam dilakukan untuk mengoptimalkan lahan yang tersedia. Namun, setelah tanaman masuk ke lahan, persoalan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan dan hasil panen tetap optimal.

“Gerakan ini merupakan bentuk dorongan kepada petani agar percepatan tanam terus dilakukan. Dengan pemanfaatan lahan yang optimal dan dukungan penyuluh di lapangan, kita berharap luas tanam dan produktivitas padi dapat terus meningkat,” kata Faiq.

Karena itu, pendampingan tidak berhenti ketika benih ditanam. Penyuluh dan kelompok tani perlu mengawal tahapan budi daya sejak persiapan lahan, pemilihan benih, penanaman, hingga pemeliharaan.

“Penyuluh bersama kelompok tani harus terus berkoordinasi, mulai dari persiapan tanam, pemilihan benih, teknik budidaya hingga pemeliharaan tanaman. Dengan demikian, potensi produksi dapat kita maksimalkan,” ujarnya.

Katimker Kabupaten Probolinggo Eko Budi Santoso menilai, keberhasilan percepatan tanam justru ditentukan setelah kegiatan penanaman selesai. Menurut dia, menambah luas tanam tidak otomatis meningkatkan produksi apabila tanaman tidak tumbuh dan menghasilkan panen sesuai potensi.

Kami ingin gerakan tanam ini memberikan dampak langsung di lapangan. Bukan hanya menanam, tetapi bagaimana setelah tanam tanaman tersebut dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan produktivitas yang optimal,” kata Eko.

Ia menambahkan, peningkatan luas tanam harus berjalan bersama dengan penerapan teknik budi daya yang tepat. “Ketika luas tanam meningkat dan produktivitas juga meningkat, tentu akan memberikan kontribusi terhadap penguatan produksi beras di Kabupaten Probolinggo. Karena itu, pendampingan dan sinergi semua pihak harus terus berjalan,” ujarnya.

Selain pengelolaan lahan, kualitas benih menjadi faktor yang turut menentukan hasil pertanaman. Pengawas Mutu Benih Tanaman Diperta Okta Purwo Ina Rany mengatakan, penggunaan benih bermutu perlu menjadi perhatian petani.

“Benih merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan budidaya. Karena itu, penggunaan benih yang bermutu dan sesuai dengan kondisi lahan perlu diperhatikan agar pertumbuhan tanaman dan potensi hasilnya dapat lebih optimal,” kata Okta.

Menurut dia, kualitas benih harus disertai pengelolaan lahan, pemupukan, serta teknik budi daya yang sesuai. Tanpa itu, potensi produksi dari benih bermutu pun belum tentu tercapai.

“Dengan benih yang baik, pengelolaan lahan yang tepat, pemupukan yang sesuai dan pendampingan dari penyuluh, kita berharap pertanaman padi dapat tumbuh optimal dan menghasilkan produksi yang maksimal,” ujarnya. (mu/fun)

Editor : Abdul Wahid
pertanian padi pemkab probolinggo