TEGALSIWALAN, Radar Bromo - Sebuah lahan kosong dekat pemukiman di Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan terbakar rabu (19/8) malam. Api cepat membesar membuat warga panik. Beruntung api bisa dipadamkan setelah petugas Damkar turun ke lokasi kebakaran.
Kepala Bidang Pengendalian Bahaya Kebakaran dan Nonkebakaran Satpol PP Kabupaten Probolinggo Andrea Persaulian mengatakan kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 23.35. Bermula dari laporan Ibu Yuli, 45, warga setempat yang mendengar bunyi ranting terbakar. Tak lama kemudian tercium bau asap layaknya benda terbakar.
Karena penasaran dengan hal itu, Yuli kemudian keluar rumah. Saat itulah diketahui sebuah lahan kosong yang berjarak sekitar 15 meter dari rumahnya itu terbakar. Beberapa menit kemudian warga lainnya juga keluar melihat kebakaran.
Api yang terus membesar kemudian membuat panik warga sehingga melaporkannya ke Damkar Kabupaten Probolinggo.
“Dapat laporan dari warga. Ada lahan terbakar dekat pemukiman. Segera ditindaklanjuti oleh petugas,” katanya Kamis (20/8).
Sebanyak 4 personel Damkar Unit Dringu dengan menggunakan sebuah mobil Damkar mendatangi tempat kejadian kebakaran. Setibanya di lokasi kejadian petugas langsung gerak cepat melakukan pemadaman api.
Mulanya pemadaman dilakukan dengan menyemprotkan air pada titik rambatan api. Selanjutnya penyemprotan perlahan dilakukan pada pusat kobaran api. Setelah satu jam penyemprotan menggunakan air. Api kemudian bisa dipadamkan. Petugas selanjutnya melakukan pendinginan.
“Api bisa dipadamkan tanpa ada kendala. Objek yang terbakar merupakan lahan kosong. Tidak ditemukan kerugian materiil,” ucapnya.
Saat disinggung perihal penyebab kebakaran, Andrea menjelaskan berdasarkan keterangan yang dihimpun dari warga setempat api diduga karena orang tak dikenal membakar sampah. Api kemudian ditinggal begitu saja hingga akhirnya membesar.
“Api tiba-tiba membesar dan dekat pemukiman warga. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka petugas segera melakukan pemadaman,” pungkasnya. (ar/fun)
Editor : Fandi Armanto