Genangan di Desa Asembagus, Kecamatan Kraksaan Teratasi, Air Bersih Melimpah

Didik Purwanto • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:04 WIB

MAKIN NYAMAN: Kasi Pembangunan Desa Asembagus Budi Hartono (kaus putih) bersama Operator Desa Opon Rachmad melintas di jalan paving Dusun Asemkandang RT 1/RW 2. (DIDIK PURWANTO/JAWA POS RADAR BROMO)

MAKIN NYAMAN: Kasi Pembangunan Desa Asembagus Budi Hartono (kaus putih) bersama Operator Desa Opon Rachmad melintas di jalan paving Dusun Asemkandang RT 1/RW 2. (DIDIK PURWANTO/JAWA POS RADAR BROMO)

KELUHAN warga Desa Asembagus, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo soal jalan rusak dan genangan air saat hujan, menjadi perhatian serius pemerintah desa. Jalan di Dusun Asemkandang RT 1/RW 2 itu pun diperbaiki. Kini, kondisinya lebih nyaman dilintasi.

Jalan yang kini dipaving ini sebelumnya sudah pernah diaspal. Namun karena rusak, saat hujan air kerap menggenangi badan jalan sehingga mengganggu aktivitas warga. Padahal, jalan ini menjadi akses penting menuju lembaga pendidikan, permukiman penduduk, sekaligus kawasan pertanian.

Persoalan ini kemudian dibahas dalam musyawarah desa. Hasilnya, perbaikan jalan ditetapkan sebagai salah satu skala prioritas pembangunan. “Jalan ini banyak digunakan warga, baik untuk menuju sekolah, permukiman, maupun lahan pertanian. Karena kondisinya sering dikeluhkan, akhirnya diprioritaskan untuk diperbaiki,” ujar Kepala Desa Asembagus Ali Ibang Fansuri melalui Kasi Pembangunan Desa Asembagus Budi Hartono.

Tak hanya infrastruktur jalan, kebutuhan air bersih juga menjadi perhatian. Desa Asembagus mendapat bantuan sumur bor dari Kodim 0820/Probolinggo, yang dibangun di Dusun Calon Elang RT 4/RW 4. Dilengkapi tandon berkapasitas 5.300 liter untuk menunjang kebutuhan air bersih warga.

Perbaikan jalan dan penyediaan air bersih menjadi bagian dari upaya desa mempertahankan kemandirian dengan memprioritaskan persoalan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Dengan adanya sumur bor ini, persediaan air bersih di Desa Asembagus makin melimpah.

 “Dengan Kekompakan semua pihak, pembangunan tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan warga dan mempermudah aktivitas mereka,” ujar Budi. (dik/rud/*)

 

 

 

PEMBINAAN IBU HAMIL: Bidan memberikan pembinaan dalam Kelas Ibu Hamil kepada peserta ibu hamil dalam kegiatan Posyandu di Desa Asembagus.
PEMBINAAN IBU HAMIL: Bidan memberikan pembinaan dalam Kelas Ibu Hamil kepada peserta ibu hamil dalam kegiatan Posyandu di Desa Asembagus.

Pompa PAD dari Lahan Pertanian-Air Bersih

 

POTENSI pertanian menjadi salah satu tumpuan Desa Asembagus, Kecamatan Kraksaan, dalam menggerakkan perekonomian lokal. Hamparan lahan sekitar 158 hektare yang biasa ditanami padi dan semangka, menjadi modal yang terus dikembangkan. Salah satunya melalui usaha persewaan traktor milik BUMDes Asembagus Bersatu.

Pengembangan ekonomi desa juga diarahkan pada program ketahanan pangan. Memasuki semester kedua, pemerintah desa menyiapkan unit usaha ayam petelur sebagai salah satu kegiatan ekonomi. Dengan harapan mampu memperkuat pemanfaatan potensi lokal sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Di sektor layanan dasar, BUMDes juga mengelola penyediaan air bersih yang bersumber dari air artesis. Terdapat tujuh titik yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan warga melalui 669 sambungan rumah. Setiap pelanggan dikenai tarif Rp 1.000 per meter kubik dengan sistem water meter.

“Pengelolaan air bersih ini selain membantu memenuhi kebutuhan warga. Juga sudah mulai memberikan pemasukan bagi PADes,” ujar Ketua BUMDes Asembagus Bersatu Siti Asia.

MUSYAWARAH: Kepala Desa Asembagus Ali Ibang Fansuri (pegang mik) bersama Camat Kraksaan Puja Kurniawan memimpin Musyawarah Desa Penyusunan RKPDes 2027 di Balai Desa Asembagus.
MUSYAWARAH: Kepala Desa Asembagus Ali Ibang Fansuri (pegang mik) bersama Camat Kraksaan Puja Kurniawan memimpin Musyawarah Desa Penyusunan RKPDes 2027 di Balai Desa Asembagus.

Penguatan layanan masyarakat juga dilakukan melalui sektor kesehatan. Tahun ini, Posyandu mendapat anggaran Rp 66 juta dengan dukungan 20 kader untuk melayani 212 balita, 228 lansia, dan 28 ibu hamil.

Kegiatan Posyandu tidak sebatas penimbangan dan pemeriksaan rutin. Kelas ibu hamil digelar setiap bulan, disertai senam lansia dan kegiatan PROLANIS bagi warga dengan penyakit kronis, seperti hipertensi dan diabetes melitus.

Kegiatannya meliputi pemeriksaan tekanan darah, pengecekan gula darah, pengukuran berat dan tinggi badan, konsultasi medis, senam kesehatan, hingga penyuluhan.

“Kesehatan ibu hamil kunci utama memutus rantai stunting karena pertumbuhan janin sangat bergantung pada kondisi fisik dan asupan nutrisi ibu selama kehamilan,” ujar Bidan Desa Asembagus Yulia Rahmawati. (dik/rud/*)

 

RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2026

·      Mempaving Jalan Dusun Asemkandang RT 1/RW 2.

·      Membangun sumur bor di Dusun Calon Elang RT 4/RW 4 (dari Kodim 0820/Probolinggo).

·      Merealisasikan Program Ketahanan Pangan berupa ayam petelur.

·      BUMDes Asembagus Bersatu persewaan traktor dan penyediaan air bersih.

Editor : Fahreza Nuraga
genangan air jalan rusak probolinggo asembagus Kraksaan