KRAKSAAN, Radar Bromo - Tiga ruko di Jalan K.H. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, masih terbengkalai.
Bangunan yang ambrol setelah tebing Sungai Kertosono longsor itu dibiarkan begitu saja. Sisa bangunan yang masih menggantung di bibir tebing.
Kondisi ini membuat keberadaan tiga ruko semakin mengkhawatirkan. Sebagian besar bangunan telah tergerus longsor. Kini hanya tersisa sebagian kecil struktur berupa tembok dan lantai yang menggantung di atas tebing sungai.
Retakan juga terlihat pada sejumlah bagian bangunan. Kondisinya tampak rapuh. Terlebih lokasi ruko berada tidak jauh dari badan Jalan Gus Dur, yang setiap hari dilintasi masyarakat.
Warga waswas. Mereka khawatir sisa bangunan kembali runtuh dan membahayakan pengguna jalan maupun warga yang melintas di kawasan tersebut.
“Meski miringnya menjorok ke arah sungai, kami tetap khawatir saat melintas, sebab dekat dengan jalan. Kami berharap pemerintah segera menangani hal tersebut sebelum ada hal yang tidak diinginkan terjadi,” ujar salah satu warga Kraksaan, Ainul Jannah.
Kekhawatiran warga cukup beralasan. Jalan Gus Dur merupakan salah satu akses yang cukup ramai dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Jika sisa bangunan yang masih menggantung kembali ambrol, material runtuhan berpotensi jatuh ke arah sungai maupun mendekati badan jalan.
Namun harapan agar sisa bangunan segera dibersihkan terbentur status bangunan. Koordinator Wilayah Probolinggo UPT PSDA Jawa Timur Muhammad Fachru Syahroni mengatakan, pihaknya tidak dapat melakukan pembersihan maupun perbaikan terhadap sisa ruko.
“Tidak dapat kita bersihkan karena ilegal,” katanya.
Menurutnya, keberadaan bangunan itu berada di kawasan yang melanggar aturan sempadan sungai. Bahkan, persoalannya tidak hanya berkaitan dengan sempadan sungai, tetapi juga sempadan jalan.
Membuat pihaknya tidak bisa serta-merta melakukan perbaikan. Jika bangunan ilegal di sempadan sungai itu diperbaiki menggunakan penanganan pemerintah, dikhawatirkan akan muncul persoalan serupa di lokasi lain.
“Kalau kami perbaiki, maka tebing-tebing lain yang longsor dan di sempadannya terbangun bangunan juga akan meminta untuk diperbaiki,” jelasnya.
Karena itu, penanganan terhadap tiga ruko itu sementara belum dilakukan. Sisa bangunan dibiarkan dalam kondisi terbengkalai sembari menunggu perkembangan dan langkah penanganan lebih lanjut. (mu/rud)
Editor : Fahreza Nuraga