Gus Haris: Kemerdekaan Berarti Masyarakat Sejahtera di Sektor Pendidikan hingga Kesehatan

Agus Faiz Musleh • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:49 WIB
MOMEN SAKRAL: Pengibaran bendera merah putih oleh anggota Paskibraka Kabupaten Probolinggo di alun-alun Kraksaan. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)
MOMEN SAKRAL: Pengibaran bendera merah putih oleh anggota Paskibraka Kabupaten Probolinggo di alun-alun Kraksaan. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

KRAKSAAN, Radar Bromo- Peringatan Kemerdekaan RI ke-81 di Kabupaten Probolinggo tidak berhenti pada upacara pengibaran bendera. Bupati Probolinggo Mohammad Haris menilai ukuran kemerdekaan justru terletak pada kemampuan pemerintah memastikan warga keluar dari kemiskinan, memperoleh pendidikan dan layanan kesehatan yang layak, serta memiliki akses terhadap pekerjaan.

Pesan itu disampaikan Haris seusai memimpin upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Alun-alun Kraksaan, Senin (17/8). Kata Gus Haris, kemerdekaan harus diterjemahkan menjadi perubahan yang bisa dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari.

“Kemerdekaan tidak cukup hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi harus diwujudkan melalui peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat. Besar harapan kita betul-betul masyarakat bisa keluar dari kemiskinan dan ketidakberdayaan,” ujar Haris.

Ia menempatkan pendidikan sebagai salah satu ukuran penting keberhasilan pembangunan. Akses pendidikan yang layak dinilai bukan sekadar persoalan layanan dasar, melainkan jalan bagi generasi muda untuk memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi keluarganya.

“Besar harapan kami ketika kita bisa melihat anak-anak bisa mendapatkan peluang sekolah dengan layak dan lebih baik,” katanya.

Gus Haris bilang, tantangan serupa ada pada pelayanan kesehatan dan infrastruktur. Kemerdekaan akan kehilangan makna apabila warga masih kesulitan memperoleh pelayanan kesehatan atau harus berhadapan dengan infrastruktur yang menghambat aktivitas ekonomi dan sosial.

“Ketika orang-orang sakit mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, ketika masyarakat mendapatkan jalan, infrastruktur yang layak dan bagus,” ujarnya.

Persoalan lain yang disoroti adalah kesempatan kerja. Kata Gus Haris, pembangunan tidak cukup hanya menghasilkan infrastruktur.

Tetapi juga harus membuka ruang bagi masyarakat, terutama anak muda, untuk memperoleh pekerjaan dan membangun kemandirian ekonomi.

“Anak-anak muda kita bisa bekerja, banyak peluang lapangan pekerjaan dan banyak hal lain yang kita harapkan memang ini menjadi perjuangan kita bersama,” kata Haris.

Pernyataan tersebut sekaligus menempatkan pemerintah daerah pada tantangan yang lebih konkret: memastikan indikator kesejahteraan tidak berhenti sebagai target pembangunan, tetapi benar-benar tercermin dalam kondisi warga.

Dengan demikian, makna peringatan kemerdekaan di Kabupaten Probolinggo bukan semata-mata mengulang simbol dan seremoni setiap 17 Agustus. Ukuran yang lebih penting adalah apakah warga miskin semakin berkurang, anak-anak memperoleh pendidikan yang layak, warga mendapatkan layanan kesehatan yang baik, infrastruktur mendukung aktivitas ekonomi, dan generasi muda memiliki kesempatan kerja. (mu/fun)

 

Editor : Moch Vikry Romadhoni
pemkab probolinggo kesehatan gus haris kemerdekaan pendidikan