Normalisasi Irigasi di Wilayah Kraksaan untuk Cegah Banjir Berulang

Agus Faiz Musleh • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 09:15 WIB
BANYAK: Proses pembersihan sampah di saluran irigasi wilayah Kecamatan Kraksaan beberapa waktu lalu. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)
BANYAK: Proses pembersihan sampah di saluran irigasi wilayah Kecamatan Kraksaan beberapa waktu lalu. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

 

KRAKSAAN, Radar Bromo  - Ancaman banjir yang beberapa kali terjadi di kawasan selatan Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, mulai mendapat perhatian serius.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo melakukan normalisasi saluran irigasi sebagai langkah antisipasi agar genangan tidak kembali meluas saat hujan turun.

Normalisasi saluran dilakukan manual. DLH tidak bekerja sendiri. Penanganan tersebut dilakukan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta pihak Kecamatan Kraksaan.

Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Roby Siswanto mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan banjir.

Sebab, kawasan tersebut sebelumnya sudah beberapa kali mengalami banjir. “Tujuannya untuk mencegah terjadi banjir. Karena beberapa kali terjadi banjir,” ujar Roby.

Menurut Roby, keberadaan saluran irigasi memiliki peran penting dalam mengalirkan air, terutama ketika intensitas hujan meningkat. Karena itu, kondisi saluran perlu mendapat perhatian agar tidak menghambat aliran air.

Normalisasi dilakukan dengan membersihkan dan membenahi saluran diharapkan dapat membuat aliran air kembali lebih lancar sehingga potensi air meluap ke kawasan sekitar bisa ditekan.

DLH berkoordinasi  dan berkolaborasi dengan lintas instansi karena penanganan persoalan saluran air tidak hanya berkaitan dengan lingkungan. Tetapi juga menyangkut fungsi infrastruktur pengairan serta kondisi wilayah.

Roby menegaskan, normalisasi tersebut menjadi salah satu langkah antisipasi agar kejadian banjir yang sebelumnya beberapa kali terjadi tidak terus berulang. Terlebih, saluran air menjadi bagian penting dalam sistem pembuangan maupun pengaliran air di kawasan tersebut.

Penanganan secara manual juga dilakukan dengan menyesuaikan kondisi saluran di lapangan. Petugas bersama pihak terkait melakukan pekerjaan secara bertahap untuk memastikan bagian saluran yang perlu dinormalisasi dapat ditangani.

DLH berharap langkah tersebut memberikan dampak terhadap kelancaran aliran air. Dengan saluran yang lebih optimal, air hujan diharapkan dapat segera mengalir dan tidak tertahan hingga menyebabkan genangan.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bentuk respons pemerintah terhadap persoalan banjir yang sempat terjadi di kawasan selatan Jalan Panglima Sudirman, Kraksaan. Pemerintah tidak ingin persoalan yang sama terus berulang setiap kali hujan turun.

Meski normalisasi menjadi salah satu langkah pencegahan, kondisi saluran tetap perlu dipantau secara berkala.

Kebersihan dan kelancaran aliran menjadi faktor penting agar fungsi saluran tetap berjalan maksimal, terutama ketika curah hujan tinggi.

Dengan normalisasi ini, pemerintah berharap kapasitas aliran saluran menjadi lebih baik. Sehingga, ketika hujan kembali mengguyur kawasan Kraksaan, air bisa lebih cepat dialirkan dan risiko banjir dapat diminimalkan. (mu/fun)

Editor : Abdul Wahid
irigasi banjir normalisasi