Selama Januari-Awal Agustus, Temukan 225 ODHIV Baru di Kabupaten Probolinggo

Achmad Arianto • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:30 WIB
DICEK: Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo melakukan screening HIV/AIDS di Rutan kelas IIB Kraksaan dan hasilnya nihil temuan. (Foto: dok Jawa Pos Radar Bromo)
DICEK: Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo melakukan screening HIV/AIDS di Rutan kelas IIB Kraksaan dan hasilnya nihil temuan. (Foto: dok Jawa Pos Radar Bromo)

 

KRAKSAAN, Radar Bromo - Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo hingga kini masih mewaspadai penyakit menular HIV/AIDS. Sampai pekan pertama Agustus ditemukan 225 ODHIV. Ratusan temuan kasus tersebut kini rutin dilakukan pemantauan dan pengobatan.

Pemantauan ini lantaran penyakit HIV/AIDS sampai sekarang masih menjadi atensi. Ada beberapa hal yang menyebabkan tingginya temuan penyakit.

Salah satunya dinas kesehatan yang gencar melakukan screening penyakit. Di sisi lain masih banyak ODHIV/AIDS belum terdeteksi. Serta masih adanya ODHIV/AIDS yang dinyatakan positif, namun belum melakukan pengobatan sesuai standar dengan patuh dan taat. Sehingga potensi menularnya penyakit masih dapat terjadi.

“Penyakit menular HIV/AIDS masih terus diwaspadai. Karena itulah petugas gencar melakukan screening,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (dinkes) Kabupaten Probolinggo Nina Kartika, Kamis (13/8).

Sejak Januari sampai pekan pertama Agustus tahun ini, dinkes mencatat terdapat temuan kasus 225 ODHIV baru.

Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pemantauan dan pengobatan secara rutin. Supaya daya tular virus menjadi lemah. Sehingga potensi penyebaran penyakit bisa ditekan.

Selain itu screening dilakukan secara rutin di wilayah yang berpotensi menjadi tempat penyebaran penyakit tersebut. Khususnya orang yang berisiko memiliki penyakit tersebut. Harapannya setelah ditemukannya penyakit bisa segera tertangani dengan maksimal.

“Saat ini ada 12 fasilitas kesehatan yang mampu melayani pengobatan HIV/AIDS. Diantaranya 4 rumah sakit dan sisanya puskesmas,” bebernya.

Nina menambahkan, penyakit HIV/AIDS ini dapat menyebar karena beberapa hal. Salah satunya melakukan hubungan badan dengan orang yang berisiko. Karena itulah setia pada pasangan saat menikah menjadi salah satu upaya untuk menekan penyebaran penyakit ini.

“Petugas berupaya menekan penyebaran penyakit HIV/AIDS. Namun masyarakat juga perlu melakukan pencegahan agar penyakit bisa dikendalikan,” pungkasnya. (ar/fun)

Editor : Abdul Wahid
odhiv sreening hiv aids