KRAKSAAN, Radar Bromo– Pemkab Probolinggo mulai menyiapkan strategi untuk memperluas pasar komoditas unggulan melalui Misi Dagang Jawa Timur 2027.
Agenda tersebut dipandang bukan sekadar ruang promosi, melainkan peluang menghubungkan pelaku usaha lokal dengan pembeli dan investor.
Kabupaten Probolinggo mengandalkan berbagai komoditas dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, industri pengolahan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Namun, besarnya potensi produksi dinilai masih perlu diimbangi dengan penguatan akses pasar dan investasi. Sehingga, memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Analis Perdagangan Ahli Muda Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur Ernawati Setyadewi mengatakan, Misi Dagang selama ini menjadi instrumen Pemprov Jatim untuk mempertemukan para pihak.
Yaitu, pelaku usaha dengan calon pembeli dan investor dari berbagai daerah.
"Melalui Misi Dagang ini pelaku usaha dapat bertemu langsung dengan calon buyer, maupun investor sehingga peluang kerja sama bisnis semakin terbuka. Program ini juga menjadi sarana memperkuat pasar regional hingga membuka akses menuju pasar internasional," kata Ernawati.
Menurut dia, Misi Dagang tidak berhenti pada transaksi jual beli. Di dalamnya terdapat proses kurasi produk, promosi investasi, kerja sama antardaerah, hingga penguatan identitas daerah melalui produk unggulan dan budaya.
Ernawati mencatat, Kabupaten Probolinggo bukan wajah baru dalam agenda tersebut.
Sejak 2019 hingga 2026, sedikitnya 22 pelaku usaha asal Kabupaten Probolinggo telah mengikuti Misi Dagang Jawa Timur.
"Keikutsertaan tersebut memberikan dampak positif terhadap perluasan pasar. Sekaligus meningkatkan daya saing produk unggulan Kabupaten Probolinggo dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, industri pengolahan hingga UMKM," ujarnya.
Meski demikian, perluasan pasar tidak datang secara otomatis. Disperindag Jawa Timur menilai keberhasilan Misi Dagang sangat bergantung pada kualitas produk, kesiapan pelaku usaha memenuhi standar pasar, serta kemampuan daerah memetakan komoditas yang memiliki prospek paling besar.
Karena itu, pemerintah provinsi akan mendampingi proses kurasi produk dan pemetaan calon pembeli. Sehingga, komoditas yang ditawarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar.
Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengatakan, Misi Dagang harus dimanfaatkan sebagai momentum memperluas jejaring pemasaran. Bukan sekadar mengikuti agenda tahunan pemerintah.
"Kabupaten Probolinggo memiliki banyak komoditas unggulan yang layak dipasarkan lebih luas. Momentum Misi Dagang harus dimanfaatkan untuk memperkuat jaringan pemasaran sekaligus membuka peluang investasi baru," katanya.
Tantangan berikutnya menurut Sugeng, memastikan produk lokal mampu menembus pasar antardaerah secara berkelanjutan. Untuk itu, pemerintah daerah mulai menyiapkan kurasi pelaku usaha, pemetaan komoditas unggulan, serta penyusunan data potensi investasi yang akan ditawarkan kepada calon investor.
"Kami ingin semakin banyak produk lokal Kabupaten Probolinggo yang mampu menembus pasar antardaerah, bahkan pasar nasional. Sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat," ujarnya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi menambahkan, keberhasilan mengikuti Misi Dagang tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk.
Namun, juga kesiapan pemerintah daerah menyajikan informasi investasi yang kredibel dan mudah diakses calon mitra usaha.
"Komitmen kami adalah memastikan seluruh perangkat daerah bergerak bersama mempersiapkan data investasi, produk unggulan, dan berbagai potensi daerah. Sehingga Kabupaten Probolinggo mampu tampil maksimal di hadapan calon investor maupun mitra usaha," kata Sjaiful. (mu/hn)
Editor : Muhammad Fahmi