KRAKSAAN, Radar Bromo– Pemerintah menyiapkan sejumlah skenario untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas selama rehabilitasi Jembatan Pajarakan di jalur Pantura Kabupaten Probolinggo.
Salah satunya yang tengah dibahas yaitu memfungsikan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Prosiwangi) sebagai jalur alternatif.
Namun hingga saat ini, pembahasannya masih dalam tahap koordinasi lintas instansi. Masih menunggu persetujuan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Humas Tol Prosiwangi Hima Jaya mengatakan, belum ada keputusan apakah ruas tol Prosiwangi akan benar-benar difungsikan selama perbaikan Jembatan Pajarakan.
"Masih dalam diskusi simultan, sehingga belum mengerucut apakah akan difungsionalkan atau tidak. Keputusannya menunggu Kementerian PU. Harapannya tentu bisa difungsionalkan untuk membantu kelancaran lalu lintas," ujarnya.
Selain belum ada kepastian mengenai operasional ruas tol, mekanisme tarif juga masih menunggu keputusan pemerintah pusat. Menurut Hima, pemberlakuan tarif sepenuhnya menjadi kewenangan Kementerian PU.
"Apakah kalau dioperasionalkan berbayar atau tidak, kami menunggu Surat Keputusan tarif dari Kementerian PU. Kalau tidak ada SK tarif, berarti pengguna tidak dikenai tarif," katanya.
Sementara itu, kesiapan infrastruktur Tol Prosiwangi hampir rampung. Hima menjelaskan, hanya tersisa satu hingga dua pekerjaan penyempurnaan yang diperkirakan selesai dalam dua hari ke depan.
Sehingga ruas tol siap digunakan apabila pemerintah memutuskan untuk memfungsikannya.
"Perbaikan tinggal sedikit, sekitar satu sampai dua pekerjaan. Dalam dua hari diperkirakan rampung. Yang jelas, kondisi tol siap apabila nantinya akan difungsionalkan," kata Hima.
Dari sisi kelayakan operasional, dua paket pekerjaan Tol Prosiwangi telah mengantongi Sertifikat Laik Operasi (SLO). Sementara itu, paket terakhir masih menjalani proses uji laik operasi.
"Untuk Paket 1 dan Paket 2 Sertifikat Laik Operasi sudah terbit. Paket 3 hari ini sedang menjalani uji laik operasi," ujar Hima.
Apabila seluruh persyaratan teknis telah dipenuhi dan Kementerian Pekerjaan Umum memberikan persetujuan, Tol Prosiwangi berpeluang menjadi jalur penyangga utama. Selama rehabilitasi Jembatan Pajarakan berlangsung.
Sekretaris Dishub Kabupaten Probolinggo Moh Taufiq menambahkan, masyarakat membutuhkan kepastian mengenai rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan saat rehabilitasi Jembatan Pajarakan memasuki tahap pekerjaan utama.
Sebab, Jalan Raya Pajarakan merupakan Jalur Pantura yang menjadi salah satu koridor logistik terpenting di timur Pulau Jawa.
“Sehingga, gangguan pada satu titik saja berpotensi menimbulkan antrean kendaraan dalam skala panjang apabila tidak diantisipasi dengan jalur alternatif yang memadai,” tuturnya.
Saat ini, menurutnya, penanganan Jembatan Pajarakan terus berjalan. Tahap awal yang kini dikerjakan adalah perakitan Jembatan Bailey sebagai jembatan sementara sebelum rehabilitasi struktur utama dimulai.
Jembatan darurat itu disiapkan agar konektivitas di jalur nasional tetap terjaga selama pekerjaan berlangsung. (mu/hn)
Editor : Muhammad Fahmi