Kemacetan Pantura Makin Parah, Tiga Bupati Desak Tol Prosiwangi Segera Dibuka

Agus Faiz Musleh • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:07 WIB
SIAP DIOPERASIKAN: Salah satu titik ruas Jalan Tol Prosiwangi di Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, yang telah rampung. (TOL PROSIWANGI FOR JAWA POS RADAR BROMO)
SIAP DIOPERASIKAN: Salah satu titik ruas Jalan Tol Prosiwangi di Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, yang telah rampung. (TOL PROSIWANGI FOR JAWA POS RADAR BROMO)

KRAKSAAN, Radar Bromo  - Pemerintah daerah yang wilayahnya dilintasi Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) mendesak Pemerintah Pusat segera membuka sejumlah ruas yang konstruksinya telah selesai. Desakan itu muncul ketika sejumlah pekerjaan jalan dan jembatan di Jalur Pantura, memicu kemacetan dan menghambat mobilitas serta distribusi logistik.

Permohonan pembukaan tol disampaikan melalui surat resmi Bupati Probolinggo, Bupati Bondowoso, dan Bupati Situbondo. Ketiganya mengusulkan ruas atau akses tol yang berbeda sesuai persoalan lalu lintas di wilayah masing-masing.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris meminta dukungan Gubernur Jawa Timur untuk mempercepat pembukaan fungsional ruas Gending-Kraksaan-Paiton. Ruas tersebut dinilai penting karena Paiton merupakan salah satu pusat kegiatan ekonomi dan lokasi kawasan objek vital nasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton.

Pengalihan sebagian kendaraan ke jalan tol diharapkan mengurangi kepadatan di jalur arteri sekaligus memangkas waktu tempuh distribusi. Persoalan keselamatan juga menjadi alasan pembukaan tol. Tingginya arus kendaraan, terutama kendaraan berat, di jalan nasional meningkatkan risiko kecelakaan. Pengalihan kendaraan berat ke tol diharapkan dapat mengurangi beban jalur arteri.

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid juga berharap jalan bebas hambatan ini segera dibuka. Permohonan itu disampaikan melalui surat tertanggal 9 Juli 2026 kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat meminta pembukaan sementara akses Tol Probolinggo-Besuki.

Usulan itu berkaitan dengan pekerjaan perbaikan jembatan di Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Serta, perbaikan jalan di wilayah Tampora-Kalianget. Pekerjaan itu disebut menyebabkan antrean kendaraan di Jalur Pantura.

Desakan serupa datang dari Pemkab Situbondo. Pemkab mengusulkan agar Interchange Suboh segera dioperasikan. Dalam surat yang diajukan pemerintah daerah, akses tersebut diharapkan dapat dibuka mulai Juli 2026.

Interchange Suboh dinilai strategis karena dapat memperpendek akses masyarakat dan distribusi barang dari dan menuju Suboh, Besuki, Banyuglugur, Mlandingan, serta wilayah sekitarnya.

Humas Tol Probowangi Hima Jaya membenarkan bahwa surat dari tiga kepala daerah tersebut telah diterima pihak pengelola.

“Alasannya mobilitas dan seperti yang diketahui belakangan, jalan arteri tengah ada sejumlah pengerjaan," katanya.

Meski demikian, keputusan untuk membuka ruas tersebut belum berada di tangan pengelola tol. Menurut Hima, pihaknya masih menunggu keputusan dari Kementerian Pekerjaan Umum.

Dari sisi kesiapan infrastruktur, Hima menyebutkan, sejumlah paket ruas tol telah memenuhi tahapan kelayakan operasi. Paket 1 dan 2 telah mengantongi Sertifikat Laik Operasi (SLO), sedangkan Paket 3 masih menjalani proses uji laik operasi.

“Secara kesiapan, tol telah siap untuk difungsikan. Paket 1-2 Sertifikat Laik Operasi sudah terbit. Paket 3 tengah proses uji laiknya," jelas Hima. (mu/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
Jalan rol jembatan pemerintah jalur pantura Prosiwangi