PAJARAKAN, Radar Bromo - Perbaikan Jembatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, terus berpreses. Pekerjaan inti, berupa pembongkaran jembatan diperkirakan akan dilakukan pada minggu ketiga bulan ini. Yakni, setelah jembatan bailey siap difungsikan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 BBPJN Jatim Bali Wahyu Wibowo mengatakan, Jembatan Pajarakan merupakan urat nadi transportasi Jawa-Bali. Karenanya, perbaikan tidak serta merta dilakukan. Persiapan harus dilakukan secara matang. Sebab, selama perbaikan dapat berdampak pada kelancaran transportasi dan distribusi barang.
Dengan persiapan yang matang dampak yang ditimbulkan bisa diminimalisir. Serta, proses perbaikan cepat selesai hingga jembatan berfungsi secara normal. “Sejak awal, tahapan perbaikan sudah disusun, sehingga segala kemungkinan yang dapat terjadi saat perbaikan jembatan dimulai dapat diminimalisir,” katanya.
Menurutnya, pekerjaan inti diprediksi baru bisa dilaksanakan pada minggu ketiga Agustus. Yakni, membongkar total struktur bangunan Jembatan Pajarakan serta melakukan perbaikan menyeluruh.
Pada tahapan ini petugas memerlukan waktu yang lama. Sebab, pengerjaan fisik yang dilakukan harus detail. Konstruksi dan pembangunan Jembatan Pajarakan, harus kokoh, sehingga jembatan dapat difungsikan dalam jangka waktu yang lama dan tidak mudah rusak.
“Pada tahapan pembongkaran memang membutuhkan waktu yang agak lama. Tetapi kami upayakan semaksimal mungkin,” katanya.
Pembongkaran jembatan ini menunggu jembatan bailey siap digunakan. Artinya, jembatan darurat tersebut sudah selesai perakitan. Serta, telah lolos uji dari tim teknis.
“Kami upayakan minggu ketiga Agustus sudah mulai. Masih ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Tentunya jembatan bailey harus dipastikan aman lebih dulu sebelum difungsikan. Dengan demikian, perbaikan jembatan bisa berjalan lancar tanpa kendala,” tuturnya. (ar/rud)
Editor : Fahreza Nuraga